Pasal yang Digunakan Polisi Cukup Menjerat Pelaku Pelanggaran Kerumunan
Logo BeritaSatu

Pasal yang Digunakan Polisi Cukup Menjerat Pelaku Pelanggaran Kerumunan

Jumat, 27 November 2020 | 20:13 WIB
Oleh : Yeremia Sukoyo / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Polisi telah menaikkan status kerumunan Rizieq Syihab ke penyidikan. Polda Metro berdasarkan Pasal 93 UU No 6/2018 UU Kekarantinaan Kesehatan, sedangkan Polda Jabar berdasarkan UU Kekarantinaan Kesehatan, UU 4/1984 tentang Wabah Penyakit Menular dan Pasal 216 KUHP.

Pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji, menilai, pasal-pasal yang digunakan oleh Polda Metro Jaya maupun Polda Jabar cukup untuk menjerat pelaku pelanggaran.

"Pasal-pasal tersebut memang sangat mencukupi untuk mengajukan dan menjerat para pelaku pelanggaran UU Kekarantinaan Kesehatan maupun yang terkait keadaan dan kondisi-kondisi khusus yang membahayakan keamanan negara, termasuk penyebaran pandemi yang masif di Indonesia ini," kata Indriyanto, di Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Menurutnya, UU Kekarantinaan maknanya memang delik formil dan bukan delik aduan. Jadi siapapun yang diduga melakukan pelanggaran kekarantinaan (diantaranya melakukan kerumunan atau mengadakan/menyuruh lakukan kerumunan) adalah sebagai Subyek Tersangka.

"Tentunya Pejabat Kekarantinaan itu bukanlah sebagai subyek pelaku. Namun demikian, siapapun yang melanggar ataupun yang menghalang-halangi implementasi substansi UU ini juga bisa dipersyaratkan sebagai Subyek Tersangka," ujar Indriyanto.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Konstruksi Tol Akses Patimban Ditargetkan Mulai 2021

Jalan akses sepanjang 37 km ini akan menghubungkan antara Pelabuhan Patimban dengan Jalan Tol Cipali.

NASIONAL | 27 November 2020

Kasus Jiwasraya, Kejagung Periksa Ketua KSO Duta Regency

Saksi yang diperiksa atau diminta keterangannya hari ini yaitu Tan Kian selaku ketua KSO Duta Regency Karunia Metropolitan Kuningan Properti.

NASIONAL | 27 November 2020

OTT Wali Kota Cimahi, KPK Amankan 10 Orang dan Sita Dokumen RS

Dalam OTT ini, tim Satgas KPK menyita uang tunai sekitar Rp 425 juta yang diduga barang bukti suap.

NASIONAL | 27 November 2020

Kejagung Periksa Tiga Saksi Kasus Dugaan Korupsi KONI Pusat

Kejaksaan Agung kembali memeriksa tiga orang saksi terkait dengan penanganan perkara dugaan Tipikor bantuan dana pemerintah kepada KONI Pusat.

NASIONAL | 27 November 2020

Staf Khusus Wapres Sukriansyah Latief Bicara Percepatan Proyek Bendungan di Jatim

Bendungan punya peran penting mendukung ketahanan pangan dan ketahanan air.

NASIONAL | 27 November 2020

4 Pegawai Terpapar Covid-19, Pelayanan Kantor Imigrasi Palu Dihentikan

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu terpaksa menutup sementara pelayanan keimigrasian menyusul adanya empat pegawai terkonfirmasi positif terpapar Covid-19.

NASIONAL | 27 November 2020

Digelandang ke Gedung KPK, Wali Kota Cimahi Jalani Pemeriksaan Intensif

Setibanya di Gedung KPK sekitar pukul 15.00 WIB, Ajay dan para pihak yang diamankan langsung menjalani pemeriksaan intensif oleh tim penyidik.

NASIONAL | 27 November 2020

Koopssus TNI Laksanakan Operasi Pembebasan Sandera di Selat Malaka

Komandan Koopssus TNI Mayjen TNI Richard TH Tampubolon, secara langsung mengendalikan Satuan Aksi Khusus (Sataksus) TNI dalam latihan di Kepri.

NASIONAL | 27 November 2020

Kasus Penyebaran Hoax, Syahganda dan Jumnhur Segera Sidang

Berkas perkara Syahganda dinyatakan lengkap pada 20 November 2020.

NASIONAL | 27 November 2020

Mahfud: Hukum Indonesia Terlalu Gampang Memasukkan Orang ke Penjara

Mahfud MD memandang bahwa sistem hukum Indonesia sedikit-sedikit memasukkan orang ke penjara.

NASIONAL | 27 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS