Mendes: Perguruan Tinggi Penting dalam Pendampingan Pertanian Desa
Logo BeritaSatu

Mendes: Perguruan Tinggi Penting dalam Pendampingan Pertanian Desa

Senin, 30 November 2020 | 17:08 WIB
Oleh : Jayanty Nada Shofa / JNS

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar mengatakan perguruan tinggi berperan penting dalam memberikan pendampingan berkelanjutan bagi sektor pertanian di desa.

Mendes PDTT menjelaskan, Perguruan Tinggi untuk Desa (Pertides) berperan dalam pembangunan desa. Sebab, pembentukan Pertides dilatarbelakangi agar perguruan tinggi tidak lepas terlalu jauh dari berbagai permasalahan yang ada di desa.

"Pertides inilah yang kemudian memayungi kita untuk melakukan berbagai hal apa saja yang bisa dilakukan sesuai dengan apa yang menjadi fokus masing-masing perguruan tinggi dalam pendampingan untuk mengatasi permasalahan yang ada di desa," kata Gus Menteri, sapaan akrabnya, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Gus Menteri menjelaskan, salah satu permasalahan di desa berkaitan dengan sektor pertanian. Dari 74.953 desa di seluruh Indonesia, 70% wilayahnya berada di sektor pertanian.

"Tentu ini juga akan sangat membutuhkan pendampingan karena berbagai upaya dalam keberlanjutan produktifitas yang berkelanjutan masih dalam permasalahan," katanya.

Gus Menteri menilai bahwa dalam permasalahan produktivitas berkelanjutan dikarenakan banyaknya pendampingan yang sifatnya sesaat atau tidak berkelanjutan sehingga produktivitasnya turut mengalami penurunan.

"Awalnya saat dilakukan pendampingan, produktivitasnya bagus. Tapi, setelah ditinggal, menjadi menurun. Inilah yang kemudian kita selalu meminta agar segala bentuk kerja sama harus ada pendampingan pasca dicapainya produk. Jadi, jangan kemudian dicapainya produk sudah tidak ada sentuhan lagi," katanya.

Menurut Gus Menteri, pendampingan di sektor pertanian membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun.

"Kalau sudah menjadi kultur atau budaya, baru ditinggal. Sebelum menjadi budaya, kalau kemudian ditinggal, itu akan kembali ke asalnya karena tidak mendampingi lagi. Sudah tidak ada lagi yang mengawasi, mengingatkan dan memotivasi. Ini sebenarnya harus dimotivasi terus menerus," katanya.

Bidang pertanian, lanjutnya, membutuhkan pendampingan berkelanjutan, termasuk dalam penerapan teknologi tepat guna (TTG).

"TTG itu sama, awal-awal semangat, lama-lama kalau tidak ada pendampingan, akan kembali lagi ke tradisional. Nah, ini juga yang perlu kita perhatikan. Jadi, pada prinsipnya kita memang sangat butuh pendampingan secara berkelanjutan," katanya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bertemu Wakil Ketua KPK, Bamsoet Sampaikan Ini

Ketua MPR Bambang Soesatyo meminta KPK turut terlibat dalam membenahi berbelitnya perizinan, investasi, dan monopoli kuota impor yang menghambat dunia usaha.

NASIONAL | 30 November 2020

49 Keluarga Masih Mengungsi, Gerombolan MIT Lari ke Hutan

49 kepala keluarga Dusun 5 Lewonu Desa Lemba Tongoa, Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, masih mengungsi pasca pembantaian 4 orang yang dilakukan gerombolan MIT.

NASIONAL | 30 November 2020

Sebelum Skandal Djoko Tjandra, Pinangki Pernah Kena Sanksi Turun Pangkat

Pinangki Sirna Malasari, ternyata pernah dijatuhi sanksi disiplin berupa penurunan pangkat satu tingkat pada 2012 atau jauh sebelum skandal Djoko Tjandra.

NASIONAL | 30 November 2020

Menko Polhukam: Pemerintah Kecam Pembunuhan di Sigi

Menurut Mahfud, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah untuk pemulihan atau trauma healing.

NASIONAL | 30 November 2020

Rantai Dingin Vaksin Covid-19, Indonesia Sudah Siap

Vaksin merupakan produk biologis yang sangat rentan terhadap perubahan suhu, sehingga perlu disimpan pada suhu 2-8 derajat celcius.

NASIONAL | 30 November 2020

Eks Bupati Bogor Rachmat Yasin Bakal Kembali Duduk di Kursi Terdakwa

Tim penyidik KPK telah merampungkan berkas penyidikan kasus dugaan pemotongan uang dan gratifikasi yang menjerat Rachmat Yasin sebagai tersangka.

NASIONAL | 30 November 2020

Bupati dan Wali Kota di Sulsel Diminta Segera Atur Jalur Vaksin Covid-19

Seluruh Bupati dan Wali Kota di Sulawesi Selatan (Sulses) diminta segera mengatur lebih dini jalur distribusi vaksin Covid-19 sebelum disalurkan nantinya.

NASIONAL | 30 November 2020

Pulihkan Keamanan, Lembatongoa Dijaga Brimob

Aparat keamanan berupaya menormalisasi keadaan di Dusun 5 Lewonu Desa Lembatongoa, Palolo, Kabupaten Sigi, Sulteng, pasca pembunuhan empat orang.

NASIONAL | 30 November 2020

TNI Kirim Tambahan Pasukan Khusus Kejar Terduga Teroris di Sigi

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengemukakan TNI akan menindak tegas para pelaku pembunuhan terhadap 4 orang di Dusun 5 Tokelemo, Sigi.

NASIONAL | 30 November 2020

Berikan Efek Jera, Pakar Dukung Upaya Jaksa Agung Miskinkan Koruptor

Upaya Jaksa Agung ST Burhanuddin memiskinkan para koruptor agar menimbulkan efek jera bagi para pelakunya mendapat dukungan dari pakar TPPU Yenti Garnasih.

NASIONAL | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS