Tommy Sumardi Bantah Gunakan Nama Petinggi Kepolisian dan Senayan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 513.203 (12.46)   |   COMPOSITE 6241.8 (96.72)   |   DBX 1333.51 (-4.33)   |   I-GRADE 179.858 (4.62)   |   IDX30 503.524 (12.19)   |   IDX80 135.789 (3.05)   |   IDXBUMN20 398.467 (11.15)   |   IDXESGL 139.553 (2.87)   |   IDXG30 143.497 (2.32)   |   IDXHIDIV20 443.737 (10.85)   |   IDXQ30 144.387 (3.38)   |   IDXSMC-COM 295.459 (3.14)   |   IDXSMC-LIQ 360.139 (5.51)   |   IDXV30 133.969 (2.79)   |   INFOBANK15 1035.98 (42.34)   |   Investor33 433.033 (11.5)   |   ISSI 183.362 (0.39)   |   JII 631.454 (-0.28)   |   JII70 222.641 (0.54)   |   KOMPAS100 1216.23 (23.8)   |   LQ45 944.747 (22.97)   |   MBX 1692.89 (31.73)   |   MNC36 320.866 (7.93)   |   PEFINDO25 330.28 (-1.79)   |   SMInfra18 307.272 (6.07)   |   SRI-KEHATI 367.359 (11)   |  

Tommy Sumardi Bantah Gunakan Nama Petinggi Kepolisian dan Senayan

Rabu, 25 November 2020 | 10:29 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Pengusaha Tommy Sumardi membantah menyebut nama Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin serta Ketua MPR Bambang Soesatyo seperti yang disebutkan mantan Kadiv Hubinter Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Dalam persidangan perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Polri dengan terdakwa Tommy Sumardi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/12/2020), Napoleon yang dihadirkan sebagai saksi buka-bukaan mengenai pengurusan red notice Tjandra. Napoleon menyebut nama-nama petinggi dari Kepolisian dan Senayan itu digunakan Tommy untuk meyakinkannya mengenai permintaan Tommy terkait penghapusan red notice Joko Tjandra.

"Baik yang mulai, minta izin meluruskan saja, ini menyangkut petinggi di Senayan dan Kepolisian yang disebut. Nomor satu saya datang ke situ ketemu beliau dikenalkan oleh Brigjen Pol Prasetjo Utomo. Begitu saya datang itu, tidak menyebut nama siapa-siapa dan tidak meminta Prasetijo keluar," kata Tommy menanggapi kesaksian Napoleon dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Tommy menegaskan keberatannya atas keterangan Napoleon yang menyebut nama Listyo, Azis dan Bamsoet.
"Keberatan yang mulia," jawab Tommy.

Majelis Hakim kembali mengonfirmasi Tommy mengenai keterangan yang disampaikan Napoleon. "Saudara tidak lakukan?," tanya Hakim lagi.

"Tidak yang mulia. Karena saya tidak bisa menzalimi orang. Mengenai yang beliau katakan bahwa saya itu datang ke sana mengarang-ngarang cerita seakan beliau ini ada tindak pidana ini, memang saya gila yang mulia, saya masuk penjara gara-gara ini, jadi apa yang saya lakukan sesuai dengan BAP, itu keterangan yang sebenar benarnya yang mulia," tegas Tommy.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa pengusaha Tommy Sumardi menjadi perantara suap dari terpidana dan buronan perkara cessie Bank Bali Joko Soegiarto Tjandra kepada Irjen Napoleon Bonaparte selaku Kadiv Hubinter Polri sebesar SGD 200.000 dan US$ 270.000. Selain itu, Tommy juga menjadi perantara suap Joko Tjandra kepada Brigjen Prasetijo Utomo senilai US$ 150.000. Suap tersebut diberikan Tjandra kepada Napoleon dan Prasetijo untuk menghapus nama Tjandra dalam daftar red notice Interpol Polri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BPK Terima Kunjungan Komite IV DPD RI

Kunjungan kerja ini bertujuan untuk memperoleh informasi terkait hasil pemeriksaan BPK Semester I Tahun 2020 terkait dengan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.

NASIONAL | 25 November 2020

Benarkah Permen 12/2020 Membuat Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK?​​

Ekspor benih lobster harus dilakukan melalui bandara yang telah ditetapkan

NASIONAL | 25 November 2020

BPK: Pengelolaan Keuangan Daerah Harus Sejahterakan Rakyat

Anggota VI BPK Harry Azhar Azis berharap pengelolaan keuangan daerah tidak hanya fokus pada transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga kesejahteraan rakyat.

NASIONAL | 25 November 2020

Kejaksaan Tangkap Buronan Korupsi Pembangunan Auditorium UIN di Jambi

Akibat perbuatan tersangka, negara dirugikan sebesar Rp 12,8 miliar.

NASIONAL | 25 November 2020

Ditangkap KPK, Ini Harta Menteri Edhy Prabowo

Edhy dan sejumlah pihak lain ditangkap tim Satgas KPK lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait penetapan izin ekspor benur.

NASIONAL | 25 November 2020

Menteri Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Elite Gerindra Masih Enggan Berkomentar

Tak hanya Edhy, terdapat sejumlah pihak lainnya yang turut diringkus dalam operasi senyap tersebut.

NASIONAL | 25 November 2020

Kena OTT, Menteri KKP Jalani Pemeriksaan di Gedung KPK

Edhy dan para pihak itu ditangkap lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait ekspor benur.

NASIONAL | 25 November 2020

KPK Juga Tangkap Keluarga Edhy Prabowo dan Pegawai KKP

KPK menangkap Edhy Prabowo dan para pihak lainnya di Bandara Soekarno-Hatta setibanya dari lawatan ke Amerika Serikat.

NASIONAL | 25 November 2020

OTT Menteri KKP Terkait Ekspor Benur

Edhy dan sejumlah pihak lain ditangkap lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait ekspor benur.

NASIONAL | 25 November 2020

KPK Benarkan Tangkap Menteri KKP Edhy Prabowo

Edhy Prabowo ditangkap terkait dugaan tindak pidana korupsi mengenai ekspor benur.

NASIONAL | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS