Mendes PDTT: Desa Penentu Kemajuan Bangsa
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-0.05)   |   COMPOSITE 6389.83 (-37.46)   |   DBX 1207.48 (3.08)   |   I-GRADE 186.044 (-1.17)   |   IDX30 536.499 (-2.63)   |   IDX80 144.214 (-1.01)   |   IDXBUMN20 435.358 (-7.09)   |   IDXESGL 149.259 (-0.13)   |   IDXG30 145.988 (-0.98)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-2.76)   |   IDXQ30 152.642 (-0.59)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-3.07)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-3.96)   |   IDXV30 148.997 (-0.75)   |   INFOBANK15 1075.9 (-5.89)   |   Investor33 460.647 (-1.35)   |   ISSI 189.211 (-0.9)   |   JII 668.85 (-4.09)   |   JII70 234.095 (-1.52)   |   KOMPAS100 1287.09 (-6.92)   |   LQ45 998.257 (-5.79)   |   MBX 1767.88 (-12.62)   |   MNC36 340.661 (-1.09)   |   PEFINDO25 338.558 (-1.47)   |   SMInfra18 329.085 (-2.93)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-0.78)   |  

Mendes PDTT: Desa Penentu Kemajuan Bangsa

Sabtu, 21 November 2020 | 19:08 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Pangkalpinang, Beritasatu.com - Menurut Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, menjadikan desa sebagai pusat pembangunan bisa mempercepat pembangunan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Hal tersebut disampaikan Mendes PDTT saat memberikan pidato pada Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Kantor DPRD Babel, Sabtu (21/11/2020). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Provinsi Kepulauan Babel ke-20.

“Kenapa desa? Karena mayoritas wilayah pembangunan berada di perdesaan," kata Gus Menteri, sapaan akrabnya.

Dirinya menuturkan, saat ini terdapat 514 kabupaten/kota yang terdiri atas 74.953 desa dan 8.430 kelurahan. Sebanyak 12,06% kabupaten tergolong daerah tertinggal.

"Meskipun menduduki wilayah yang luas, namun konsumsi rumah tangga perdesaan Rp 1.711 triliun hanya berkontribusi 14% dari total konsumsi rumah tangga nasional, yang mencapai Rp 8.269 triliun," kata Gus Menteri.

Menurut Gus Menteri, implementasi Undang-Undang Nomor 6 tahun 2014 tentang Desa merupakan komitmen bersama untuk mewujudkan pembangunan yang merata dan berkeadilan. Dana desa yang disalurkan ke rekening desa juga terus mengalami peningkatan.

Pada tahun 2015, pemerintah menyalurkan Rp 20,67 triliun dana desa. Angka ini kemudian meningkat menjadi Rp 46,98 triliun di tahun berikutnya. Kemudian di tahun 2017 dan 2018, masing-masing dana desa mencapai Rp 60 triliun. Dana desa di tahun 2019 sebesar Rp 70 triliun.

Di tahun 2020, lanjut Gus Menteri, telah dianggarkan sebesar Rp 71,19 triliun dan telah tersalur ke rekening desa sebesar Rp 61,64 triliun. Tahun depan, dana desa direncanakan sebesar Rp 72 triliun.

Gus Menteri menjelaskan, penggunaan dana desa tersebut telah membangun infrastruktur dasar dalam jumlah yang sangat besar dan masif, yang sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar dan membantu kegiatan ekonomi di desa. Dana desa juga membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.

Hal ini ditunjukkan dari menurunnya indeks gini ratio pengukur ketimpangan perdesaan dari 0,34 di tahun 2014 menjadi 0,317 di Maret 2020.

Dana desa, lanjut Gus Menteri, juga membangun ketahanan desa dalam menghadapi krisis.

Persentase tingkat kemiskinan di desa pada Maret 2020 sebesar 12,82%, turun 0,03% persen dari Maret 2019 yang mencapai 12,85%. Sementara itu, tingkat kemiskinan di wilayah kota justru meningkat dari 6,69% menjadi 7,38 persen.

“Hadirin yang kami hormati, menyitir pernyataan Bung Hatta, 'Indonesia tidak akan besar karena obor di Jakarta, tapi Indonesia akan bercahaya karena lilin-lilin di desa',” ucapnya.

Lebih lanjut, Gus Menteri menegaskan desa merupakan kunci kemajuan daerah dan penentu kemajuan sebuah bangsa. Tidak tepat jika pemerintah daerah mengesampingkan pembangunan desa dan menomorduakan warga desa.

Aktivitas pembangunan daerah, tambahnya, juga harus berdampak langsung pada desa dan berimplikasi pada peningkatan kualitas hidup warga desa.

“Mulai hari ini, saya mengajak kita semua untuk menjadikan desa sebagai arus utama dalam perencanaan pembangunan daerah. Kita curahkan energi yang ada untuk membantu akselerasi desa mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) Desa,” jelasnya.

Gus Menteri menilai SDGs Desa bisa mewujudkan pembangunan desa baik yang dilakukan oleh pemerintah desa, maupun intervensi yang dilakukan supra desa lebih terfokus dan sesuai dengan kondisi riil desa.

Tercapainya SDGs Desa juga akan berkontribusi 74% pada pencapaian SDGs Nasional. Sebab dari aspek kewilayahan, setidaknya 91% wilayah Indonesia merupakan pedesaan dan 11 SDGs berkaitan erat dengan kewilayahan desa. Dari aspek kependudukan, 43% penduduk Indonesia ada di desa dan ada 6 SDGs berkaitan erat dengan warga desa.

“Masa depan Indonesia bergantung pada masa depan desa-desa di seluruh Indonesia. Kalau menginginkan Indonesia berdaulat, maju, adil dan makmur, maka harus dimulai dari desa. Desa masa depan Indonesia," tutup Gus Menteri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Korlantas Polri Siap Gelar IT Road Safety Expo 2020

Korlantas Polri akan menyelenggarakan kegiatan IT Road Safety Expo 2020 pada 24 – 26 November 2020 di Aula Djajoesman, Korlantas Polri, Jakarta.

NASIONAL | 21 November 2020

Antisipasi Longsor Susulan Cianjur Selatan, Puluhan Jiwa Diungsikan

Sebanyak puluhan jiwa dari 10 kepala keluarga warga Desa Sukarame diungsikan guna mengantisipasi terjadinya longsor susulan.

NASIONAL | 21 November 2020

PDIP Sebut Arek-Arek Surabaya akan Lawan Politik Pecah Belah

PDIP akan hadapi politik pecah belah di Surabaya.

NASIONAL | 21 November 2020

Jalur Tertutup Longsor di Cianjur Berhasil Dibuka Petugas Gabungan

Longsor di perbatasan Kecamatan Sukanagara dengan Pagelaran sempat memutus lalu lintas di kawasan tersebut selama 24 jam.

NASIONAL | 21 November 2020

Menpora Minta Sumut Sport Center Disiapkan untuk Olimpiade 2032

Menpora Zainudin Amali meminta pembangunan Sumut Sport Center berstandar internasional agar kelak bisa digunakan sebagai venue Olimpiade 2032.

NASIONAL | 21 November 2020

Kemparekraf Tingkatkan Informasi Publik untuk Gelorakan Pariwisata

Media sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat perlu ditingkatkan fungsinya agar pariwisata bisa kembali bergeliat lagi.

NASIONAL | 21 November 2020

Tinjau Venue PON XXI 2024 di Sumut, Ini Pesan Menpora

Menpora berharap Sumut Sport Center memperhatikan segi pemeliharaan pasca penyelenggaraan PON.

NASIONAL | 21 November 2020

FPB Dorong Aparat Tegas kepada Kelompok Radikal Ancam Persatuan Bangsa

Ketua Umum FPB Ades Kariadi mendorong pangdam dan kapolda seluruh Indonesia kompak mengawal wilayahnya dari upaya kelompok radikal pemecah belah rakyat.

NASIONAL | 21 November 2020

Kemdagri: FPI Ormas Tidak Terdaftar

Kapuspen Kemdagri Benni Irwan mengemukakan Front Pembela Islam (FPI) sebagai organisasi massa (ormas) yang tidak terdaftar di Kemdagri.

NASIONAL | 21 November 2020

Polda Jawa Barat Tegaskan Tidak Izinkan Acara Pemicu Kerumunan

Polda Jawa Barat menegaskan tak bakal mengizinkan acara yang menyebabkan kerumunan.

NASIONAL | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS