Jateng Sudah Terapkan Belajar Tatap Muka di 34 Sekolah
INDEX

BISNIS-27 532.645 (7.32)   |   COMPOSITE 6373.41 (52.28)   |   DBX 1200.38 (10.17)   |   I-GRADE 185.572 (2.14)   |   IDX30 530.591 (7.15)   |   IDX80 143.3 (1.72)   |   IDXBUMN20 436.746 (5.96)   |   IDXESGL 146.832 (2.28)   |   IDXG30 145.313 (1.45)   |   IDXHIDIV20 465.476 (6.56)   |   IDXQ30 150.721 (1.83)   |   IDXSMC-COM 298.62 (0.11)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (3.31)   |   IDXV30 150.9 (1.31)   |   INFOBANK15 1063.78 (12.96)   |   Investor33 452.728 (6.96)   |   ISSI 189.451 (0.89)   |   JII 667.742 (5.19)   |   JII70 234.615 (1.43)   |   KOMPAS100 1279.35 (14.89)   |   LQ45 988.752 (13.06)   |   MBX 1764.22 (14.4)   |   MNC36 335.71 (4.77)   |   PEFINDO25 340.233 (2.1)   |   SMInfra18 325.434 (6.29)   |   SRI-KEHATI 386.573 (6.54)   |  

Jateng Sudah Terapkan Belajar Tatap Muka di 34 Sekolah

Selasa, 24 November 2020 | 16:26 WIB
Oleh : Stefy Thenu / JAS

Semarang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerapkan uji coba pembelajaran tatap muka di 34 sekolah.

Uji coba pembelajaran tatap muka diterapkan dengan aturan yang ketat. Ke-34 sekolah tersebut terdiri atas 16 Sekolah Menengah Atas (SMA) dan 18 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang tersebar di 13 cabang Dinas Pendidikan di Jawa Tengah.

Namun demikian, Jateng terus mencari solusi dan metodologi-metodologi terbaik untuk sistem pembelajaran di masa pandemi ini.

Hingga saat ini masih ada beberapa kendala terkait pembelajaran meskipun ada sekolah yang sudah mulai uji coba pembelajaran tatap muka.

"Saya itu ngecek saja karena kemarin banyak pertanyaan dari publik, wali murid, siswa, dan wartawan (soal pembelajaran tatap muka). Kemarin kita coba cek evaluasi, dulu ada tujuh, dan coba kita kembangkan, sekarang sudah 34 sekolah. SMAN 3 Semarang ini salah satunya," papar Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat mengunjungi SMAN 3 Semarang, Selasa (24/11/2020).

Ganjar menjelaskan, SMAN 3 Semarang memang sudah berhasil mengatur kapan anak didik berangkat dari rumah sampai sekolah. Begitu juga dengan saat anak didik pulang dari sekolah sampai dipastikan sampai di rumah.

"Bisa diantar orangtua, jalan kaki, atau naik sepeda kalau mau. Bahkan SMAN 3 Semarang punya aplikasi kalau anak didiknya sudah sampai rumah harus ngabarin guru atau wali kelas. Kalau tidak nanti orang tuanya akan dihubungi pihak sekolah," jelasnya.

Namun di luar keberhasilan itu, ternyata dalam praktiknya tidak semudah yang dibayangkan. Itu butuh kerja ekstra dari guru dan tidak mudah untuk dilakukan. Sekolah ternyata juga butuh satu metode untuk mengatur karena di antara anak didik masih ada yang belum mendapat izin dari orangtua karena masih cemas, khawatir, dan belum yakin aman.

"Untuk anak didik yang belum dapat izin juga harus tetap diajar, haknya sama. Maka gurunya sekarang yang tidak mudah, guru harus atur jadwalnya, pelajarannya, bahkan kalau yang tidak setuju itu cuma dua anak, mereka tetap harus mendapat hak sama dalam belajar," ungkap Ganjar.

Ganjar menambahkan, detail-detail kecil itu yang sedang ditata. Ia berharap dari 34 sekolah yang simulasi pembelajaran tatap muka itu nanti akan bisa ditemukan satu kesimpulan dan juga metodologi-metodologinya.

"Mudah-mudahan dengan pengalaman dari 34 sekolah itu akan ada satu konklusi, metodologi-metodologinya, sehingga nanti selama uji coba di Jateng kita siap menjemput aturan bersama agar di Januari bisa untuk tatap muka. Tapi dugaan saya nanti tatap mukanya tidak langsung masuk semua gitu, tetap ada sifnya, tetap ada jadwalnya. Itu persiapannya," kata Ganjar.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Penyusunan Prolegnas 2021 Dinilai Harus Realistis

Pemerintah dan DPR sebaiknya dapat mengidentifikasi RUU yang dianggap dapat menopang kebijakan penanggulangan pandemi.

NASIONAL | 24 November 2020

Mendikbud Ingin Anak Muda Rajin Membaca Seperti Bung Karno

"Masyarakat membaca adalah masyarakat yang selalu ingin belajar, di mana buku punya kedudukan penting bagi mereka," kata Nadiem.

NASIONAL | 24 November 2020

Penerapan SMAP di PTPN III Bisa Cegah Praktik Korupsi

Upaya mencegah pratik KKN melalui penerapan SMAP tersebut harus dimulai dari semua tingkatan sebagai pengambil kebijakan strategis.

NASIONAL | 24 November 2020

Ditjen Hubdat Gelar Sosialisasi Advokasi Hukum

Kegiatan ini merupakan wadah bagi internal Ditjen Hubdat untuk mendapatkan informasi dan wawasan terkait panggilan dari aparat penegak hukum.

NASIONAL | 24 November 2020

Kesejahteraan & Kompetensi Guru Masih Jadi PR Pemerintah

Secara umum kondisi kesejahteraan guru sudah membaik, namun demikian nasib guru honorer, dan honorer swasta harus diperhatikan.

NASIONAL | 24 November 2020

Danone-Aqua dan Pemkab Lamongan Resmikan TPST Terbesar di Jatim

Danone-Aqua dan Pemkab Lamongan meresmikan fasilitas tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) terbesar di Jatim.

NASIONAL | 24 November 2020

Ombudsman Usul Pemerintah Bentuk Tim Khusus Tangani Skandal Gagal Bayar

Berdasarkan hasil kajian Ombudsman, permasalahan kasus gagal bayar di industri keuangan sudah sistemik.

NASIONAL | 24 November 2020

Ahli Epidemologi Minta Pemerintah Awasi Potensi Vaksin Covid-19 Ilegal

Pemerintah diminta melakukan pengawasan secara ketat dan menindak secara tegas para pelaku untuk mencegah beredarnya vaksin Covid-19 ilegal.

NASIONAL | 24 November 2020

Tahun 2021, Pemerintah Bakal Rekrut 1 Juta Guru

“Ke depan tidak terjadi lagi kekurangan guru yang berkompeten, dan guru dapat berkonsentrasi untuk mengajar penuh,” kata Ma'ruf Amin.

NASIONAL | 24 November 2020

53.599 Petugas Penyelenggara Pilkada di Bengkulu Jalani Rapid Test Covid-19

Jika dari hasil rapid test yang reaktif, maka akan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan uji swab.

NASIONAL | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS