Sekolah Dibuka Januari 2021, Kak Seto: Utamakan Hak Hidup dan Sehat, Baru Hak Pendidikan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Sekolah Dibuka Januari 2021, Kak Seto: Utamakan Hak Hidup dan Sehat, Baru Hak Pendidikan

Minggu, 22 November 2020 | 23:00 WIB
Oleh : Hendro D Situmorang / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim mengumumkan, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan mulai semester genap tahun ajaran dan tahun akademik 2020/2021, pada Januari 2021. Keputusan ini sesuai dengan evaluasi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19.

Keputusan itu pun menuai pro kontra dari berbagai elemen masyarakat. Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), Seto Mulyadi, meminta pemerintah pusat dan daerah mengutamakan peringkat hak hidup atau selamat dan hak sehat anak atau siswa dahulu untuk bisa melanjutkan pembelajaran tatap muka. Setelah dua hal itu terpenuhi, barulah hak pendidikan bisa dilaksanakan.

Menurutnya, pemerintah pusat jangan menetapkan secara sepihak tanpa ada jaminan terkait angka penularan Covid-19 yang belum melandai hingga kini. Apalagi ia menilai, proses membuka kembali pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah butuh persiapan yang panjang dan matang.

"Jadi saya mohon pertimbangan yang sangat matang dengan mengedepankan yang terbaik bagi anak. Hak keselamatan hidup dan hak sehatnya anak harus terpenuhi. Baru hak pendidikannya dipenuhi. Jangan karena selama ini orangtua sudah mengeluh stres selama PJJ (pembelajaran jarak jauh) dan ingin membuat anak senang saja akhirnya diizinkan," kata Seto ketika dihubungi Suara Pembaruan, Minggu (22/11/2020).

Menurutnya ada lima unsur kesiapan pemda dalam membuka PTM di sekolah-sekolah yang ada di wilayah administratifnya.

Pertama, kesiapan wilayah yang sudah hijau atau belum. Ia mencontohkan daerah sekolah itu hijau, tetapi harus dipastikan ada atau tidak anak, guru, atau pegawai sekolah yang datang dari daerah zona tidak hijau (merah, kuning, atau oranye).

Kedua, PTM bisa dibuka jika ada kesiapan anak mulai dari konsisten memakai masker dan menerapkan protokol kesehatan lainnya. “Jangan sampai ada atau terjadi tukar menukar masker karena bentuk dan keunikannya. Hal ini sangat berbahaya dan perlu dipahami,” ungkap dia.

Ketiga, sisi keluarga. Dukungan keluarga sangat penting untuk membekali anaknya dengan disiplin protokol kesehatan, termasuk membawa bekal dari rumah agar anak tidak jajan sembarangan tempat.

Keempat, kesiapan sekolahnya. Sekolah harus menyiapka air mengalir dan sabun untuk mencuci tangan serta hand sanitizer. “Lalu meja belajar juga harus dikasih jarak, termasuk jumlah siswa 50%, dan yang hanya boleh masuk secara bergantian,” terangnya.

Kelima, kesiapan infrastruktur untuk datang ke sekolah. Perlu dilihat apakah siswa dan guru menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan yang berdesakan, atau jalan kaki saling bergandengan tangan.

“Kalau semua unsur terpenuhi, PTM masih bisa ditoleransi. Namun jika ada satu saja yang tidak siap, ya mohon jangan dulu," tutur Kak Seto.

Ia pun mendorong agar kewenangan pembukaan sekolah yang diberikan kepada pemda bisa diputuskan terpusat dengan tetap melibatkan Satgas Covid-19, Kemkes, dan Kemdikbud.

"Masyarakat dan orang tua juga diberi hak untuk memutuskan, misalnya tidak layak untuk anaknya dan melindungi anaknya. Dengan demikian mereka diberi hak untuk juga menentukan menolak diwajibkan untuk sekolah," tuturnya.

Ia menilai bila selama ini PJJ membuat orangtua stres dan jengkel, itu dikarenakan anak-anak atau para siswa dibebani materi kurikulum seperti situasi normal, padahal saat ini situasi masih di tengah pandemi.

“Saya selalu anjurkan jangan PJJ, tapi gunakan Pembelajaran Jarak Dekat (PJD) yakni pembelajaran tatap muka antara orang tua/wali dan si anak di rumah. Materi pembelajaran itu sangat luas, jadi bukan belajar materi yang ditentukan pihak sekolah, tapi bagaimana anak itu senang belajar dulu seperti senang belajar merapikan rumah, memasak, menari, menyanyi, dan mengambar,” ungkap Kak Seto.

Hal ini sesuai dengan yang telah ditetapkan Mendikbud dalam Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 bahwa selama pandemi, pembelajaran bagi siswa adalah yang bermakna dan tidak harus menetapkan ketuntasan kurikulum untuk kenaikan kelas atau kelulusan. Jadi siswa seharusnya tidak perlu bingung dengan target kurikulum.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Soal Kasus Pajak, Ini Pernyataan Bank Panin

Pemilik Bank Panin menegaskan tidak pernah memerintahkan anak buahnya guna melobi pejabat pajak.

NASIONAL | 23 September 2021

Peran Guru Semakin Besar Bentuk Karakter Bangsa di Era Digitalisasi

Di era digitalisasi dan keterbukaan informasi, peran guru semakin besar dalam menjaga dan membentuk karakter bangsa.

NASIONAL | 23 September 2021

Irjen Pol Napoleon Bonaparte Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencucian Uang

Bareskrim menetapkan Irjen Pol Napoleon Bonaparte sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang kasus penghapusan red notice Djoko Tjandra.

NASIONAL | 23 September 2021

Kemendikbudristek: Baru 42% Sekolah di PPKM Level 1-3 Gelar PTM Terbatas

SKB 4 Menteri tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran di masa Covid-19 menetapkan satuan pendidikan menyediakan pilihan layanan PTM terbatas dengan prokes.

NASIONAL | 23 September 2021

Presiden Jokowi Ajak Pemimpin Dunia Jawab Kegelisahan Masyarakat Internasional

Jokowi ajak para pemimpin dunia melakukan langkah nyata untuk menjawab kegelisahan masyarakat internasional.

NASIONAL | 23 September 2021

Waspada Cuaca Ekstrem di 27 Wilayah Ini

BMKG memberikan peringatan dini terkait cuaca ekstrem dengan curah hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan terjadi di 27 wilayah di Tanah Air.

NASIONAL | 23 September 2021

Agar Nilai Pajak Jadi Rp 10 M, Jhonlin Baratama Janjikan Pejabat Ditjen Pajak Rp 50 M

Jhonlin Baratama melalui konsultan pajaknya menjanjikan sebesar Rp 50 miliar kepada pejabat Ditjen Pajak agar nilai pajaknya berkurang menjadi Rp 10 miliar.

NASIONAL | 22 September 2021

Presiden Jokowi Akan Buka Pesparani II pada 2 Oktober Mendatang

Pesparani II atau KVKI ditutup 28 Oktober 2021 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

NASIONAL | 22 September 2021

Helikopter TNI AD Bantu Evakuasi Guru dan Warga dari Kiwirok, Papua

Kedua guru itu sudah mengabdi puluhan tahun di Kiwirok, bahkan guru perempuan Purba mengaku sudah mengajar di Kiwirok sejak tahun 1999.

NASIONAL | 22 September 2021

Buang Sampah Sembarangan, 8 Warga Padang Didenda

Awalnya di sepanjang jalan by pass Padang, kerap ditemukan warga yang membuang sampah sembarangan.

NASIONAL | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Kasus Muhammad Kace, Penyidik Konfrontasi Keterangan Napoleon Bonaparte dengan Saksi

Kasus Muhammad Kace, Penyidik Konfrontasi Keterangan Napoleon Bonaparte dengan Saksi

MEGAPOLITAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings