Kemdikbud: Data Penerima Subsidi Upah Guru Sudah Lengkap
Logo BeritaSatu

Kemdikbud: Data Penerima Subsidi Upah Guru Sudah Lengkap

Kamis, 19 November 2020 | 21:00 WIB
Oleh : Dina Fitri Anisa / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah akan segera menggelontorkan Rp 3,6 triliun untuk membantu perekonomian dua juta pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS melalui program Bantuan Subsidi Upah (BSU). Saat ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengaku sudah mengantongi data penerima bantuan secara lengkap.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemdikbud, Abdul Kahar. Menurutnya, untuk menyalurkan bantuan ini, pihaknya mengambil data penerima dari Info GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) dan PD Dikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi).

"Jadi sumber datanya sudah ada di pangkalan data kami. Semuanya sudah lengkap. Data yang kami tarik per 30 Juni 2020. Itu sama dengan Kemnaker yang menyalurkan bantuan dengan mengambil data per 30 Juni 2020. Sebab, ini satu nomenklatur BSU," terangnya dalam bincang sore Kemdikbud yang digelar secara virtual, Kamis (19/11/2020).

Kahar meyakini data yang diambil adalah valid. Sebab, data tersebut juga dicocokkan dengan data Kemnaker dan kartu prakerja untuk memastikan para guru dan tenaga kependidikan ini tidak menerima bantuan yang lain.

Meski begitu, ia mengakui terdapat beberapa kendala. Salah satunya adalah data yang digunakan Kemdikbud tidak bisa memastikan para guru dan tenaga kependidikan yang terdata bergaji di bawah Rp 5 juta. Sebab, bantuan ini tidak hanya diberikan kepada guru dan tenaga kependidikan honorer di sekolah negeri saja tapi juga swasta. Ia pun mengakui pihaknya tidak memiliki data penghasilan per individu.

"Kami sangat berharap sekiranya ada nama yang kami SK-kan lantas tidak sesuai dengan fakta, dalam artian berpenghasilan lebih dari Rp 5 juta, mohon untuk tidak diterima. Karena untuk penghasilan di bawah Rp 5 juta kami tidak punya kontrol," ucapnya.

Akibat kendala itu, Kemdikbud pun meminta surat pertanggungjawaban mutlak (SPTJM) untuk para calon penerima subsidi ini.

"Karena ada kalanya di sekolah (swasta) itu tidak semua memberikan keterbukaan, memasukkan di info Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Makanya kita minta SPTJM," lanjutnya.

Di saat tidak melakukan pencairan, maka BSU akan kembali kas negara. Batas pencairan rekening sendiri berakhir pada 30 Juni 2021.

Pemotongan Pajak
Dalam kesempatan itu, Kahar juga menyebut bahwa jumlah Rp 1,8 juta tidak sepenuhnya didapatkan oleh para guru honorer, dosen PTN atau PTS, dan tenaga kependidikan lainnya. Hal itu, kata dia, karena ada pemotongan dari sisi Pajak Penghasilan (PPh) yang didapatkan dari masing-masing penerima subsidi gaji.

"Setelah kami konsultasikan kepada Kementerian Keuangan (Kemkeu), karena nomenklatur atau kesepakatan bunyinya subsidi gaji, ada kata upah atau gaji itu, dengan sendirinya ada pajak," ucapnya.

Dia mengaku, besaran potongan pajak juga dibedakan menjadi dua, yakni potongan pajak bagi yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan 5% dan bagi yang tidak memiliki NPWP dikenakan 6%. Dia mengaku, tidak ada niat pemotongan bagi penerima subsidi gaji, karena pemotongan itu merupakan hal yang wajar dan sudah ada dalam aturannya.

"Ini pemotongan pajak, karena akan diberikan ke negara kembali," jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPR Apresiasi Kinerja Kemsos

Komisi VIII DPR mengapresiasi kinerja Kementerian Sosial (Kemsos) terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Media yang Bebas dan Bertanggung Jawab Kunci Lawan Covid-19

Selain mewujudkan sebuah demokrasi yang efektif, kebebasan media juga sangat diperlukan untuk menekan jumlah korban selama pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Fahri Hamzah: Isu Politik Dinasti Sengaja Diembuskan Rival Bobby Nasution

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menyebutkan isu politik dinasti itu sengaja diembuskan rival Bobby Nasution di Pilwalkot Medan.

NASIONAL | 19 November 2020

Berinovasi, Solusi Menjawab Tantangan Pandemi Covid-19

pada kondisi penuh ketidakpastian, inovator atau wirausahawan harus terpanggil untuk ikut serta dalam mengatasi perubahan situasi yang tidak hanya cepat namun juga kompleks

NASIONAL | 19 November 2020

Nadiem Luncurkan Bantuan Subsidi Upah untuk Guru Non-PNS

Mendikbud ‚ÄčNadiem Makarim meluncurkan subsidi upah untuk membantu ujung tombak pendidikan yang telah berjasa di masa pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Wagub Sumut Turun Tangan Kampanye Bobby-Aulia

Musa Rajekshah sengaja mengajukan cuti, mulai Kamis (19/11/2020) hingga Sabtu (21/11/2020), khusus untuk mengampanyekan Bobby Nasution - Aulia Rachman.

NASIONAL | 19 November 2020

Peringati GIM, Perpustakaan PIP Semarang Bagikan Cendera Mata

Perpustakaan PIP Semarang selalu mendorong para taruna taruni dan semua civitas academica untuk gemar membaca.

NASIONAL | 19 November 2020

Hakim Ultimatum 2 Eks Sespri Irjen Napoleon Lantaran Ubah Keterangan di BAP

Dalam BAP Fransiscus menyebut Prasetijo menemui Napoleon dengan membawa paper bag pada 28 April 2020.

NASIONAL | 19 November 2020

Pemerintah Terus Dukung Wirausahawan Usaha Mikro

Program bantuan presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) senilai Rp 2,4 juta kepada pelaku UMKM memberi hasil positif untuk mempertahankan bahkan mengembangkan usaha para pelakunya

NASIONAL | 19 November 2020

Identitas Jasad Ditemukan Tercor di Rumah Kontrakan Terungkap

Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka, antara lain cedera memar di dada serta sejumlah gigi rontok akibat pukulan benda tumpul.

NASIONAL | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS