Bertemu Napoleon, Tommy Sumardi Ungkap Kedekatannya dengan Kabareskrim
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

Bertemu Napoleon, Tommy Sumardi Ungkap Kedekatannya dengan Kabareskrim

Selasa, 24 November 2020 | 19:49 WIB
Oleh : Fana F Suparman / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte menepati janjinya untuk buka-bukaan mengenai perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri.

Napoleon mengungkap mengenai awal perkenalannya dengan pengusaha Tommy Sumardi yang didakwa menjadi perantara suap dari Joko Tjandra kepada Napoleon dan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kabiro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri.

Dalam pertemuan itu, Tommy Sumardi sempat menyinggung mengenai kedekatannya dengan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

Hal ini dibeberkan Napoleon saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan dengan terdakwa Tommy Sumardi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/11/2020).

"Terdakwa (Tommy) yang mengatakan. Ini bukan bahasa saya, tapi bahasa terdakwa pada saya, menceritakan kedekatan beliau, bahwa dia ke tempat saya ini sudah atas restu Kabareskrim Polri," kata Napoleon di ruang persidangan.

Napoleon mulanya menuturkan mengenai perkenalannya dengan Tommy pada awal April 2020. Saat itu, Brigjen Pol Prasetijo Utomo yang menjabat Kabiro Kordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri mendatangi kantornya di Gedung TNCC Mabes Polri bersama Tommy. Prasetijo pun memperkenalkan Napoleon dengan Tommy.

"Awal April 2020 dikenalkan dengan Brigjen Prasetijo Utomo. Dia datang ke kantor saya di TNCC lantai 11 bersama dengan terdakwa (Tommy Sumardi, red). Maksud dan tujuannya adalah memperkenalkan terdakwa pada saya," kata Napoleon.

Kemudian, Tommy meminta Prasetijo untuk meninggalkan ruangan karena ingin berbicara dengan Napoleon. Setelah Prasetijo meninggalkan ruangan dan menunggu di ruangan sekretaris pribadi Napoleon, Tommy menjelaskan kedatangannya untuk memeriksa status red notice Joko Tjandra.

Mendengar permintaan Tommy, Napoleon pun mempertanyakan latar belakang Tommy. Hal ini lantaran Tommy bukanlah saudara, keluarga, ataupun pengacara Djoko Tjandra. Kepada Napoleon, Tommy mengaku sebagai teman Djoko Tjandra.

Namun, Napoleon tak percaya begitu saja. Hal ini lantaran persoalan Djoko Tjandra merupakan persoalan besar. Apalagi, saat itu, Tommy didampingi Prasetijo untuk menemuinya. Namun, saat itu, Tommy menyinggung kedekatannya dengan Listyo. Bahkan, Tommy menawarkan untuk menelepon Listyo agar meyakinkan Napoleon.

"Saya bilang tidak usah. Saya bilang Kabareskrim itu junior saya, tidak perlu. Tapi saya yakin bahwa kalau seorang Brigjen Prasetijo Utomo dari Bareskrim dibawa ke ruangan saya, ini pasti ada benarnya," katanya.

Untuk itu, Napoleon mengaku mulai mempercayai pernyataan Tommy. Apalagi, Tommy kemudian menceritakan mengenai kedekatannya dengan Listyo, termasuk saat menjadi koordinator pelaksana dapur umum yang digelar Bareskrim di enam titik.

"Menceritakan bagaimana beliau menjadi koordinator pelaksana enam dapur umum yang dikelola oleh Kabareskrim Polri, tersebar di enam titik di Kota Jakarta, Menteng, Tanah Abang, dan beberapa pos itu. Sehingga saya menjadi lebih mafhum, tapi pada saat itu saya mengatakan begini, kalau bapak ingin mengecek red notice Djoko Tjandra, saya tidak punya alasan kuat karena ini lisan," katanya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa pengusaha Tommy Sumardi menjadi perantara suap dari terpidana dan buronan perkara cessie Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra kepada Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri sebesar SG$ 200 ribu dan US$ 270 ribu.

Selain itu, Tommy juga menjadi perantara suap Djoko Tjandra kepada Brigjen Prasetijo Utomo senilai US$ 150 ribu. Suap tersebut diberikan Djoko Tjandra kepada Napoleon dan Prasetijo untuk menghapus nama Djoko Tjandra dalam daftar red notice Interpol Polri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 4 Saksi

Saksi/ahli untuk tersangka korporasi PT MNC Asset Management yaitu Indra Safitri (Ahli a de charge dari tersangka PT MNC Aset Management).

NASIONAL | 24 November 2020

Ganjar: Input Delay Data Covid-19 Sebabkan Selisih 3.000-an Kasus

Ada data baru yang belum dimasukkan sehingga terdapat beda data hingga 3.000-an kasus.

NASIONAL | 24 November 2020

104 Tersangka Penyebar Hoax Pandemi Covid-19 Dibekuk

Tak kurang ada 104 tersangka yang telah dibekuk terkait kasus penyebaran hoaks terkait Covid-19 selama 30 Januari hingga 24 November 2020.

NASIONAL | 24 November 2020

Kepala Dinsos Yogyakarta dan 3 Pegawai BKPP Positif Covid-19

Saat ini Dinas Kesehatan (Dinkes) masih berupaya melakukan screening untuk melacak kontak erat dari Kepala Dinas Sosial dan ASN yang positif Covid-19.

NASIONAL | 24 November 2020

Kempora Serahkan Bantuan 14.442 Paket APD kepada KONI NTB

Paket APD ini terdiri dari masker, hand sanitizer dan vitamin.

NASIONAL | 24 November 2020

Satgas Sebut Kasus Kematian Covid-19 Mulai Turun

Keberhasilan menekan laju kasus kematian akibat Covid-19 berbanding terbalik dengan jumlah kasus aktif di tingkat nasional.

NASIONAL | 24 November 2020

Menjaga Masa Depan Berkelanjutan Bisa Dilakukan dari Hal Kecil

Berdasarkan survei Pendiri Komunitas Zero Waste Indonesia sudah lebih dari 50% generasi milenial yang saat ini merasa bertanggung jawab atas lingkungan.

NASIONAL | 24 November 2020

BNN Malut Amankan Oknum Polri Terlibat Peredaran Narkoba

Oknum Bripka H yang menjadi DPO diberi waktu 3 x 24 jam untuk menyerahkan diri.

NASIONAL | 24 November 2020

Jaksa Agung: Agar Ada Efek Jera, Penegakan Hukum Harus Follow The Asset

Tidak sedikit pelaku korupsi yang siap masuk penjara, karena dia dan keluarganya masih akan tetap hidup makmur dari hasil korupsi.

NASIONAL | 24 November 2020

KPK Minta Cakada Jujur Laporkan Sumbangan Kampanye

Korupsi kepala daerah, berhubungan erat dengan kecenderungan membalas jasa atas dukungan dana dari donatur.

NASIONAL | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS