Interpol RI Sempat Endus Keberadaan Djoko Tjandra di Taiwan dan Korsel
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

Interpol RI Sempat Endus Keberadaan Djoko Tjandra di Taiwan dan Korsel

Senin, 23 November 2020 | 17:33 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - National Central Bureau (NCB)-Interpol Indonesia sempat mengendus keberadaan Djoko Tjandra saat menjadi terpidana dan buronan perkara korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali. Berdasarkan pemantauan Interpol Indonesia, Tjandra sempat berada di Taiwan pada 2014 dan Korea Selatan pada 2015. Hal itu diungkapkan mantan Sekretaris NCB-Interpol Indonesia, Komjen Pol (Purn) Setyo Wasisto saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dalam daftar red notice Polri dengan terdakwa mantan Kabiro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo di Pengadilan Tipikor Jakarta. Setyo diketahui pernah menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol Indonesia pada periode 2013-2015.

Dalam persidangan, Setyo yang juga mantan Kadiv Humas Polri mengungkapkan keberadaan Tjandra sempat terendus di Taiwan pada 2014 dan Korea Selatan pada 2015 atau jauh sebelum ditangkap Bareskrim pada pertengahan Juli 2020 lalu. Atas informasi tersebut, Setyo mengatakan, Interpol Indonesia pernah berkirim surat kepada Interpol Taiwan untuk menangkap Tjandra. "Kami minta kerja sama NCB Interpol Taiwan memberikan atensi dan apabila masuk ke agar bisa ditangkap dan ditahan," kata Setyo dalam persidangan, Selasa (24/11/2020).

Selain Taiwan, keberadaan Joko Tjandra juga sempat terendus di Korea Selatan. Setyo juga bersurat dengan pihak Interpol Korsel untuk menangkap Joko Tjandra bila masuk wilayah Korea. "Kami dapat informasi saya lupa putra atau putri Tjandra menikah di Korea sehingga, kami berharap ada kerja sama Interpol Korea menangkap yang bersangkutan apabila masuk Korea," ujarnya.

Setyo tidak begitu ingat kapan kejadian tersebut. Hanya saja kejadian tersebut terjadi saat dirinya masih menjabat sebagai Sekretaris NCB Interpol pada 2013-2015. "Taiwan 2014, Korea 2015 kalau tidak salah," katanya.

Tak hanya di luar negeri. Interpol Indonesia juga sempat mendeteksi kemungkinan Tjandra kembali ke Tanah Air pada awal 2015. Hal ini setelah muncul pemberitaan orangtua Tjandra meninggal dunia. Saat itu, kata Setyo, pihaknya mengirimkan surat kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kemkumham dan Kejaksaan Agung. "Kami menjelaskan bahwa Joko Tjandra adalah buronan atau DPO Kejagung. Kami juga mencantumkan ada dua identitas karena kami mendapat adendum dari Red Notice adanya identitas baru dari yang bersangkutan dan nomor paspor yang bersangkutan dari negara Papua Nugini," kata Setyo.

Dari surat itu, Interpol bersama-sama Bareskrim, Imigrasi dan Kejaksaan Agung kemudian memantau sejumlah lokasi yang kemungkinan didatangi Joko Tjandra. Namun, kata Setyo, saat itu, Joko Tjandra tak menampakkan diri. "Kami ingat betul mendapat laporan pelaksanaan tugas kegiatan tersebut baik di rumah duka, pemakaman maupun bandara Halim, ternyata nihil tidak diketemukan," katanya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinasi Pengawasan PPNS Bareskrim Polri telah menerima suap sejumlah USD 150 ribu dari Joko Tjandra. Uang suap itu diterima Prasetijo bersama-sama Irjen Napoleon Bonaparte lewat perantara Tommy Sumardi. Irjen Napoleon sendiri menerima SGD 200.000 dan US$ 270.000 . Suap itu diberikan agar Prasetijo dan Napoleon mengurus penghapusan nama Joko Tjandra dalam daftar red notice Polri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Masih Ada yang Digali, Gelar Perkara Rizieq Mundur

Penyidik menunda gelar perkara kasus dugaan pidana pelanggaran protokol kesehatan terkait massa Rizieq Syihab yang sedianya digelar Senin (23/11/2020).

NASIONAL | 23 November 2020

Pelaksanaan Sekolah Tatap Muka di Bengkulu Tengah Masih Lancar

jumlah sekolah di Bengkulu yang melaksanakan belajar tatap muka sebanyak 126 sekolah.

NASIONAL | 23 November 2020

Anak dan Menantu Rizieq Tak Datang, Polri: Belum Bisa Dipanggil Paksa

Mabes Polri belum akan memanggil paksa Syarifah Najwa Shihab, beserta suaminya, Irfan Alaydrus, untuk diperiksa dalam dugaan pelanggaran protokol kesehatan.

NASIONAL | 23 November 2020

Sekolah Tatap Muka, DIY Masih Tunggu Keputusan Gubernur

Sebelum keluarnya SKB tersebut, DIY telah mendiskusikan kemungkinan dibuka pembelajaran tatap muka, karena desakan orang tua siswa.

NASIONAL | 23 November 2020

Kota Palu Siap Berlakukan Belajar Tatap Muka

Disdikbud Kota Palu melakukan persiapan untuk memulai belajar tatap muka pada Januari 2021 dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.

NASIONAL | 23 November 2020

Panglima TNI Pimpin Sertijab Komandan Paspampres

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, memimpin upacara sertijab Komandan Paspampres dari Mayjen TNI Maruli Simanjuntak kepada Brigjen TNI Agus Subiyanto.

NASIONAL | 23 November 2020

KPU Medan Pastikan Pasien Covid-19 Bisa Gunakan Hak Pilih

Pasien terkonfirmasi tetap dilayani akan tetapi harus ada pemberitahuan dulu ke KPPS, dan mengurus formulir model A5 atau form pindah memilih.

NASIONAL | 23 November 2020

Jambi Dilanda Longsor dan Banjir, Ribuan Warga Mengungsi

Kepala BPBD Kabupaten Bungo Trobroni Yusuf mengatakan, sedikitnya 1.005 orang dari 335 keluarga di beberapa desa mengungsi karena banjir.

NASIONAL | 23 November 2020

Tiket KA untuk Natal dan Tahun Baru Sudah Dapat Dipesan

PT KAI membuka pemesanan tiket kereta api (KA) jarak jauh untuk periode liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

NASIONAL | 23 November 2020

Kapolda Sumut: Kerumunan Massa Akan Kami Bubarkan

Menurut Kapolda, pihak kepolisian akan membubarkan secara paksa setiap acara yang menimbulkan kerumunan massa.

NASIONAL | 23 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS