Begini Modus Suap Edhy Prabowo Manfaatkan Ekspor Benih Lobster
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Begini Modus Suap Edhy Prabowo Manfaatkan Ekspor Benih Lobster

Kamis, 26 November 2020 | 05:19 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dan enam orang lainnya sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait perizinan ekspor benur atau benih lobster tahun 2020.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango menjelaskan kasus ini bermula pada 14 Mei 2020. Saat itu, Edhy Prabowo merilis Surat Keputusan Nomor 53/KEP MEN-KP/2020 tentang Tim Uji Tuntas (Due Diligence) Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster, dengan menunjuk kedua stafsusnya, Andreau Pribadi Misata selaku ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas (Due Diligence) dan Safri selaku wakil ketua Pelaksana Tim Uji Tuntas. Salah satu tugas dari tim ini adalah memeriksa kelengkapan administrasi dokumen yang diajukan oleh calon eksportir benur. Selanjutnya, pada awal bulan Oktober 2020, Suharjito selaku Direktur PT Dua Putra Perkasa Pratama(DPPP) datang ke lantai 16 kantor KKP dan bertemu dengan Safri.

"Dalam pertemuan tersebut, diketahui bahwa untuk melakukan ekspor benih lobster hanya dapat melalui forwarder PT ACK (Aero Citra Kargo) dengan biaya angkut Rp 1800 per ekor," kata Nawawi di Gedung Penunjang KPK, Rabu (25/11/2020) malam.

Atas kegiatan ekspor benih lobster tersebut, PT DPPP diduga melakukan transfer sejumlah uang ke rekening PT ACK dengan total sebesar Rp731.573.564. Berdasarkan data kepemilikan, pemegang PT ACK terdiri dari Amri dan Ahmad Bahtiar yang diduga merupakan nominee dari pihak Edhy Prabowo serta Yudi Surya Atmaja.

Atas uang yang masuk ke rekening PT ACK yang diduga berasal dari beberapa perusahaan eksportir benih lobster tersebut, selanjutnya ditarik dan masuk ke rekening Amri dan Ahmad Bahtiar masing-masing dengan total Rp 9,8 miliar.

Selanjutnya pada 5 November 2020, sebagian uang tersebut atau Rp 3,4 miliar ditransfer dari rekening Ahmad Bahtiar ke rekening salah satu bank atas nama Ainul Faqih selaku staf khusus istri menteri Edhy. Uang itu, diperuntukkan bagi keperluan Edhy Prabowo, isitrinya IIs Rosita Dewi, Safri, dan Andreu Pribadi Misata.

Uang itu digunakan untuk belanja barang mewah oleh Edhy Prabowo dan Iis Rosyari Dewi di Honolulu AS pada 21 sampai dengan 23 November 2020 sejumlah sekitar Rp750 juta. "Uang itu dibelanjakan jam tangan rolex, tas Tumi dan LV, baju Old Navy," kata Nawawi.

Di samping itu, pada sekitar Mei 2020, Edhy Prabowo juga diduga menerima sejumlah uang sebesar US$ 100.000 dari Suharjito melalui Syafri dan Amril Mukminin. Selain itu Safri dan Andreu pada sekitar bulan Agustus 2020 menerima uang dengan total sebesar Rp 436 juta dari Ainul Faqih.

"Setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan dan sebelum batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP, dilanjutkan dengan gelar perkara, KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh Penyelenggara Negara terkait dengan perizinan tambak, usaha dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020," kata Nawawi.

Selain Edhy KPK menetapkan kedua staf khususnya, Safri dan Andreu Pribadi Misata; kemudian, Pengurus PT ACK Siswadi; Staf Istri Menteri KKP Ainul Faqih, dan Amirul Mukminin. Mereka ditetapkan sebagai penerima suap dan disangkakan melanggar Pasal 12 ayat (1) huruf a atau Pasal 12 ayat (1) huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Sementara itu sebagai pemberi suap, KPK menetapkan Suharjito yang merupakan Direktur PT DPP sebagai tersangka. Dia disangkakan melanggar melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jadi Tersangka Suap, Menteri Edhy Prabowo Ditahan KPK

Para pihak itu ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK untuk 20 hari pertama.

NASIONAL | 26 November 2020

Kemdes Raih Penghargaan Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

Kemdes PDTT berhasil meraih penghargaan ini untuk kategori Kementerian Negara dengan nilai 93,83.

NASIONAL | 26 November 2020

BNPP: Garam Gunung Potensi Komoditas Krayan Nunukan

Dari tahun 2016, hingga 2018, masyarakat Krayan stabil dalam memproduksi garam gunung yaitu 7.280 kilogram dengan nilai ekonomi sebesar Rp 360 juta.

NASIONAL | 26 November 2020

Setelah Terima Suap, Edhy Prabowo dan Istri ke Hawaii dan Beli Rolex

Pasangan itu diduga membelanjakan hingga Rp 750 juta untuk barang mewah di Hawaii.

NASIONAL | 26 November 2020

Edhy Prabowo dkk Disangka Terima Suap Rp 9,8 miliar

Edhy resmi ditetapkan tersangka korupsi bersama sejumlah orang lainnya.

NASIONAL | 26 November 2020

Kepala BNPT: Waspadai Ideologi Radikal Disusupkan di Konten Medsos

Lomba video pendek merupakan bagian dari program Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme yang diselenggarakan BNPT bersama 32 FKPT.

NASIONAL | 26 November 2020

Menteri Edhy Prabowo Tersangka Suap Izin Ekspor Benur

Pada konferensi pers itu KPK memperlihatkan sejumlah barang mewah yang diduga dibeli tersangka di luar negeri dari hasil suap.

NASIONAL | 26 November 2020

Edhy Ditangkap, Luhut Rangkap Plt Menteri KKP

Mensesneg sudah menyerahkan surat penunjukan Luhut sebagai pejabat pelaksana menteri kelautan dan perikanan.

NASIONAL | 25 November 2020

Sekjen PP Ungkap Besarnya Dukungan Umat Islam kepada Wapres Ma'ruf Amin

Kiai Ma'ruf Amin menjadi orang nomor dua di Indonesia karena mendapat dukungan dari masyarakat.

NASIONAL | 25 November 2020

Luhut Jadi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim Gantikan Edhy Prabowo

Surat penunjukan sudah dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno.

NASIONAL | 25 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS