Ekonom USU Ungkap Penyebab Investor Enggan Masuk Medan Sejak 2016
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekonom USU Ungkap Penyebab Investor Enggan Masuk Medan Sejak 2016

Minggu, 22 November 2020 | 11:32 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Ekonom Universitas Sumatera Utara (USU), Wahyu Pratomo mengungkapkan, iklim investasi di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), sangat buruk sejak tahun 2016. Saat itu, Medan dipimpin pasangan HT Dzulmi Eldin dan Akhyar Nasution sebagai wali kota dan wakil wali Kota Medan.

"Pola kepemimpinan pasangan ini tergolong tidak ramah terhadap iklim investasi. Kondisi ini membuat para pemodal semakin enggan masuk ke Medan untuk mengembangkan usaha," ujar Wahyu Pratomo di Medan, Minggu (22/11/2020).

Wahyu mengatakan, tolak ukur iklim investasi terlihat dari incremental capital-output ratio (ICOR) di ibu kota Sumut tersebut. ICOR, kata Wahyu, adalah indikator yang menunjukkan besaran modal untuk menghasilkan satu output.

Misalnya, ICOR=5 maka perlu Rp 5 juta untuk 1 output atau produksi barang. Kalau ICOR=7, itu artinya perlu investasi Rp 7 juta untuk satu output. Makin besar ICOR, maka semakin tidak efisien.

"Makin tinggi ICOR satu kota, maka pengusaha akan keluar lebih banyak modal untuk jajaki sebuah usaha. Investasi itu kan adalah jumlah uang yang dibelanjakan oleh pengusaha," ungkapnya.

Wahyu menyebutkan, ICOR Kota Medan, dari data 2019 lalu, sudah mencapai 7,2. Bandingkan dengan kota lainnya, misalnya Bandung (5,0), Surabaya (5,1) dan Makasar (6,0).

"Kota - kota lain itu cenderung turun ICOR-nya. Artinya, pemerintah masing-masing daerah iti sudah semakin baik mengelola kotanya," tambah Wahyu.

Ironisnya, tukas dia pula, di Medan indeks ICOR malah semakin tinggi. "Medan tahun 2016 itu sekitar 6,50 dan terus naik sampai 2019. Harusnya yang ideal itu di angka 4.0 hingga 5.0," lanjut Wahyu.

Bagaimana cara menurunkan indeks ICOR agar investor mau beramai-ramai datang berinvestasi di Kota Medan? Wahyu menjelaskan, masuknya investasi maka tentu akan menambah pendapatan asli daerah (PAD) hingga menyerap tenaga kerja.

"Cara menurunkan ICOR itu sudah banyak dilakukan oleh pemerintah daerah lainnya. Misal, mempermudah perizinan, tidak ada lagi biaya-biaya pungli, sarana-prasarana yang diperlukan pelaku usaha terpenuhi," kata Wahyu.

Dari yang dia simak pada debat pertama, 7 November 2020 lalu, dan debat kedua pada Sabtu (21/11/2020) malam, salah satu cara menekan ICOR sudah masuk dalam program visi misi Bobby Nasution, Calon Wali Kota Medan Nomor Urut 2.

"Mal pelayanan publik yang bakal dibangun Bobby Nasution salah satunya untuk mengurangi biaya perizinan kan?" kata Wahyu.

Menurutnya, perlu ada koordinasi yang kuat dalam bentuk kolaborasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).

"Jadi, bukan menonjolkan egosentris masing-masing OPD, seperti yang terjadi di Medan," ujarnya. Egosentris masing-masing OPD, membuat perizinan di Medan masih terpencar-pencar.

"Seolah di Medan ini tidak ada kepemimpinan," pungkas Wahyu.

Sebagaimana telah diungkap Bobby Nasution dalam berbagai kesempatan, solusi untuk menurunkan indeks ICOR adalah dengan mereformasi birokrasi. Di antaranya, membangun mall pelayanan publik.

Wahyu meyakini, suatu waktu Kota Medan akan memiliki bangunan terpadu yang di dalamnya bisa dilakukan segala macam bentuk pengurusan. Mulai dari perizinan, urusan kependudukan hingga perpajakan.

"Bangunannya nyaman, bagus, dingin. Masyarakat datang tak punya KTP, pulang langsung bawa KTP. Siap dengan cepat tanpa birokrasi yang ribet. Sekarang sudah zaman digital, kita akan manfaatkan itu di Medan," kata Bobby.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 

BERITA LAINNYA

Satgas Akan Tagih Utang BLBI Secara Bertahap hingga 2023

Satgas BLBI akan terus melakukan penagihan utang baik dalam bentuk tanah, uang, maupun pengakuan secara bertahap hingga tahun 2023.

NASIONAL | 21 September 2021


Mahfud MD: Satgas BLBI Telah Identifikasi Aset Tanah 15,2 Juta Ha

Satgas BLBI sudah mengidentifikasi tanah 15,2 juta ha, di antaranya 5,2 juta hektare di lima kota sudah berhasil dikuasai.

NASIONAL | 21 September 2021

Pakar Hukum JE Sahetapy Meninggal

Pakar hukum pidana Prof JE Sahetapy, Selasa (21/9/2021), meninggal dunia di Surabaya.

NASIONAL | 21 September 2021

Menag: Santri Aset Luar Biasa yang Dimiliki Indonesia

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, santri adalah aset luar biasa yang dimiliki Indonesia.

NASIONAL | 21 September 2021

Anggota DPRD Surabaya Sambut Positif Kebijakan PPKM Izinkan Anak Masuk Mal

Anak di bawah 12 tahun boleh masuk mal sebagaimana aturan PPKM level 2-4 dari 21 September hingga 4 Oktober 2021.

NASIONAL | 21 September 2021

IPW: Surat Terbuka Junior Tumilaar di Luar Pakem TNI

Tindakan Brigjen Junior Tumilaar yang membuat surat terbuka adalah suatu tindakan yang sangat di luar pakem TNI.

NASIONAL | 21 September 2021

Prof JE Sahetapy Berpulang, Dunia Hukum Indonesia Kehilangan Sosok Hebat

Almarhum merupakan salah satu pakar hukum yang sangat konsisten terkait ancaman hukuman mati terhadap pembunuhan berencana.

NASIONAL | 21 September 2021

Kontak Senjata dengan KKB di Kiwirok Papua, 1 Prajurit TNI Gugur

Dandim 1715 Yahukimo Letkol Inf Kristian Irreuw membenarkan korban meninggal saat baku tembak dengan KKB pimpinan Lamek Taplo.

NASIONAL | 21 September 2021

Gerakan Indonesia Pasti Bisa Gelar Vaksinasi di Semarang

Gerakan Indonesia Pasti Bisa bersama Dinas Kesehatan Kota Semarang menggelar sentra vaksinasi di Mall Tentrem Semarang.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%

BI Kembali Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%

EKONOMI | 11 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings