Fahri Hamzah: Isu Politik Dinasti Sengaja Diembuskan Rival Bobby Nasution
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.524 (-11.32)   |   COMPOSITE 6376.76 (-85.96)   |   DBX 1366.47 (-4.13)   |   I-GRADE 184.394 (-4.05)   |   IDX30 516.608 (-10.51)   |   IDX80 138.726 (-2.53)   |   IDXBUMN20 405.249 (-8.22)   |   IDXESGL 142.142 (-2.59)   |   IDXG30 145.757 (-3.33)   |   IDXHIDIV20 455.745 (-7.55)   |   IDXQ30 148.268 (-2.8)   |   IDXSMC-COM 300.72 (-2.17)   |   IDXSMC-LIQ 363.064 (-5.5)   |   IDXV30 136.038 (-1.55)   |   INFOBANK15 1074.63 (-26.5)   |   Investor33 444.938 (-9.47)   |   ISSI 184.203 (-2.63)   |   JII 631.94 (-13.58)   |   JII70 222.617 (-4.41)   |   KOMPAS100 1239.85 (-24.1)   |   LQ45 968.215 (-19.75)   |   MBX 1728.57 (-26.45)   |   MNC36 329.564 (-6.33)   |   PEFINDO25 328.624 (-5.07)   |   SMInfra18 313.805 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 378.364 (-8.61)   |  

Fahri Hamzah: Isu Politik Dinasti Sengaja Diembuskan Rival Bobby Nasution

Kamis, 19 November 2020 | 22:04 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JAS

Medan, Beritasatu.com - Politik identitas dan dinasti politik menjadi mainan segelintir oknum untuk menjegal elektabilitas Bobby Nasution yang kian memuncak. Isu itu sengaja diciptakan untuk memecah belah masyarakat menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Medan.

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah dalam diskusi bersama Ketua Umum Partai Gelura Anis Matta dan Bobby Nasution di Studio Kolabirasi Medan Berkah, menyebutkan, isu politik dinasti itu sengaja diembuskan rival Bobby Nasution.

"Kita ada di dalam negara yang berdemokrasi. Dalam demokrasi itu memberikan ruang untuk semua orang terlibat. Demokrasi menghapus tuduhan bahwa dinasti itu masih ada. Dalam demokrasi semua punya peluang. Ada wali kota anaknya bagus maka didukung dan seterusnya," ujar Fahri Hamzah, Kamis (19/11/2020) malam.

Fahri menambahkan, dalam proses demokrasi tidak bisa melarang siapapun maju dalam kontestasi pilkada. Selain tidak ada hukum yang dilanggar, undang-undang (UU) juga mengatur di dalamnya. Sebaliknya, kehadiran Bobby Nasution-Aulia Rahman dalam kontestasi pilkada di Medan, sudah pasti akan menguntungkan masyarakat.

"Keuntungan yang bakal diperoleh masyarakat di Medan karena Mas Bobby memiliki hubungan kedekatan dan bisa berkolaborasi dengan pemerintah pusat. Ini merupakan nilai plus dari pasangan Bobby-Aulia, yang mungkin tidak dimiliki pasangan calon lain dalam pilkada serentak di Indonesia," ungkapnya.

Menurutnya, kolaborasi daerah dengan pusat itu menjadi salah satu faktor penenti kemajuan pembangunan. Pemerintah kota itu jika main sendiri maka tidak akan sanggup memajukan daerah. Sehingga, perlu bantuan dari pusat. "Jika malah berantem sama pusat, efeknya infrastruktur Medan berantakan," ungkap Fahri Hamzah.

Bagi kubu tertentu yang antipemerintah pusat, Fahri Hamzah justru pesimistis akan mampu membenahi Kota Medan. Sebab, bagaimana kota perlu bantuan dari pemerintah pusat untuk pembangunan infrastruktur. "Itu yang anti pusat kalau pun menang bakal susah karena tak harmonis," kata Fahri.

Provokasi anti pemerintahan pusat di Pilkada Medan, kata Fahri, sebaiknya tidak usah ditanggapi. Masyarakat harus fokus untuk memenangkan pasangan Bobby Nasution dan Aulia Rachman. Dengan demikian, Kota Medan cepat dibenahi, dan mengejar ketertinggalan.

"Ini negara kesatuan bukan negara federal. Negara kesatuan itu pemerintahan pusat membentuk pemerintah daerah lewat UU. Kita harus bina hubungan baik dengan pemerintah pusat, gak bisa pemda buruk hubungan dengan pusat. Ini pilkada dibenturkan ke pusat, menang pun susah itu nanti. Masyarakat Medan jangan mau terprovokasi," pungkas Fahri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Berinovasi, Solusi Menjawab Tantangan Pandemi Covid-19

pada kondisi penuh ketidakpastian, inovator atau wirausahawan harus terpanggil untuk ikut serta dalam mengatasi perubahan situasi yang tidak hanya cepat namun juga kompleks

NASIONAL | 19 November 2020

Nadiem Luncurkan Bantuan Subsidi Upah untuk Guru Non-PNS

Mendikbud ‚ÄčNadiem Makarim meluncurkan subsidi upah untuk membantu ujung tombak pendidikan yang telah berjasa di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Wagub Sumut Turun Tangan Kampanye Bobby-Aulia

Musa Rajekshah sengaja mengajukan cuti, mulai Kamis (19/11/2020) hingga Sabtu (21/11/2020), khusus untuk mengampanyekan Bobby Nasution - Aulia Rachman.

NASIONAL | 19 November 2020

Peringati GIM, Perpustakaan PIP Semarang Bagikan Cendera Mata

Perpustakaan PIP Semarang selalu mendorong para taruna taruni dan semua civitas academica untuk gemar membaca.

NASIONAL | 19 November 2020

Hakim Ultimatum 2 Eks Sespri Irjen Napoleon Lantaran Ubah Keterangan di BAP

Dalam BAP Fransiscus menyebut Prasetijo menemui Napoleon dengan membawa paper bag pada 28 April 2020.

NASIONAL | 19 November 2020

Pemerintah Terus Dukung Wirausahawan Usaha Mikro

Program bantuan presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 2,4 juta kepada pelaku UMKM memberi hasil positif untuk mempertahankan bahkan mengembangkan usaha para pelakunya

NASIONAL | 19 November 2020

Identitas Jasad Ditemukan Tercor di Rumah Kontrakan Terungkap

Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka, antara lain cedera memar di dada serta sejumlah gigi rontok akibat pukulan benda tumpul.

NASIONAL | 19 November 2020

Warga Depok Geger Ditemukan Mayat Tercor di Rumah Kontrakan

Penemuan mayat ini pertama kali ditemukan sang pemilik kontrakan yang curiga melihat ubin kamar berbeda warna.

NASIONAL | 19 November 2020

Usut Pelanggaran Protokol Kesehatan, Polri: Bentuk Kehadiran Polisi

Mabes Polri menegaskan jika urusan penegakan protokol kesehatan Covid-19 bukan hanya urusan pemerintah daerah.

NASIONAL | 19 November 2020

KPK Sebut Kehadiran Stafsus untuk Gantikan Penasihat

Staf Khusus KPK gantikan fungsi penasehat KPK.

NASIONAL | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS