Terus Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19, Guru Dapatkan Apresiasi dari Presiden
INDEX

BISNIS-27 537.873 (30.05)   |   COMPOSITE 6307.13 (223.75)   |   DBX 1215.21 (4.76)   |   I-GRADE 185.638 (9.62)   |   IDX30 533.814 (34.96)   |   IDX80 142.76 (7.7)   |   IDXBUMN20 425.411 (28.19)   |   IDXESGL 147.067 (6.53)   |   IDXG30 144.927 (6.74)   |   IDXHIDIV20 469.552 (27.52)   |   IDXQ30 151.508 (7.38)   |   IDXSMC-COM 286.952 (4.19)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (10.51)   |   IDXV30 144.532 (5.41)   |   INFOBANK15 1076.36 (63.82)   |   Investor33 457.615 (27.27)   |   ISSI 184.91 (3.57)   |   JII 650.972 (18.12)   |   JII70 227.363 (5.64)   |   KOMPAS100 1270.4 (59.67)   |   LQ45 991.58 (59.46)   |   MBX 1739.82 (70.23)   |   MNC36 337.819 (19.25)   |   PEFINDO25 325.262 (1.45)   |   SMInfra18 322.474 (9.89)   |   SRI-KEHATI 391.563 (25.56)   |  

Terus Berjuang di Tengah Pandemi Covid-19, Guru Dapatkan Apresiasi dari Presiden

Sabtu, 28 November 2020 | 17:52 WIB
Oleh : Novy Lumanauw / YUD

Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada para guru di berbagai pelosok Tanah Air, yang pantang menyerah dan terus berjuang ditengah keterbatasan akibat pandemi Covid-19.

“Saya mengucapkan Selamat Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 PGRI. Terima kasih kepada para guru yang pantang menyerah dan terus berjuang ditengah keterbatasan. Terima kasih telah mendidik generasi bangsa menjadi SDM unggul yang selalu mencintai Indonesia,” kata Presiden Jokowi saat berpidato secara daring pada peringatan Hari Guru Nasional dan HUT ke-75 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Sabtu (28/11/2020).

Kepala Negara mengungkapkan, di tengah kondisi pandemi saat ini, peranan dan inovasi para guru dalam melangsungkan kegiatan belajar-mengajar amat vital.

Para guru dituntut untuk tetap berkarya dan terus berinovasi melangsungkan kegiatan belajar-mengajar, baik secara daring maupun menemui langsung para siswa di rumah-rumah mereka.

“Guru-guru dipaksa beradaptasi dengan cepat, beralih menggunakan teknologi, mengubah metode belajar, bekerja sekuat tenaga agar anak-anak bisa tetap belajar dengan baik. Tetapi, tantangan akibat pandemi Covid-19 ini tidak boleh menurunkan kualitas pembelajaran,” kata Kepala Negara.

Ia mengatakan, keterbatasan yang dihadapi para guru harus dapat diatasi dengan kreativitas sehingga membuat siswa dapat belajar dengan antusias dan memotivasi siswa menjadi pembelajar mandiri. Namun, untuk melakukan hal tersebut, para guru tidak dapat bekerja sendirian. Tantangan pendidikan di era pandemi ini juga harus diatasi dengan sinergi.

Presiden Jokowi mengatakan, pendidikan merupakan tanggung jawab bersama. Peran orang tua sebagai pendidik utama keluarga sangatlah penting untuk mendukung keberhasilan proses belajar anak. Oleh karena itu, komunikasi dan kerja sama antara guru dengan orang tua harus terus ditingkatkan.

“Saya menyadari banyak orang tua yang tidak sabar menunggu sekolah dibuka kembali. Tapi kita harus hati-hati karena kesehatan dan keselamatan adalah hal yang terpenting. Kesehatan dan keselamatan para guru maupun siswa peserta didik akan selalu menjadi prioritas tertinggi pemerintah,” kata Presiden Jokowi.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga menyadari berbagai kesulitan yang dialami para guru di era pandemi ini. Untuk itu pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendukung guru agar tetap dapat menjalankan pendidikan secara baik sekaligus membantu kesejahteraan para guru.

Misalnya, penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk pembayaran guru honorer yang kini tak lagi dibatasi sebesar 50%. Pemerintah juga memberikan Bantuan Subsidi Umum (BSU) sebesar Rp1,8 juta yang dibayarkan Rp 600 ribu tiap bulannya selama tiga bulan kepada kurang lebih 1,8 juta guru dan tenaga kependidikan honorer, bantuan paket pulsa internet untuk guru, dan berbagai program peningkatan kualitas guru yang disediakan pemerintah.

“Pada bulan September 2020, saya juga telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 98 tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Saya ingin guru-guru kita yang berstatus PPPK memiliki gaji dan tunjangan setara dengan PNS yang lain,” kata Presiden Jokowi.

Lebih jauh dikatakan, pemerintah memahami akan adanya masalah ketercukupan jumlah guru yang harus segera diatasi. Saat ini keberadaan guru honorer memang sangat besar peranannya dalam membantu keberlangsungan pendidikan di Indonesia. Namun, tidak semua guru honorer dapat memenuhi syarat usia yang ditentukan undang-undang untuk menjadi PNS. Oleh karena itu, percepatan penambahan guru yang paling utama adalah melalui rekrutmen guru PPPK berstatus ASN, sama seperti PNS, dengan kesejahteraan dan jenjang karier yang juga serupa seperti PNS.

“Pada tahun 2021, kita akan melakukan rekrutmen guru ASN dengan status PPPK dalam jumlah yang besar. Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2020 tentang Gaji dan Tunjangan PPPK bahwa guru-guru yang berstatus PPPK akan menerima gaji dan tunjangan setara dengan PNS lainnya. Saya berharap hal ini akan berdampak signifikan pada kesejahteraan guru di seluruh tanah air dan meningkatkan kualitas pendidikan kita,” kata Presiden Jokowi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Korban Berjatuhan, Setara Pertanyakan Keseriusan Pemerintah Atasi Konflik Papua

Penembakan yang memakan korban jiwa memperlihatkan pendekatan keamanan tidak menjadi jawaban atas persoalan konflik Papua.

NASIONAL | 28 November 2020

Teror di Sulteng, Setara Institute Ingatkan Pemerintah Tidak Boleh Lengah

Setara mendesak Satgas Operasi Tinombala mengoptimalkan sisa masa tugas untuk perburuan belasan anggota MIT Poso yang masih berkeliaran di hutan dan pegunungan.

NASIONAL | 28 November 2020

Jokowi Tegaskan Covid-19 Tak Boleh Turunkan Kualitas Pembelajaran

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa pandemi Covid-19 tidak boleh menurunkan kualitas pembelajaran.

NASIONAL | 28 November 2020

Pemkot Malang Komitmen Wujudkan Kota Layak Anak

Komitmen kota layak anak diwujudkan melalui kebijakan pembangunan inklusif.

NASIONAL | 28 November 2020

Wali Kota Cimahi Diduga Minta Jatah Rp 3,2 Miliar

Uang yang dimintai Ajay merupakan 10 persen dari Rancangan Anggaran Biaya yang dikerjakan subkontraktor pembangunan RSU Kasih Bunda senilai Rp 32 miliar.

NASIONAL | 28 November 2020

Menteri Edhy Ditangkap KPK, Ini Curhat Keponakan Prabowo Subianto

Saras sudah tahu kasus Menteri Kelautan dan Perikanan akan dimainkan untuk menyerangnya dalam kontestasi politik.

NASIONAL | 28 November 2020

Grab Indonesia Luncurkan Inisiatif Carbon Offsetting

Grab Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam menjaga kelestarian lingkungan.

NASIONAL | 28 November 2020

Ridwan Kamil Prihatin dengan Penangkapan Wali Kota Cimahi

Kang Emil berharap ke depan tidak ada lagi kasus operasi tangkap tangan atau OTT oleh KPK terhadap bupati atau wali kota di Provinsi Jawa Barat.

NASIONAL | 28 November 2020

Mendes PDTT: Dana Desa untuk Pertumbuhan Ekonomi dan SDM

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengingatkan penggunaan dana desa harus memerhatikan prinsip pertumbuhan ekonomi dan peningkatan SDM.

NASIONAL | 28 November 2020

Ini Rencana Kemhub Dukung Pemulihan Pariwisata

Di kawasan 5 Bali Baru, Kemhub akan mempersiapkan sistem dan fasilitas khusus untuk mengakomodir turis-turis mancanegara yang menjadi konsumen potensial.

NASIONAL | 28 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS