5 Eks Pejabat PT Waskita Karya Segera Diadili Atas Korupsi Proyek Fiktif
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 479 (0)   |   COMPOSITE 5975 (0)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1396 (0)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 167 (0)   |   IDX30 473 (0)   |   IDX80 128 (0)   |   IDXBASIC 1245 (0)   |   IDXBUMN20 361 (0)   |   IDXCYCLIC 739 (0)   |   IDXENERGY 741 (0)   |   IDXESGL 130 (0)   |   IDXFINANCE 1328 (0)   |   IDXG30 133 (0)   |   IDXHEALTH 1274 (0)   |   IDXHIDIV20 418 (0)   |   IDXINDUST 965 (0)   |   IDXINFRA 871 (0)   |   IDXMESBUMN 102 (0)   |   IDXNONCYC 739 (0)   |   IDXPROPERT 876 (0)   |   IDXQ30 136 (0)   |   IDXSMC-COM 280 (0)   |   IDXSMC-LIQ 334 (0)   |   IDXTECHNO 3334 (0)   |   IDXTRANS 1040 (0)   |   IDXV30 127 (0)   |   INFOBANK15 957 (0)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 408 (0)   |   ISSI 176 (0)   |   JII 579 (0)   |   JII70 205 (0)   |   KOMPAS100 1135 (0)   |   LQ45 890 (0)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1594 (0)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 303 (0)   |   PEFINDO25 295 (0)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (0)   |   SRI-KEHATI 342 (0)   |   TRADE 872 (0)   |  

5 Eks Pejabat PT Waskita Karya Segera Diadili Atas Korupsi Proyek Fiktif

Kamis, 19 November 2020 | 16:58 WIB
Oleh : Fana F Suparman / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait pelaksanaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk. Dengan demikian, lima orang pejabat atau mantan pejabat PT Waskita Karya yang menjadi tersangka kasus tersebut bakal segera duduk di kursi terdakwa Pengadilan Tipikor Jakarta untuk diadili.

Kelima orang itu, yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; mantan Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Saat kasus korupsi ini terjadi, Desi Arryani menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, Jarot Subana selaku Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya, sementara Fakih Usman sebagai Kepala Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Plt Jubir KPK, Ali Fikri mengatakan, berkas penyidikan kelima tersangka telah dinyatakan lengkap atau P21. Untuk itu, tim penyidik melimpahkan berkas perkara, barang bukti dan kelima tersangka ke tahap penuntutan atau tahap II.

“Hari ini (19/11/2020) setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) selanjutnya Penyidik melaksanakan tahap II atau penyerahan Tersangka dan barang bukti kepada JPU dalam perkara dugaan TPK terkait pelaksanaan sub kontraktor fiktif pada proyek2 yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk, dengan para Terdakwa yakni Yuly Ariandi Siregar, Desi Arryani, Fakih Usman, Jarot Subana, Fathor Rachman,” kata Ali dalam keterangannya, Kamis (19/11/2020).

Dengan pelimpahan ini, penahanan kelima orang tersebut menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum selama 20 hari terhitung sejak tanggal 19 November 2020 sampai dengan 8 Desember 2020, yang tempat penahanannya di rutan yang sama saat dilakukan penahanan pertama oleh Penyidik. Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap kelima pejabat atau mantan pejabat Waskita Karya. Nantinya surat dakwaan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan.

“Persidangan akan dilaksanakan di PN Tipikor Jakarta Pusat,” kata Ali.

Dalam merampungkan proses penyidikan kasus ini, tim penyidik KPK telah memeriksa sekitar 125 orang saksi. Ratusan saksi itu terdiri dari pejabat dan pihak internal Waskita Karya dan pihak swasta.

“Selama proses penyidikan,telah diperiksa 215 saksi yang diantaranya sejumlah pejabat dari pihak internal di PT Waskita Karya dan pihak swasta,” katanya.

Kasus dugaan korupsi ini bermula dari keputusan Desi Arryani pada 2009 atau saat menjabat sebagai Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk untuk menyepakati pengambilan dana dari perusahaan BUMN tersebut melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II.

Dalam rangka melaksanakan keputusannya tersebut, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait penentuan subkontraktor, besaran dana dan lingkup pekerjaannya. Selanjutnya, kelima tersangka melengkapi dan menandatangani dokumen kontrak dan dokumen pencairan dana terkait dengan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut. Kemudian pada tahun 2011, Desi mendapatkan promosi menjadi Direktur Operasional PT. Waskita Karya (Persero) Tbk.

Fathor Rachman juga dipromosikan menjadi Kepala Divisi III/Sipil/II menggantikan Desi. Atas permintaan dan sepengetahuan dari kelima tersangka, kegiatan pengambilan dana milik PT. Waskita Karya melalui pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut, dilanjutkan, dan baru berhenti pada tahun 2015.

Seluruh dana yang terkumpul dari pembayaran terhadap pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut selanjutnya digunakan oleh pejabat dan staf pada Divisi III/Sipil/II PT. Waskita Karya (Persero) untuk membiayai pengeluaran di luar anggaran resmi PT Waskita Karya (Persero), seperti pembelian peralatan yang tidak tercatat sebagai aset perusahaan, pembelian valuta asing, pembayaran biaya operasional bagian pemasaran, pemberian fee kepada pemilik pekerjaan (bowheer) dan subkontraktor yang dipakai, pembayaran denda pajak perusahaan subkontraktor, serta penggunaan lain oleh pejabat dan staf Divisi III/Sipil/II.

Selama periode 2009-2015, setidaknya ada 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek yang dikerjakan oleh Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Sedangkan perusahaan subkontraktor yang digunakan untuk melakukan pekerjaan fiktif tersebut adalah PT Safa Sejahtera Abadi, CV. Dwiyasa Tri Mandiri, PT. MER Engineering dan PT Aryana Sejahtera.

Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigatif dalam Rangka Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) total kerugian keuangan negara yang timbul dari kegiatan pelaksanaan pekerjaan subkontraktor yang diduga fiktif tersebut sekitar Rp 202 miliar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jaga Netralitas ASN, Zudan Usulkan Redesain Sistem Karier

Zudan Arif Fakrulloh mengemukakan netralitas ASN selalu menjadi isu yang mencuat setiap kali ada pilkada sehingga perlu redesain sistem karier.

NASIONAL | 19 November 2020

Bertemu Irjen Napoleon, Pengusaha Tommy Sumardi Sempat Bawa Paper Bag

Tommy Sumardi sempat membawa sebuah paper bag.

NASIONAL | 19 November 2020

Draf RUU Pemilu Akan Diperbaiki

Berdasarkan aspek teknis, hasil kajian Tim Ahli Baleg menyebut terdapat 177 pasal dari 741 pasal dalam RUU Pemilu yang memuat alternatif norma.

NASIONAL | 19 November 2020

Rotasi Jabatan Kanwilkumham Banten Dipertanyakan

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemkumham) telah melakukan rotasi dan perombakan di sejumlah posisi kantor wilayah.

NASIONAL | 19 November 2020

Anis Matta dan Fahri Hamzah Apresiasi Tekad Bobby Benahi Birokrasi

Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), jauh tertinggal dari kota besar lain dan mempunyai banyak masalah, merupakan bukti dari kegagalan pemimpin sebelumnya.

NASIONAL | 19 November 2020

Sahroni: Perubahan Struktur KPK Patut Didukung

Terdapat sekitar 19 posisi atau jabatan baru yang sebelumnya tidak ada dalam struktur KPK.

NASIONAL | 19 November 2020

TNI Tidak Pernah Perintahkan Turunkan Baliho Rizieq Syihab

Kalaupun ada prajurit TNI di lapangan yang menertibkan spanduk ataupun baliho, tentunya akan dilakukan bersama kepolisian.

NASIONAL | 19 November 2020

Kemdikbud: Data Penerima Subsidi Upah Guru Sudah Lengkap

Kemdikbud mengambil data penerima dari Info GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) dan PD Dikti (Pangkalan Data Pendidikan Tinggi).

NASIONAL | 19 November 2020

DPR Apresiasi Kinerja Kemsos

Komisi VIII DPR mengapresiasi kinerja Kementerian Sosial (Kemsos) terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) di tengah pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020

Media yang Bebas dan Bertanggung Jawab Kunci Lawan Covid-19

Selain mewujudkan sebuah demokrasi yang efektif, kebebasan media juga sangat diperlukan untuk menekan jumlah korban selama pandemi Covid-19.

NASIONAL | 19 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS