Vaksin Terbukti Manjur untuk Mencegah Penyakit Tertentu
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Vaksin Terbukti Manjur untuk Mencegah Penyakit Tertentu

Minggu, 22 November 2020 | 08:21 WIB
Oleh : Kunradus Aliandu / KUN

Jakarta, Beritasatu.com - Vaksin ditemukan oleh Edward Jenner pertama kali pada 1796 untuk mengobati penyakit cacar (smallpox). Sejak saat itu vaksin terus dikembangkan karena diakui dan terbukti dapat mencegah penyakit yang disebabkan oleh virus atau bakteri tertentu. Vaksin sendiri adalah antigen atau zat aktif pada virus dan bakteri yang apabila disuntikkan, dapat menimbulkan reaksi sistem kekebalan tubuh untuk melawan virus atau penyakit tersebut.

“Jadi kalau vaksin itu adalah zatnya. Proses pemasukkannya ke dalam tubuh disebut vaksinasi. Imunisasi adalah reaksi dari tubuh kita setelah mendapatkan vaksin. Badan akan dirangsang untuk membentuk anti bodi pada sistem kekebalan tubuh. Selain anti bodi, badan akan menghasilkan sel memori, jadi sistem kekebalan kita bisa memproduksi anti bodi untuk segala macam penyakit yang tidak baik,” jelas Prof. Dr. dr. Cissy Rachiana Sudjana, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran pada acara dialog 'Mendalami Vaksin dan Imunisasi', yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), baru-baru ini.

Ia mengatakan, dampak imunisasi terhadap turunnya penularan penyakit tercatat sangat besar. Beberapa vaksin berhasil menekan penyebaran penyakit tertentu seperti haemophilus influenza, radang paru, penyakit gondok, rubella, hingga tifus. Semua penyakit tersebut menurun jumlah penularannya, seiring dengan dilakukannya imunisasi.Masyarakat juga tidak perlu ragu dengan keamanan vaksin. Jaminan keamanan vaksin terus dilakukan pada tiap fase uji klinis, sehingga produk akhirnya dipastikan aman, efektif, dan berkhasiat.

Pada tahap awal, produsen vaksin mengidentifikasi dahulu calon vaksin yang hendak dibuat. Calon vaksin yang terpilih adalah yang mampu menghasilkan zat antibodi terbaik. Saat sudah aman dan menghasilkan zat antibodi yang kuat, terutama pada uji pra klinis yang diujicobakan pada hewan, barulah pengujian diteruskan ke uji klinis pada manusia. Fase uji klinis pada manusia terbagi menjadi tiga tahap. Pada fase I dimaksudkan untuk menguji keamanan dan ke-efektifannya.

“Fase I ditujukan untuk menguji respons imun pada sekelompok orang dengan jumlah di bawah 100. Ketika fase I aman dan efektif, maka dilanjutkan ke fase II untuk diuji keamanan dan efikasinya lebih jauh lagi pada jumlah subyek 400-600 orang. Apabila fase II sudah aman, bisa lanjut ke fase III untuk mengetahui apakah ada efek samping yang jarang terjadi yang biasanya muncul saat diujikan ke jumlah subyek yang mencakup ribuan atau puluhan ribu orang. Setelah melalui uji klinis fase III dan tidak terdapat efek samping, maka vaksin tersebut ditetapkan aman, efektif, dan berkhasiat,” terang dr. Cissy Rachiana.

Lebih lanjut, dr. Cissy Rachiana juga menjelaskan pada fase III biasanya pengujian vaksin dilakukan di beberapa negara (multi center). Fungsinya untuk mengukur efektivitas serta efikasinya. Efikasi merupakan langkah observasi untuk mengetahui besaran daya perlindungan vaksin terhadap infeksi. Setelah melewati fase-fase tersebut, regulator yang dalam hal ini BPOM di Indonesia, bisa menerbitkan izin edar setelah mempelajari data-data uji klinis tersebut. Survei keamanan vaksin terus dilakukan termasuk saat vaksin sudah digunakan secara resmi. Ini yang disebut fase IV atau post marketing study.

Tidak seperti halnya vaksin lain yang pengembangannya perlu waktu bertahun-tahun, vaksin Covid-19 relatif singkat pengembangannya sekitar 12-18 bulan, karena telah mendapat izin dari para ilmuwan dan regulator. Untuk mempersingkat pengujian, uji klinik fase I dan II dilakukan berbarengan namun tetap mengutamakan faktor keamanan.

Selain itu, imunisasi penting untuk mencegah penyakit, kecacatan, hingga kematian, juga dapat mencegah penularan penyakit ke lingkungan sosial yang lebih luas lagi. Konsep inilah yang disebut herd immunity atau imunitas populasi, yakni saat sebagaian besar populasi diimunisasi. Besaran cakupannya tergantung kemampuan penularan virus atau bakteri. Makin cepat penularannya, makin membutuhkan cakupan yang besar.“Jadi, kalau banyak orang di sekeliling kita diimunisasi, yang tidak bisa mendapatkan imunisasi karena berbagai sebab seperti, ada penyakit, terlalu muda untuk diimunisasi, atau tidak mendapat akses ke vaksin, jadi ikut terproteksi,” ujar dr. Cissy Rachiana.

Untuk Covid-19 diperkirakan kecepatan penularannya atau reproductive number (Ro) mencapai 2 hingga 5 kali. Dengan daya penularan sebesar itu, imunisasi Covid-19 harus tercapai 60-70% dari populasi agar tercipta herd immunity.“Saya mengharapkan semua masyarakat terutama media yang bisa memberikan edukasi, untuk mengedukasi masyarakat kita bahwa vaksin adalah cara paling efektif untuk menurunkan kesakitan, kematian dan juga kecacatan. Biayanya juga paling cost effective. Kita lakukan demi Indonesia, semoga anak-anak kita bisa sehat dengan imunisasi yang sesuai dengan ketentuan.” tutup dr. Cissy Rachiana.



Sumber: PR


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Ati-Sodikhin Soroti Isu Pengangguran di Cilegon

Di tahun 2019 tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Cilegon sebsear 9,64% dan di tahun 2020 meningkat menjadi 12,69%.

NASIONAL | 22 November 2020

Gempa Magnitudo 5 Getarkan Bengkulu

Gempa tersebut dirasakan dalam skala MMI III-IV di Kota Bengkulu dan skala II di Kepahiang

NASIONAL | 22 November 2020

Jatim Ajukan Diri jadi Tuan Rumah MTQ 2024

Jawa Timur mengajukan diri sebagai tuan rumah gelaran Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Nasional pada tahun 2024.

NASIONAL | 21 November 2020

Tokoh Papua: Pemekaran Wilayah Permudah Pelayanan Kesehatan

Keterbatasan sarana dan jarak yang jauh menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan.

NASIONAL | 21 November 2020

Lurah Petamburan, Titik Awal Tracing Kerumunan Rizieq

Lurah Petamburan menghadiri acara Maulid Nabi serta hadir di resepsi pernikahan putri Rizieq, Sabtu (14/11/2020).

NASIONAL | 21 November 2020

Lulusan IBS Diharapkan Berkiprah di Dunia Usaha dan Keuangan

Lulusan IBS diharapkan semakin melebarkan sayapnya berkiprah di dunia keuangan, dan usaha.

NASIONAL | 21 November 2020

Tegakkan Protokol Kesehatan, Polresta Surakarta Bubarkan Aksi Tolak Rizieq

Polresta Surakarta secara tegas akan menindak bagi semua masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, dan berkerumun.

NASIONAL | 21 November 2020

Undang 2.000 Orang, Resepsi Pernikahan di 50 Kota Dihentikan Polisi

Polisi menghentikan resepsi pernikahan anak Kalaksa BPBD Kabupaten 50 Kota yang digelar di gedung Serbaguna Politeknik Pertanian Payakumbuh Kenagarian Koto Tuo.

NASIONAL | 21 November 2020

Ini Alasan Golkar Ingin Menangkan Bobby-Aulia

Partai Golkar sebagai salah satu partai pengusung Bobby Nasution-Aulia Rachman di Pilwalkot Medan, mengaku mempunyai alasan khusus memilih pasangan ini.

NASIONAL | 21 November 2020

Menkop UKM Apresiasi TDA dan Malang Strudel yang Terus Dukung UMKM Lokal

Menkop UKM Teten Masduki mengapresiasi langkah Malang Strudel yang benar-benar mendukung produk UMKM di Malang Raya.

NASIONAL | 21 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS