Bertemu Irjen Napoleon, Pengusaha Tommy Sumardi Sempat Bawa Paper Bag
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 519.025 (-3.92)   |   COMPOSITE 6272.81 (-21.75)   |   DBX 1330.29 (-0.42)   |   I-GRADE 182.472 (-1.68)   |   IDX30 510.293 (-3.9)   |   IDX80 137.737 (-1.03)   |   IDXBUMN20 404.067 (-0.98)   |   IDXESGL 141.069 (-0.73)   |   IDXG30 145.194 (-2.06)   |   IDXHIDIV20 448.644 (-2.61)   |   IDXQ30 146.152 (-0.92)   |   IDXSMC-COM 292.826 (0.9)   |   IDXSMC-LIQ 361.358 (-1.22)   |   IDXV30 136.548 (-0.99)   |   INFOBANK15 1048.43 (-4.87)   |   Investor33 438.363 (-2.95)   |   ISSI 184.542 (-1.51)   |   JII 638 (-8.27)   |   JII70 224.272 (-2.33)   |   KOMPAS100 1230.76 (-10.05)   |   LQ45 959.21 (-8.49)   |   MBX 1703.46 (-6.83)   |   MNC36 324.477 (-2.15)   |   PEFINDO25 329.449 (-3.58)   |   SMInfra18 310.851 (-3.95)   |   SRI-KEHATI 373.532 (-2.89)   |  

Bertemu Irjen Napoleon, Pengusaha Tommy Sumardi Sempat Bawa Paper Bag

Kamis, 19 November 2020 | 16:26 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusaha Tommy Sumardi beberapa kali bertemu dengan Irjen Pol Napoleon selaku Kadiv Hubinter Polri terkait pengurusan penghapusan nama terpidana perkara pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri.

Dalam sebuah pertemuan, Tommy sempat membawa sebuah paper bag. Tommy diketahui didakwa sebagai perantara suap dari Joko Tjandra kepada Napoleon dan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri terkait pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice.

Pertemuan antara Tommy dan Napoleon dibeberkan Fransiscus Ario Dumais, mantan Sekretaris Pribadi Napoleon saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap penghapusan red notice Joko Tjandra di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Dalam kesaksiannya, Fransiscus menyebut Tommy sempat ikut saat Brigjen Prasetijo Utomo yang saat itu menjabat Kabiro Kordinator Pengawas PPNS bertemu dengan Napoleon. Pertemuan ketiga orang tersebut terjadi dua kali, yakni pada awal April 2020 dan Mei 2020.

“Ada seingat saya dua kali (Prasetijo menghadap Napoleon) bersama pak Tommy (Tommy Sumardi),” kata Fransiscus, Kamis (19/11/2020).

Menurut Fransiscus, Tommy juga sempat menemui Irjen Napoleon beberapa kali tanpa dihadiri Brigjen Prasetijo. Tommy mendatangi Napoleon pada 16 April 2020, kemudian 28 April 2020.

“Pak Tommy datang sendiri tapi tidak sempat ketemu karena Pak Napoleon rapat di ruang kerja tapi sempat menunggu di ruang sespri. Tanggal 29 April, Pak Tommy datang sendiri pada saat itu tidak sempat bertemu juga beliau datang ingin bertemu,” kata Fransiscus.

Dalam pertemuan pada 16 April dengan Napoleon, Fransiscus menyebut Tommy membawa sebuah paper bag. Namun, setelah pertemuan, Fransiscus menyebut Tommy tak lagi membawa paper bag tersebut.

Paper bag, dibawa Pak Tommy, dibawa ke Kadiv (Irjen Napoleon). (Setelah keluar) paper bag tidak bawa lagi,” katanya.

Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa pengusaha Tommy Sumardi menjadi perantara suap dari terpidana dan buronan perkara cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra kepada Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri sebesar SGD 200 ribu dan USD 270 ribu.

Selain itu, Tommy juga menjadi perantara suap Joko Tjandra kepada Brigjen Prasetijo Utomo senilai USD 150 ribu. Suap tersebut diberikan Djoko Tjandra kepada Napoleon dan Prasetijo untuk menghapus nama Djoko Tjandra dalam daftar red notice Interpol Polri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Draf RUU Pemilu Akan Diperbaiki

Berdasarkan aspek teknis, hasil kajian Tim Ahli Baleg menyebut terdapat 177 pasal dari 741 pasal dalam RUU Pemilu yang memuat alternatif norma.

NASIONAL | 19 November 2020

Rotasi Jabatan Kanwilkumham Banten Dipertanyakan

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) telah melakukan rotasi dan perombakan di sejumlah posisi kantor wilayah.

NASIONAL | 19 November 2020

Anis Matta dan Fahri Hamzah Apresiasi Tekad Bobby Benahi Birokrasi

Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), jauh tertinggal dari kota besar lain dan mempunyai banyak masalah, merupakan bukti dari kegagalan pemimpin sebelumnya.

NASIONAL | 19 November 2020

Sahroni: Perubahan Struktur KPK Patut Didukung

Terdapat sekitar 19 posisi atau jabatan baru yang sebelumnya tidak ada dalam struktur KPK.

NASIONAL | 19 November 2020

TNI Tidak Pernah Perintahkan Turunkan Baliho Rizieq Syihab

Kalaupun ada prajurit TNI di lapangan yang menertibkan spanduk ataupun baliho, tentunya akan dilakukan bersama kepolisian.

NASIONAL | 19 November 2020

Kemdikbud: Data Penerima Subsidi Upah Guru Sudah Lengkap

Kemdikbud mengambil data penerima dari Info GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) dan PD Dikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi).

NASIONAL | 19 November 2020

DPR Apresiasi Kinerja Kemsos

Komisi VIII DPR mengapresiasi kinerja Kementerian Sosial (Kemsos) terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Media yang Bebas dan Bertanggung Jawab Kunci Lawan Covid-19

Selain mewujudkan sebuah demokrasi yang efektif, kebebasan media juga sangat diperlukan untuk menekan jumlah korban selama pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Fahri Hamzah: Isu Politik Dinasti Sengaja Diembuskan Rival Bobby Nasution

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah, menyebutkan isu politik dinasti itu sengaja diembuskan rival Bobby Nasution di Pilwalkot Medan.

NASIONAL | 19 November 2020

Berinovasi, Solusi Menjawab Tantangan Pandemi Covid-19

pada kondisi penuh ketidakpastian, inovator atau wirausahawan harus terpanggil untuk ikut serta dalam mengatasi perubahan situasi yang tidak hanya cepat namun juga kompleks

NASIONAL | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS