PMPHI Sumut: Pasangan Bobby-Aulia Sulit Dikalahkan di Pilkada Medan
INDEX

BISNIS-27 537.873 (30.05)   |   COMPOSITE 6307.13 (223.75)   |   DBX 1215.21 (4.76)   |   I-GRADE 185.638 (9.62)   |   IDX30 533.814 (34.96)   |   IDX80 142.76 (7.7)   |   IDXBUMN20 425.411 (28.19)   |   IDXESGL 147.067 (6.53)   |   IDXG30 144.927 (6.74)   |   IDXHIDIV20 469.552 (27.52)   |   IDXQ30 151.508 (7.38)   |   IDXSMC-COM 286.952 (4.19)   |   IDXSMC-LIQ 357.858 (10.51)   |   IDXV30 144.532 (5.41)   |   INFOBANK15 1076.36 (63.82)   |   Investor33 457.615 (27.27)   |   ISSI 184.91 (3.57)   |   JII 650.972 (18.12)   |   JII70 227.363 (5.64)   |   KOMPAS100 1270.4 (59.67)   |   LQ45 991.58 (59.46)   |   MBX 1739.82 (70.23)   |   MNC36 337.819 (19.25)   |   PEFINDO25 325.262 (1.45)   |   SMInfra18 322.474 (9.89)   |   SRI-KEHATI 391.563 (25.56)   |  

PMPHI Sumut: Pasangan Bobby-Aulia Sulit Dikalahkan di Pilkada Medan

Minggu, 29 November 2020 | 11:20 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JEM

Medan, Beritasatu.com - Pusat Monitoring Politik dan Hukum Indonesia Sumatera Utara (PMPHI Sumut) menyebutkan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman, sulit untuk bisa dikalahkan oleh pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi dalam kompetisi Pilkada Medan.

Koordinator PMPHI Gandi Parapat mengatakan, hasil survei dari 21 kecamatan dan 151 kelurahan di Kota Medan, sekitar 85 persen masyarakat sangat menginginkan adanya perubahan besar di Kota Medan.

"Pasangan Bobby Nasution - Aulia Rachman sulit untuk dikalahkan bila dilihat dari keinginan besar masyarakat. Pasangan ini bisa kalah jika dicurangi dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada), 9 Desember 2020," ujar Gandi Parapat, Minggu (29/11/2020).

Gandi menyebutkan, kecurangan dalam pilkada oleh pihak tertentu masih berpotensi terjadi. Tidak hanya di Kota Medan namun kecurangan pilkada juga secara umum terjadi di daerah yang melaksanakan pesta demokrasi di Tanah Air.

"Meski rival politik Bobby Nasution - Aulia Rachman merupakan pasangan petahana, namun sepertinya sulit bisa memenangkan kontestasi pilkada. Ada beberapa faktor yang membuat masyarakat tidak memberikan dukungannya," kata Gandi.

Menurutnya, sebagian masyarakat menolak pasangan nomor urut 1 itu karena masalah banjir, kerusakan jalan dan jalan banyak berlubang yang tidak kunjung diperbaiki. Apalagi, banjir selalu terjadi di Medan.

"Selama bulan September, Oktober, November hingga Desember 2020, merupakan bulan dengan potensi hujan yang cukup tinggi. Mulai dari kampanye hingga pemungutan suara pada bulan 'ember' ini, sepertinya semakin melemahkan pasangan Akhyar - Salman.

Persoalan lainnya, sambung Gandi, Kota Medan sudah tiga kali memiliki pimpinan yang selalu berurusan dengan kasus hukum. Termasuk Wali Kota Medan, Dzulmi Eldin, pasangan Akhyar Nasution saat pilkada tahun 2015 lalu. Saat itu, Akyar sebagai calon Wakil Wali Kota Medan.

"Tiga kali secara berturut - turut Wali Kota Medan tersandung kasus korupsi, yang membuat masyarakat ingin memilih Bobby - Aulia untuk memimpin Kota Medan, bukan mendukung petahana," ungkapnya.

Berdasarkan hail survei, kata Gandi, masyarakat mendukung Bobby - Aulia karena diyakini tidak akan melakukan korupsi. Soalnya, Bobby akan menjaga nama baik mertuanya, Presiden Joko Widodo.

"Alasan lainnya, masyarakat menilai Bobby Nasution akan cepat memajukan Kota Medan, cepat menangani masalah banjir dan memperbaiki kerusakan jalan di Medan. Sebab, Bobby punya ikatan yang kuat untuk koordinasi dengan pemerintah pusat," jelasnya.

Pasangan Bobby - Aulia juga mempunyai kekuatan lain yang tidak bisa diintervensi saat memimpin Kota Medan. Mereka dipastikan menolak pihak yang selalu minta jatah proyek pembangunan dan dapat mencegah praktik fee dari setiap proyek pembangunan.

"Bobby - Aulia juga didukung masyarakat karena dianggap sebagai pemimpin yang dapat mewakili seluruh umat. Pasangan ini dinilai lebih berjiwa nasionalis dan Pancasilais memimpin Kota Medan yang heterogen," sebutnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Cari Bibit Pesepak Bola, Kempora Luncurkan Program "Main Bola Yuk"

Kempora telah meluncurkan program "Main Bola Yuk" untuk mencari bibit-bibit pesepak bola berbakat.

NASIONAL | 29 November 2020

Sumut Masih Siapkan Konsep Belajar Tatap Muka

Lasro menyebutkan, proses belajar tatap muka tidak dilaksanakan seperti jauh hari sebelum terjadi pandemi Covid-19.

NASIONAL | 29 November 2020

Ribuan Rumah di Sergai, Sumut Terendam Banjir

Kelima kecamatan meliputi puluhan desa yang terdampak banjir tersebut yakni Kecamatan Sei Bamban, Tebing Tinggi, Sipispis, Dolok Masihul, dan Sei Rampah.

NASIONAL | 29 November 2020

Satgas Sumut Gagalkan Ormas Bawa Paksa Jenazah Terpapar Covid-19

Berdasarkan informasi, pasien terpapar virus corona yang meninggal dunia di RS Royal Prima Medan, berinisial JS warga kawasan Medan Sunggal.

NASIONAL | 29 November 2020

Gubernur Sulsel dan Sandiaga Bahas Peluang Bisnis di Tengah Pandemi

Dialog berlanjut dengan membahas kebutuhan masyarakat akan air bersih serta penanganan Covid-19 di Sulsel.

NASIONAL | 29 November 2020

Longsor di Simalungun, Alat Berat Diturunkan Bersihkan Jalan

Pemerintah juga menyalurkan bantuan makanan dan minuman.

NASIONAL | 29 November 2020

Selama Sepekan, Sumut Diguncang 27 Kali Gempa

Sebayak 15 kali terjadi di daratan dan 12 kali di laut.

NASIONAL | 29 November 2020

10.000 KK di Tebing Tinggi Terdampak Banjir

Penanganan banjir ini dengan menerapkan protokol kesehatan.

NASIONAL | 29 November 2020

Aksi Teror di Sigi Sangat Tidak Berperikemanusiaan

Negara sangat diperlukan di seluruh pelosok negeri tanpa terkecuali.

NASIONAL | 29 November 2020

Komnas HAM Sebut Pembunuhan di Sigi Mengusik Rasa Kemanusiaan

Negara tidak boleh kalah oleh tindakan kejahatan dalam bentuk apa pun.

NASIONAL | 29 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS