Mahfud: Hukum Indonesia Terlalu Gampang Memasukkan Orang ke Penjara
INDEX

BISNIS-27 545.471 (-7.6)   |   COMPOSITE 6413.89 (-106.77)   |   DBX 1221.71 (-6.51)   |   I-GRADE 188.988 (-3.35)   |   IDX30 542.994 (-9.18)   |   IDX80 145.925 (-3.17)   |   IDXBUMN20 438.706 (-13.3)   |   IDXESGL 150.111 (-3.04)   |   IDXG30 148.081 (-3.15)   |   IDXHIDIV20 477.43 (-7.88)   |   IDXQ30 153.853 (-2.35)   |   IDXSMC-COM 293.749 (-6.8)   |   IDXSMC-LIQ 373.577 (-15.72)   |   IDXV30 149.364 (-4.83)   |   INFOBANK15 1084.54 (-8.19)   |   Investor33 464.502 (-6.89)   |   ISSI 189.074 (-4.16)   |   JII 668.709 (-17.74)   |   JII70 233.837 (-6.47)   |   KOMPAS100 1296.34 (-25.94)   |   LQ45 1011.21 (-19.63)   |   MBX 1772.39 (-32.57)   |   MNC36 342.942 (-5.12)   |   PEFINDO25 336.865 (-11.6)   |   SMInfra18 332.042 (-9.57)   |   SRI-KEHATI 396.816 (-5.25)   |  

Mahfud: Hukum Indonesia Terlalu Gampang Memasukkan Orang ke Penjara

Jumat, 27 November 2020 | 17:37 WIB
Oleh : Robertus Wardy / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Menko Polhukam Mahfud MD menilai praktik hukum di negara ini terlalu mudah untuk memasukkan orang ke penjara. Padahal hakikat keberadaan hukum adalah mencapai perdamaian.

“Hukum sepatutnya menyelesaikan secara damai untuk hal-hal yang secara manusiawi, logis, dan tidak perlu dibawa ke pengadilan atau tidak perlu dihukum berat. Hukum juga harus memperhatikan nasib korban,” kata Mahfud di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Ia menjelaskan hukum harus memiliki hati nurani. Hukum bukan alat memenangkan persaingan, tapi untuk mencapai kedamaian. Dia melihat sistem hukum Indonesia sedikit-sedikit memasukkan orang ke penjara.

“Sekarang ini kita lebih pada keadilan retributif, menegakkan hukum secara apa adanya. Pokoknya penegakan hukum sesuai dengan UU. Yang salah ditindak, yang benar dibebaskan. Sehingga yang muncul kemudian di masyarakat adalah keadilan yang koruptif dan manipulatif. Hukum menjadi menghukum dan membebaskan orang sesukanya,” ujar Mahfud.

Mahfud menceritakan, salah satu kasus, di mana ada orang ketemu semangka di pinggir jalan, kemudian dia makan, ternyata punya orang. Tapi akibatnya orang itu dihajar, dipermalukan, dilaporkan ke polisi, dan diproses di polisi. Kasus lainnya adalah kasus Mpok Minah di Purwokerto. Mpok Minah dituduh mencuri barang senilai Rp 2.500. Kemudian diajukan ke pengadilan dan hakimnya Pak Lukmono sampai menangis. Atas kesalahannya, hakim yang membayar denda atas barang yang diambil.

Dia mendorong agar para penegak hukum dan proses peradilan supaya mengedepankan proses restorative justice atau keadilan restoratif. Prinsip ini akan mampu membangun harmoni di kehidupan masyarakat. Hukum dalam konsep keadilan restoratif bukan untuk menang atau menghukum orang tapi membangun harmoni.

“Kita semua para penegak hukum harus mengambil roh keadilan restoratif. Kejahatan ditindak tegas, tapi akomodatif pada hal-hal ringan yang bisa diselesaikan secara baik,” tutur mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

Mahfud melihat Kepolisian, Kejaksaan dan Mahkamah Agung yang telah mulai menerapkan konsep keadilan restoratif ini. Saat ini sudah banyak diterapkan terutama terhadap ancaman pidana dibawah 5 tahun dan denda di bawah Rp 2,5 juta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Mendes Resmikan Guest House Milik BUMDes di Pujon Kidul

Guest house ini merupakan salah satu unit usaha BUMDes Sumber Sejahtera Desa Pujon Kidul, Kabupaten Malang.

NASIONAL | 27 November 2020

Menhub: Pelabuhan Patimban dan Tanjung Priok Saling Mengisi

Pelabuhan Patimban akan menjadi pelengkap dari keberadaan Pelabuhan Tanjung Priok, sehingga diharapkan dapat membantu menurunkan biaya logistik di Indonesia.

NASIONAL | 27 November 2020

Bengkulu Siapkan Ruang Penyimpanan Vaksin Covid-19

Ruang penyimpanan vaksin Covid-19 berada di kawasan Padang Harapan, Kota Bengkulu.

NASIONAL | 27 November 2020

1.100 Pesepeda Tempuh 300KM Virtual Ride Dukung Pendidikan Anak Indonesia

500 ribu km ditempuh selama sebulan untuk membantu pendidikan daring anak-anak Indonesia melalui kegiatan Bike to Care yang diselenggarakan oleh SOS Children

NASIONAL | 27 November 2020

Kena OTT KPK, Wali Kota Cimahi Miliki Harta Rp 8,1 Miliar

Berdasar laman e.lkhpn.kpk.go.id yang diakses pada Jumat (27/11/2020), Ajay dalam laporannya mengaku memiliki harta Rp 8,1 miliar.

NASIONAL | 27 November 2020

Apel Kebangsaan Virtual Se-Jawa, Banser Ingatkan Jaga Persatuan

Barisan Ansor Serbaguna (Banser) akan menggelar Apel Kebangsaan untuk merespons dinamika politik belakangan ini yang berpotensi mengancam keutuhan bangsa.

NASIONAL | 27 November 2020

Sumbawa Berpotensi Menjadi Sentra Pakan Ternak Nasional

Kabupaten Sumbawa memiliki potensi besar menjadi sentra pakan ternak.

NASIONAL | 27 November 2020

Kempora dan BNN Bentuk Kader Pemuda Anti Narkoba

Di tengah pandemi Covid-19, kasus penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba justru mengalami peningkatan hampir di semua daerah.

NASIONAL | 27 November 2020

Jembatan Rusak Diterjang Banjir, 700 KK di Merangin Terisolasi

Akses ke desa tersebut terputus total akibat kerusakan jembatan desa yang diterjang banjir luapan sungai.

NASIONAL | 27 November 2020

Lapas Kelas IIA Narkotika Kembangkan Inovasi Berbasis IT

Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta terus memperbaharui area-area pelayanan publik di dalam lapas, termasuk delapan inovasi unggulan berbasis informasi teknologi.

NASIONAL | 27 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS