Polri Matangkan Gelar Perkara Massa Rizieq
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 525.662 (0.35)   |   COMPOSITE 6338.51 (15.31)   |   DBX 1329.17 (1.78)   |   I-GRADE 184.48 (0.09)   |   IDX30 515.715 (1.34)   |   IDX80 138.838 (0.25)   |   IDXBUMN20 409.612 (1.56)   |   IDXESGL 142.422 (-0.18)   |   IDXG30 145.816 (-0.2)   |   IDXHIDIV20 454.583 (1.04)   |   IDXQ30 147.765 (0.14)   |   IDXSMC-COM 298.595 (0.64)   |   IDXSMC-LIQ 365.651 (-0.34)   |   IDXV30 136.758 (0.58)   |   INFOBANK15 1078.32 (-3.6)   |   Investor33 444.53 (0.6)   |   ISSI 183.756 (0.98)   |   JII 631.17 (2.12)   |   JII70 223.177 (0.54)   |   KOMPAS100 1240.03 (0.86)   |   LQ45 967.718 (1.5)   |   MBX 1724.61 (4.47)   |   MNC36 328.799 (-0.12)   |   PEFINDO25 328.487 (-2.05)   |   SMInfra18 313.342 (2.82)   |   SRI-KEHATI 378.358 (0.39)   |  

Polri Matangkan Gelar Perkara Massa Rizieq

Selasa, 24 November 2020 | 21:20 WIB
Oleh : Farouk Arnaz / WBP

Jakarta, Beritasatu.com —Penyidik masih menyusun proses administrasi untuk mengundang jaksa dalam gelar perkara kasus dugaan pidana pelanggaran protokol kesehatan (prokes) terkait massa imam besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab. Penyidik juga masih mengevaluasi hasil klarifikasi dan pengumpulkan barang bukti serta analisis terkait hasil digital forensik.

“Semua ini disiapkan untuk gelar atau ekspos di depan jaksa. Kita masih tunggu jadwal, kapan karena saat ini masih nyusun administrasi. Kalau bukti permulaan cukup naik ke penyidikan kalau tidak ya dihentikan penyidikannya. Kalau (naik) penyidikan ya ada panggilan-panggilan jadi ya sangat memungkinkan yang kemarin (sudah diklarifikasi) akan dipanggil lagi,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Awi Setiyono di Mabes Polri Selasa (24/11/2020).

Seperti diberitakan Polri mengusut dugaan pelanggaran protokol kesehatan terkait acara Rizieq Syihab di Jakarta dan di Megamendung, Bogor.

Pelanggar protokol kesehatan diancam Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.
Pasal 93 berbunyi, "Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat 1 dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan, sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta."



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sultan HB X Minta Pembukaan Sekolah Jangan Terburu-buru

Sultan HB X mengatakan pembelajaran tatap muka di sekolah di DIY memang dimungkinkan dimulai pada Februari 2021 bersamaan awal semester genap.

NASIONAL | 24 November 2020

PGRI: Guru Honorer Perlu Diberikan Kesempatan Jadi ASN

PGRI mengapresiasi pemerintah daerah yang merespon perjuangan PGRI diberbagai daerah dengan memberikan perhatian pada peningkatan kesejahteraan guru honorer.

NASIONAL | 24 November 2020

Di Usia 74, Megawati Berdoa Tak Ingin Pikun

Megawati ingin di masa tuanya, bisa berbagi apa yang dialami selama hidupnya kepada seluruh rakyat Indonesia, khususnya para anak muda.

NASIONAL | 24 November 2020

Dugaan Korupsi Pembangunan Gereja Kingmi Tertahan di Penyelidikan

Kasus dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi, Papua, tahun anggaran 2015, masih mandek.

NASIONAL | 24 November 2020

Menpora Bangga NTB Jadi Sumber Atlet Nasional

Menpora Zainudin Amali bangga sejumlah atlet asal NTB mampu berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.

NASIONAL | 24 November 2020

Ditemui Tommy Sumardi, Irjen Napoleon Berkomunikasi dengan Azis Syamsuddin

Dalam pertemuan itu, Tommy Sumardi sempat menyinggung mengenai kedekatannya dengan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo.

NASIONAL | 24 November 2020

Satgas Sebut Testing Covid-19 Capai 88,66%

Jumlah testing hampir mencapai target WHO yaitu berada di angka 86,25 persen pada minggu kedua November 2020.

NASIONAL | 24 November 2020

Bertemu Napoleon, Tommy Sumardi Ungkap Kedekatannya dengan Kabareskrim

Terdakwa Tommy Sumardi datang ke ruangan Napoleon sudah atas restu Kabareskrim Polri.

NASIONAL | 24 November 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa 4 Saksi

Saksi/ahli untuk tersangka korporasi PT MNC Asset Management yaitu Indra Safitri (Ahli a de charge dari tersangka PT MNC Aset Management).

NASIONAL | 24 November 2020

Ganjar: Input Delay Data Covid-19 Sebabkan Selisih 3.000-an Kasus

Ada data baru yang belum dimasukkan sehingga terdapat beda data hingga 3.000-an kasus.

NASIONAL | 24 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS