Berinovasi, Solusi Menjawab Tantangan Pandemi Covid-19
Logo BeritaSatu

Berinovasi, Solusi Menjawab Tantangan Pandemi Covid-19

Kamis, 19 November 2020 | 20:50 WIB
Oleh : Kunradus Aliandu / KUN

Jakarta, Beritasatu.com - Dalam benak masyarakat awam, inovasi seringkali dikaitkan dengan hal-hal sulit dan penuh risiko. Padahal, inovasi justru diperlukan dalam menghadapi situasi yang terus berubah, seperti akibat pandemi Covid-19.
Dr Avanti Fontana, Dosen & Fasilitator Strategi dan Manajemen Inovasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mengatakan, justru pada kondisi penuh ketidakpastian, inovator atau wirausahawan harus terpanggil untuk ikut serta dalam mengatasi perubahan situasi yang tidak hanya cepat namun juga kompleks. Inovasi inilah salah satu instrumen yang sangat diperlukan guna merespons perubahan tersebut. Pasalnya, inovasi tidak hanya akan berdampak merubah kondisi lebih baik dari sebelumnya, tapi juga diharapkan mampu membawa perbedaan yang signifikan dalam nilai manfaat baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

“Produk-produk solutif yang dihasilkan wirausahawan bukanlah sesuatu yang dihasilkan tiba-tiba, tapi dilakukan secara sistematis, dan memiliki tujuan untuk menyelesaikan masalah. Kalau bicara pandemi, tentu tujuannya bagaimana mengatasi pandemi dan tujuan yang lebih besar adalah menggapai kesejahteraan baik dalam jangka dekat maupun jangka panjang,”kata Dr Avanti Fontana dalam acara Dialog Produktif bertema 'Berinovasi dan Optimis Meningkatkan Usaha di Masa Pandemi', yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), baru-baru ini.

Ia mengatakan, hal-hal yang perlu direspons saat pandemi Covid-19 tentu adalah inovasi yang dapat membantu Indonesia keluar dari kondisi ketidakpastian. Untuk hal ini perlu sensitivitas yang tinggi dalam menemukan peluang yang tepat.Hal ini diakui pula oleh Doddy Lukito, Chief (In Hospital) Business Officer & Co Founder HaloDoc. “Saat kita menemukan solusi pertama kali, mungkin itu tidak langsung tepat guna. Kita pantau terus hasilnya seperti apa, sambil kita terus beradaptasi untuk mencapai hasil yang kita harapkan. Dari situ kita terus berevolusi”, kata Doddy.

Dari data internal HaloDoc, saat pandemi Covid-19 (Maret-Mei) transaksi tele konsultasi dengan dokter melalui platform HaloDoc meningkat 6x lipat. Lalu terjadi juga peningkatan sebesar 300% terhadap transaksi pembelian obat melalui aplikasi. Kemudian jumlah pengguna aktif HaloDoc sempat mencapai 20 juta per bulan. Ini semua dikarenakan adanya layanan tes Covid-19, memfalisitasi tes Covid-19 secara drive thru.Pemerintah turut berperan dalam menciptakan kondisi ekosistem yang kondusif agar inovasi tersebut berjalan dengan baik. “Untuk itu saya ada data dari Index Inovasi Global yang diterbitkan oleh INSEAD bekerja sama dengan WIPO. Pada 2017-2020, tingkat inovasi Indonesia cukup stabil di angka 30/100. Di 2020, skor Indonesia 26/100. Di sini menunjukkan bahwa betapa besarnya peluang inovasi bisa tumbuh di Indonesia. Itu butuh regulasi yang kondusif”, terang DR. Avianti Fontana.

Peluang di lapangan ini perlu dilihat secara holistik. Inovasi biasanya tumbuh dalam kondisi lingkungan yang tidak nyaman. Dengan begitu para inovator ini merasa perlu mengintervensi kondisi tersebut, untuk mencapai kondisi yang lebih baik. Kegagalan justru terjadi bagi mereka yang tidak beradaptasi pada lingkungan.“Memang, kita harus tahu apa sasaran atau pasar yang akan menerima solusi kita. Teknologi hanyalah salah satu faktor. Solusi tidak harus bersifat teknologi. Intinya bagaimana solusi tersebut dapat menjawab kebutuhan pengguna”, terang Doddy Lukito.

Terkait dampaknya, inovasi yang berhasil tidak hanya berdampak ekonomi namun juga berdampak sosial yang luas. Seperti halnya yang dilakukan pemerintah saat ini adalah bentuk inovasi di bidang publik, untuk membangkitkan ekonomi nasional.“Para inovator harus kritis dan peduli serta mau melakukan analisis kondisi. Terapkan empati kepedulian sosial dari hulu sampai hilir. Lalu turunkan dalam analisis kekuatan dan kelemahannya kemudian peluang dan tantangannya. Dari situ kemudian bisa digali apa masalah yang bisa disolusikan dan ditawarkan ke masyarakat. Negara juga memiliki peran dalam menjaga ekosistem ini tetap kondusif,” tutup Dr Avianti.




BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Nadiem Luncurkan Bantuan Subsidi Upah untuk Guru Non-PNS

Mendikbud ‚ÄčNadiem Makarim meluncurkan subsidi upah untuk membantu ujung tombak pendidikan yang telah berjasa di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Wagub Sumut Turun Tangan Kampanye Bobby-Aulia

Musa Rajekshah sengaja mengajukan cuti, mulai Kamis (19/11/2020) hingga Sabtu (21/11/2020), khusus untuk mengampanyekan Bobby Nasution - Aulia Rachman.

NASIONAL | 19 November 2020

Peringati GIM, Perpustakaan PIP Semarang Bagikan Cendera Mata

Perpustakaan PIP Semarang selalu mendorong para taruna taruni dan semua civitas academica untuk gemar membaca.

NASIONAL | 19 November 2020

Hakim Ultimatum 2 Eks Sespri Irjen Napoleon Lantaran Ubah Keterangan di BAP

Dalam BAP Fransiscus menyebut Prasetijo menemui Napoleon dengan membawa paper bag pada 28 April 2020.

NASIONAL | 19 November 2020

Pemerintah Terus Dukung Wirausahawan Usaha Mikro

Program bantuan presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 2,4 juta kepada pelaku UMKM memberi hasil positif untuk mempertahankan bahkan mengembangkan usaha para pelakunya

NASIONAL | 19 November 2020

Identitas Jasad Ditemukan Tercor di Rumah Kontrakan Terungkap

Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka, antara lain cedera memar di dada serta sejumlah gigi rontok akibat pukulan benda tumpul.

NASIONAL | 19 November 2020

Warga Depok Geger Ditemukan Mayat Tercor di Rumah Kontrakan

Penemuan mayat ini pertama kali ditemukan sang pemilik kontrakan yang curiga melihat ubin kamar berbeda warna.

NASIONAL | 19 November 2020

Usut Pelanggaran Protokol Kesehatan, Polri: Bentuk Kehadiran Polisi

Mabes Polri menegaskan jika urusan penegakan protokol kesehatan Covid-19 bukan hanya urusan pemerintah daerah.

NASIONAL | 19 November 2020

KPK Sebut Kehadiran Stafsus untuk Gantikan Penasihat

Staf Khusus KPK gantikan fungsi penasehat KPK.

NASIONAL | 19 November 2020

Selama 2020, Kejari Jaksel Tuntut Mati 7 Pelaku Kejahatan Narkotika dan Pembunuhan Berencana

Dari 7 terdakwa yang dituntut hukuman mati, lima dikabulkan majelis hakim, dan 2 lainnya dihukum seumur hidup.

NASIONAL | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS