BNPT Kukuhkan Gugus Tugas Pemuka Agama untuk Cegah Radikalisme

BNPT Kukuhkan Gugus Tugas Pemuka Agama untuk Cegah Radikalisme

Jumat, 27 November 2020 | 00:18 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Kamis (26/11/2020), mengukuhkan Gugus Tugas Pemuka Agama untuk mencegah paham radikal terorisme.

Gugus Tugas Pemuka Agama untuk pencegahan paham radikal terorisme merupakan sinergi BNPT bersama Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) dan Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK) dengan melibatkan para pemuka agama moderat.

"Gugus Tugas Pemuka Agama yang merupakan bentuk dari sinergitas dari BNPT bersama dengan tokoh-tokoh agama yang ada di seluruh Indonesia. Sinergi ini penting untuk mengupayakan moderasi beragama dalam melawan upaya radikalisasi yang mengarah pada intoleransi dan terorisme di masyarakat," ujar Kepala BNPT seusai pengukuhan dalam keterangan persnya.

Kepala BNPT berharap dengan peran serta alim ulama dan para tokoh agama dapat memberikan pencerahan kepada seluruh umat. Bahwa apa yang selama ini disampaikan terkait radikalisasi, propaganda dalam bentuk narasi dan cara pencegahannya ini, mendapatkan dukungan dari para tokoh agama dan alim ulama sehingga tidak membawa penyesatan ataupun informasi yang keliru diterima oleh generasi muda.

"Nah gugus tugas pemuka agama kita harapkan menjadi yang terdepan dalam meluruskan pemahaman-pemahaman yang keliru. Sehingga informasi seolah-olah ada pihak tertentu sedang menyampaikan sesuatu atas nama agama ini dapat diluruskan," tutur mantan Kapolda Papua itu.

Boy mengatakan, tokoh-tokoh agama-lah yang dapat meluruskan hal ini karena mereka adalah ahlinya. Ia menyebut, tokoh lintas agama juga turut ikut serta agar pihak-pihak tertentu yang berkeinginan mengadu domba dan melakukan provokasi antarumat ini bisa diredam juga.

"Karena seperti yang kita tahu radikal intoleran dan radikal terorisme merupakan permasalahan global di seluruh dunia, dan Indonesia tidak lepas dari permasalahan itu. Ada pihak-pihak tertentu yang melakukan aktivitas yang mengarah kepada radikal intoleran ini dan berusaha kita tanggulangi," ucap Boy.

Ketua Umum LPOI/LPOK KH Said Aqil Siradj menyampaikan, pengukuhan gugus tugas pemuka agama tersebut sebenarnya formalitas saja. Karena menurut dia, ada atau tidak ada pengukuhan, sudah merupakan kewajiban bagi ulama dan para tokoh agama untuk menghadapi radikalisme ini.

Ormas-ormas yang tergabung dalam Gugus Tugas Pemuka Agama dalam rangka pencegahan paham radikal terorisme yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Sarekat Islam Indonesia, Persatuan Islam (Persis).

Kemudian Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Al-Irsyad Al-Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Al Washliyah, Nahdlatul Wathan Darud Da’wah wal Irsyad (DDI), Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan Dai Indonesia (Ikadi), Himpunan Bina Mualaf Indonesia (HBMI), dan Jam'iyyah Ahlith Thoriqoh al-Mutabarah al-Nahdliyyah (Jatman).

Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Perwalian Umat Buddha Indonesia (Walubi), Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi), Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), dan Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin).



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

DPRD dan Pemkab Klungkung Sepakati APBD 2021

Semua fraksi menyetujui Ranperda APBD 2021 tersebut menjadi Perda, dengan beberapa catatan.

NASIONAL | 26 November 2020

Kasus Edhy Prabowo, KPK Mulai Geledah Sejumlah Lokasi Besok

Deputi Penindakan KPK, Karyoto tak menyebut secara spesifik lokasi-lokasi yang bakal digeledah jajarannya.

NASIONAL | 26 November 2020

LSPR Luluskan 867 Wisudawan di Masa Pandemi Covid-19

Seluruh wisudawan mengikuti wisuda secara online di kediaman masing-masing.

NASIONAL | 26 November 2020

Kerumunan Picu Klaster Baru, Satgas Covid-19: Jangan Egois!

Satgas Covid-19 minta kesadaran dan kerja sama dari masyarakat untuk tidak berkerumun agar tidak menimbulkan klaster baru.

NASIONAL | 26 November 2020

Satgas Covid-19: Keputusan Libur Panjang Harus Utamakan Keselamatan Rakyat

Pemerintah masih mengkaji keputusan libur panjang, karena harus mengutamakan keselamatan rakyat.

NASIONAL | 26 November 2020

Pendidikan Berkualitas dan Merata Jadi Tantangan Pembangunan Berkelanjutan

Menurut Save The Children, pandemi berpotensi mengakibatkan 9,7 juta anak yang terkena dampak penutupan sekolah beresiko putus sekolah secara permanen.

NASIONAL | 26 November 2020

637.048 Guru Agama Honorer Dapat Subsidi Upah

Apalagi di lingkungan Kementerian Agama, hampir 84% guru masih berstatus honorer.

NASIONAL | 26 November 2020

Protokol Kesehatan Covid-19 Bisa Cegah Kerugian Negara Rp 500 T

Kerugian negara sebesar Rp 500 triliun bisa dihemat apabila masyarakat menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan disiplin.

NASIONAL | 26 November 2020

Jerinx Divonis Satu Tahun Dua Bulan, JPU dan Penasihat Hukum Ajukan Banding

Baik jaksa maupun penasehat hukum sama-sama mengajukan banding terhadap vonis satu tahun dua bulan yang dijatuhkan kepada Jerinx.

NASIONAL | 26 November 2020

Libur Akhir Tahun, Pemkot Bandung Bentuk Tim untuk Atasi Penyebaran Covid-19.

Tugas tim itu memastikan. tak ada kerumunan serta penerapan prokotol kesehatan di berbagai tempat seperti pusat perbelanjaan sampai hotel.

NASIONAL | 26 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS