Jadi Tersangka Suap, Wali Kota Cimahi Ditahan KPK di Rutan Polres Jakpus

Jadi Tersangka Suap, Wali Kota Cimahi Ditahan KPK di Rutan Polres Jakpus

Sabtu, 28 November 2020 | 20:33 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Wali kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris Rumah Sakit Kasih Bunda Hutama Yonathan, Sabtu (28/11/2020). Ajay dan Hutama yang ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT) sehari sebelumnya ditahan KPK usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan pembangunan RS Kasih Bunda.

Ketua KPK, Firli Bahuri menyatakan, kedua tersangka ditahan di dua rutan berbeda untuk 20 hari pertama. Dengan demikian, Ajay dan Hutama bakal mendekam di sel tahanan masing-masing setidaknya hingga 17 Desember 2020 mendatang.

"Untuk AJM (Ajay Muhammad Priatna) bertempat di Rumah Tahanan Negara pada Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat dan HY (Hutama Yonathan) di Rumah Tahanan Negara pada Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya," kata Firli dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (28/11/2020).

Saat keluar ruang pemeriksaan, Ajay nampak telah mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye dengan kedua tangan diborgol. Kepada awak media, Ajay mengklaim tidak menerima suap dari Hutama Yonathan terkait perizinan pembangunan gedung baru RS Kasih Bunda dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Cimahi. Ajay juga membantah meminta jatah Rp 3,2 miliar atau 10 persen dari RAB gedung baru RS tersebut.

Menurut Ajay, transaksi tersebut dalam kapasitasnya sebagai swasta yang turut membangun RS Kasih Bunda atau sebelum menjabat sebagai Wali Kota.

"Saya tidak disuap perizinan, perizinan sudah selesai, tapi yang pasti kejadiannya bahwa teman-teman itu membangun. Ini semata-mata ketidaktahuan saya, saya pikir tidak masuk pasal apa-apa, karena ini proyek swasta," kata Ajay.

Diketahui, KPK menetapkan Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna dan Komisaris RS Kasih Bunda, Hutama Yonathan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin proyek Rumah Sakit Kasih Bunda. KPK menetapkan keduanya sebagai tersangka melalui proses gelar perkara setelah memeriksa 11 orang yang dibekuk dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Bandung dan Cimahi pada Jumat (27/11/2020).

Ajay diduga telah menerima suap sebesar Rp 1,66 miliar dari Hutama Yonathan secara bertahap dari kesepakatan suap sebesar Rp 3,2 miliar. Suap itu diduga diberikan Hutama kepada Ajay untuk memuluskan perizinan proyek pembangunan gedung tambahan RS Kasih Bunda dengan mengajukan revisi IMB kepada Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cimahi. Suap sebesar Rp 3,2 miliar yang disepakati Ajay dan Hutama merupakan 10 persen dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) pembangunan gedung tambahan RS Kasih Bunda. Dari nilai kesepakatan itu, Ajay telah menerima sekitar Rp 1,6 miliar dalam lima kali pemberian.

Atas tindak pidana yang diduga dilakukannya, Ajay yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan atau Pasal 12 B UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sementara Hutama Yonathan yang diduga menjadi pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PSI Kutuk Aksi Teror terhadap Gereja dan Jemaatnya di Sigi

Aparat keamanan harus segera mengusut kasus ini dan menemukan pelakunya.

NASIONAL | 28 November 2020

PEP Asset 4 Sulap Kawasan CMBR Jadi Detinasi Ekowisata Baru

Kawasan konservasi CMBR memiliki keanekaragaman hayati yang sudah teridentifikasi.

NASIONAL | 28 November 2020

Pembunuhan di Sigi, PDIP: Tindakan Brutal dan Biadab

Andreas mengatakan tindakan-tindakan semacam ini menunjukan masih rendahnya peradaban dan toleransi masyarakat kita.

NASIONAL | 28 November 2020

Jelang Pilkada, Panglima TNI dan Irwasum Polri Kunjungan Kerja ke Papua

Panglima TNI bersama Irwasum Polri melaksanakan kunjungan kerja ke Papua, Sabtu (28/11/2020).

NASIONAL | 28 November 2020

Minta Aparat Keamanan Usut Tuntas, PGI Kutuk Aksi Biadab di Sigi, Sulteng

PGI mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, memelihara kerukunan dan persaudaraan, sambil sepenuhnya mendukung upaya pemerintah untuk menangani kasus ini.

NASIONAL | 28 November 2020

Danggur Konradus: Hukum Melindungi Semua Mahluk Hidup

Hukum melindungi semua mahluk hidup.

NASIONAL | 28 November 2020

Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Sulteng, Ini Pernyataan Gereja Bala Keselamatan

Meminta pemerintah dan kepolisian untuk terus meningkatkan langkah antisipatif terhadap gerakan kejahatan.

NASIONAL | 28 November 2020

Pembunuhan Satu Keluarga oleh Ali Kalora Cs Dinilai Kemunduran Peradaban

Ada salah satu warga di Dusun 5 Lewonu yang dipenggal kepalanya.

NASIONAL | 28 November 2020

Pembantaian Satu Keluarga di Sigi Sulteng, Gereja Bala Keselamatan Berduka

Gereja Bala Keselamatan mengecam keras.

NASIONAL | 28 November 2020

Bupati Puncak WiIllem Wandik Positif Covid-19

Dari ruang isolasi, bupati berpesan kepada warganya untuk mematuhi protokol kesehatan karena Covid-19 masih ada dan bisa menginfeksi kapan saja.

NASIONAL | 28 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS