Kerumunan Picu Klaster Baru, Satgas Covid-19: Jangan Egois!
INDEX

BISNIS-27 536.336 (-9.74)   |   COMPOSITE 6258.57 (-118.4)   |   DBX 1209.79 (-7.56)   |   I-GRADE 185.201 (-3.15)   |   IDX30 531.719 (-11.49)   |   IDX80 142.034 (-2.79)   |   IDXBUMN20 420.424 (-11.55)   |   IDXESGL 146.593 (-2.74)   |   IDXG30 145.132 (-2.95)   |   IDXHIDIV20 467.118 (-8.07)   |   IDXQ30 151.699 (-2.74)   |   IDXSMC-COM 284.118 (-6.96)   |   IDXSMC-LIQ 356.602 (-8.98)   |   IDXV30 142.342 (-4.12)   |   INFOBANK15 1078.54 (-23.31)   |   Investor33 455.425 (-8.95)   |   ISSI 183.228 (-3.1)   |   JII 646.305 (-9.76)   |   JII70 225.666 (-3.53)   |   KOMPAS100 1262.11 (-23.67)   |   LQ45 987.949 (-21.07)   |   MBX 1725.55 (-36.04)   |   MNC36 336.055 (-6.76)   |   PEFINDO25 332.023 (-6.72)   |   SMInfra18 316.891 (-5.9)   |   SRI-KEHATI 389.555 (-8.04)   |  

Kerumunan Picu Klaster Baru, Satgas Covid-19: Jangan Egois!

Kamis, 26 November 2020 | 22:17 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19) Wiku Adisasmito mengatakan kegiatan masyarakat yang mengundang kerumunan terbukti berpotensi besar terjadinya bahaya penularan Covid-19. Bahkan kegiatan kerumunan tersebut melahirkan klaster-klaster baru di berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahaya penularan Covid-19 masih terjadi.

"Saya minta kesadaran dan kerja sama untuk tidak berkerumun. Karena apa yang kita semai, inilah yang akan kita tuai. Jangan gegabah dan egois," tegas Wiku Adisasmito.

"Berdasarkan data nasional, terdapat berbagai kegiatan kerumunan yang berdampak pada timbulnya klaster penularan Covid-19 di berbagai daerah di Indonesia," kata Wiku Adisasmito saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Kantor Presiden, Komplek Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (26/11/2020).

Rincian kasusnya, lanjut Wiku, beberapa waktu lalu pada Sidang GPIB Sinode yang menghasilkan 24 kasus pada 5 provinsi. Klaster ini berawal dari kegiatan agama yang dilakukan di Bogor, Jawa Barat, yang diikuti 685 peserta. Yang berkembang dan menyebar ke provinsi lainnya yakni Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah dan Nusa Tenggara Barat.

Lalu, klaster kegiatan Bisnis Tanpa Riba menghasilkan 24 kasus di 7 provinsi dan menimbulkan korban jiwa sebanyak 3 orang atau case fatality rate kasus ini mencapai 12,5 persen. Sama seperti klaster GPIB Sinode, klaster ini berawal dari kegiatan yang ada di Bogor yang diikuti 200 peserta. Kasusnya berkembang dan menyebar ke berbagai provinsi seperti Lampung, Kepulauan Riau, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Papua.

Di Lembang, Jawa Barat terdapat klaster Gereja Bethel. Kegiatannya melibatkan sekitar 200 peserta menghasilkan 226 kasus dengan infection rate mencapai 35 persen. Lalu, klaster Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, dengan total peserta sekitar 8.761 orang menghasilkan 1.248 kasus pada 20 provinsi. Dan klaster Pondok Pesantren Temboro di Jawa Timur menimbulkan 193 kasus di 6 provinsi di lebih dari 14 kabupaten/kota dan 1 negara lain.

"Jadi tidak heran bahwa klaster tersebut terjadi karena adanya kerumunan di masyarakat. Dan masyarakat akan sulit menjaga jarak," terang Wiku Adisasmito.

Fenomena klaster kerumunan juga pernah terjadi saat kapal pesiar besar Diamond Princess, mengangkut 2.000 - 4.000 penumpang dan harus dikarantina di Jepang pada bulan Februari tahun 2020. Dan kondisi di dalamnya penuh sesak dan sulit menjaga jarak. Akibatnya, sebesar 17 persen dari 3.700 penumpang dan awak kapal terinfeksi Covid-19.

Berbagai pengalaman ini, sesuai penelitian dari Ibrahim dan Memish tahun 2020. Yang menyatakan bahwa kemungkinan adanya hubungan dua arah antara kerumunan dan penyebaran penyakit menular. "Dan ini penting untuk menjadi perhatian publik, bahwa kondisi kerumunan itu harus dihindari," ujar Wiku Adisasmito.

Dampak dari adanya kerumunan berpeluang besar menjadi 3T, yaitu testing (pemeriksaan), tracing (pelacakan) dan treatment (perawatan) yang harus dilakukan segera dan menyeluruh. Karena periode inkubasi antara terpapar virus dan gejala rata-rata hanya 5 hari. Dan gejala dapat muncul 2 hari kemudian.

"Jika bisa disimpulkan, bahwa ada waktu sekitar 3 hari terhadap kontak erat itu dilacak. Dan diisolasi segera, sebelum terus melanjutkan penularan ke lingkar yang lebih luas lagi," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Satgas Covid-19: Keputusan Libur Panjang Harus Utamakan Keselamatan Rakyat

Pemerintah masih mengkaji keputusan libur panjang, karena harus mengutamakan keselamatan rakyat.

NASIONAL | 26 November 2020

Pendidikan Berkualitas dan Merata Jadi Tantangan Pembangunan Berkelanjutan

Menurut Save The Children, pandemi berpotensi mengakibatkan 9,7 juta anak yang terkena dampak penutupan sekolah beresiko putus sekolah secara permanen.

NASIONAL | 26 November 2020

637.048 Guru Agama Honorer Dapat Subsidi Upah

Apalagi di lingkungan Kementerian Agama, hampir 84% guru masih berstatus honorer.

NASIONAL | 26 November 2020

Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Cegah Kerugian Negara Rp 500 T

Kerugian negara sebesar Rp 500 triliun bisa dihemat apabila masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan disiplin.

NASIONAL | 26 November 2020

Jerinx Divonis Satu Tahun Dua Bulan, JPU dan Penasihat Hukum Ajukan Banding

Baik jaksa maupun penasehat hukum sama-sama mengajukan banding terhadap vonis satu tahun dua bulan yang dijatuhkan kepada Jerinx.

NASIONAL | 26 November 2020

Libur Akhir Tahun, Pemkot Bandung Bentuk Tim untuk Atasi Penyebaran Covid-19.

Tugas tim itu memastikan. tak ada kerumunan serta penerapan prokotol kesehatan di berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan sampai hotel.

NASIONAL | 26 November 2020

Bupati Situbondo Meninggal karena Covid-19, Khofifah Sampaikan Dukacita

Almarhum menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

NASIONAL | 26 November 2020

Komjen Listyo Sigit Raih Top 10 Most Outstanding People

Komjen Listyo Sigit dinilai berhasil membenahi institusi Bareskrim secara profesional.

NASIONAL | 26 November 2020

LAN Kembali Raih Penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2020

Village Preneurship bawa LAN kembali raih penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020

NASIONAL | 26 November 2020

Turunan UU Ciptaker Diharapkan Beri Kemudahan Izin RS Swasta

ARSSI berharap dengan adanya aturan turunan dari UU Cipta Kerja (Ciptaker) bisa memberikan kemudahan dalam hal perizinan operasional RS.

NASIONAL | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS