Logo BeritaSatu

Hakim Ultimatum 2 Eks Sespri Irjen Napoleon Lantaran Ubah Keterangan di BAP

Kamis, 19 November 2020 | 20:52 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta, Muhammad Damis mengultimatum Fransiscus Ario Dumais dan Dwi Jayanti Putri yang merupakan mantan Sekretaris pribadi Irjen Napoleon Bonaparte untuk memberikan keterangan yang benar dan jujur di persidangan. Ultimatum itu disampaikan Damis lantaran keduanya yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (19/11/2020), mengubah keterangan yang tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP).

Peringatan keras yang disampaikan Hakim Damis bermula dari perbedaan keterangan Fransiscus di persidangan dengan keterangan di BAP. Terutama mengenai pertemuan Napoleon selaku kadiv hubinter Polri dengan Brigjen Prasetijo Utomo selaku kabiro kordinator pengawas PPNS Bareskrim Polri.

Jaksa Penuntut Umum menyatakan, dalam BAP Fransiscus menyebut Prasetijo menemui Napoleon dengan membawa paper bag pada 28 April 2020. Namun, dalam persidangan Fransiscus menyatakan tidak mengingat soal pertemuan itu. Demikian pula dengan Dwi Jayanti yang menyampaikan keterangan berbeda dengan yang tercantum dalam BAP mengenai pertemuan Prasetijo dan Napoleon.

Dwi Jayanti mengklaim keterangannya dalam BAP hanya berdasar CCTV. Padahal, dalam BAP, Fransiscus mengingatkan dan menjelaskan secara rinci mengenai pertemuan Prasetijo dengan Napoleon pada 28 April. "Saya ingatkan ke saudara, karena mencabut keterangan tanpa alasan. Sebetulnya alasan yang sebelumnya dibetulkan secara yuridis, lupa silakan nggak usah dipaksakan untuk diingat, tetapi itu bukan alasan untuk mencabut keterangan. Alasan mencabut bisa karena dia paksa baik secara psikis ditekan dan sebagainya itu baru beralasan," tegas Hakim Damis dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Ditegaskan, keterangan yang tertuang dalam BAP tidak bisa serta merta dicabut dengan alasan yang disampaikan Fransiscus dan Dwi Jayanti. Hal ini lantaran BAP merupakan alat bukti. Apalagi, Fransiscus dan Dwi Jayanti telah disumpah untuk memberikan keterangan yang sebenarnya. Hakim Damis pun mengingatkan ancaman pidana bagi pemberi keterangan tidak benar atau palsu di persidangan lebih berat ketimbang ancaman hukuman terdakwa. "Saya ingatkan ancaman pidana memberikan keterangan yang tidak benar di persidangan lebih berat dari pada apa yang disangkakan ke terdakwa," tegasnya.

Hakim Damis kemudian meminta Fransiscus dan Dwi Jayanti menjelaskan mengapa keterangan mereka berbeda dengan yang tercantum dalam BAP. Menanggapi hal ini, Fransiscus mengklaim keterangan yang disampaikannya dalam BAP mengacu pada rekaman CCTV. "Kami lebih fokus yang di CCTV dan kami berusaha mencocokkan apa yang kami ingat," katanya

Atas jawaban tersebut, Hakim Damis menegaskan kepada saksi untuk memastikan mana keterangan yang benar, apakah dalam BAP atau kesaksian pada persidangan kali ini. Fransiskus mengklaim keterangannya di persidangan yang benar. "Bagaimana nasib keterangan yang saudara sampaikan di BAP?" tanya Hakim Damis.

"Saya kembalikan kepada Yang Mulia," jawab Fransiskus.

Hakim Damis kembali mengingatkan pentingnya keterangan Fransiscus dan Dwi Jayanti dalam BAP. Dikatakan, keterangan keduanya berkontribusi lengkapnya berkas perkara dugaan suap ini. Untuk itu, perbedaan keterangan di BAP dan persidangan dinilai Hakim Damis tak ubahnya dengan berbuat zalim kepada orang lain. "Saudara saya ingatkan sebagian dari keterangan saudara berdua menyebabkan perkara ini P21. Tidak terjadi surat dakwaan ini kalau tanpa ada kontribusi keterangan di BAP. Masalahnya itu memberikan keterangan seperti ini memberikan kezaliman kepada orang," kata Hakim Damis.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus Aktif Covid-19 Nasional sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Prevalensi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 sesuai denan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Positivity Rate Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Positivity Rate Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Kesembuhan Terendah Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 28 September 2022

Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif dan Kematian Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

PDIP Jelaskan Wajah Kesal Puan Saat Bagikan Kaus ke Warga

Politikus PDIP Said Abdullah menjelaskan wajah kesal Ketua DPR Puan Maharani saat membagikan kaus ke warga di Jawa Barat yang videonya viral di media sosial.

NEWS | 28 September 2022

Data Kematian Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Berikut ini Data Kematian Tertinggi Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022 seperti data dari kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 27 September 2022

Berikut ini Prediksi Puncak Covid-19 Berdasarkan Data, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 27 September 2022

Berikut ini Data Kasus Positif Kumulatif & Suspek Covid-19, 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022

Data Kematian akibat Covid-19 sampai 27 September 2022

Berikut ini Data Kematian akibat Covid-19 sampai 27 September 2022 sesuai dengan data dari Kementerian Kesehatan.

NEWS | 27 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Surplus APBN


# Kompor Listrik


# AKBP Arif Rachman


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

Data Kesembuhan Covid-19 di 10 Provinsi, 27 September 2022

NEWS | 14 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings