Jaga Pasokan di Alam, Batasi Pengambilan Lobster di Laut
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Jaga Pasokan di Alam, Batasi Pengambilan Lobster di Laut

Senin, 30 November 2020 | 21:45 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Lobster (udang karang atau udang barong) memiliki nilai ekonomi dan konsumsi yang tinggi karena dagingnya yang gurih, halus, lezat dan kaya akan protein. Pangan dari perairan ini bahkan menjadi primadona karena harganya yang cukup tinggi di pasar ekspor meskipun baru benur (bibit) lobster.

Namun, pengambilan lobster di laut harus dibatasi karena akan mengancam pasokannya di alam. Budidaya adalah pilihan terbaik. Selain itu masyarakat juga harus bijak ketika mengonsumsinya. Hindari konsumsi lobster anakan atau yang sedang bertelur.

Dengan total luas wilayah perairan mencapai 6,32 juta km persegi dan total garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan laut terbesar di dunia.

Indonesia juga memiliki area terumbu karang sangat luas yang merupakan habitat utama lobster, salah satu komoditas laut Indonesia yang memiliki peranan penting baik dari segi ekologi maupun ekonomi.

Pakar crustacea Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Rianta Pratiwi, mengatakan lobster tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia dan hidup di perairan dangkal hingga kedalaman 100 hingga 200 meter di bawah permukaan laut dengan kisaran suhu 20-30°C.

"Mereka biasanya menyenangi daerah terumbu karang, bersembunyi di dalam lubang atau di balik batu-batu karang yang airnya dangkal di daerah tropis ataupun semi tropis," kata Rianta dalam webinar Perspektif Kelautan dan Sosial Lobster di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Meskipun memiliki morfologi yang sama, tetapi habitat Lobster berbeda-beda bergantung jenisnya. Saat ini Indonesia mempunyai tujuh jenis lobster, yaitu lobster pasir (Panulirus homarus), lobster batik (Panulirus longipes), lobster batu (Panulirus penicillatus), lobster Pakistan (Panulirus polyphagus), lobster mutiara (Panulirus ornatus), lobster bambu (Panulirus versicolor), dan lobster batik (Panulirus femoristriga).

Dalam siklus hidupnya, lobster (Panulirus spp.) melewati 4 fase, yaitu fase reproduksi atau perkembangbiakan, fase larva filosoma, fase lobster muda (puerulus), dan fase lobster dewasa.

Pada fase perkembangbiakan lanjutnya, lobster betina dapat bertelur hingga 460.000 butir dengan masa inkubasi 3-4 minggu. Pada fase filosoma, lobster dapat mencapai ukuran 36.5 – 37.2 mm. Setelah itu, ukuran lobster akan berkembang hingga 5-10 cm pada fase lobster muda.

Selanjutnya pada fase lobster dewasa, dewasa betina berukuran 16 cm panjang total, sementara lobster jantan berukuran kurang lebih 20 cm panjang total.

Melihat karakteristik itu, Rianta menyebut lobster bukan hanya komersial di Indonesia namun juga hampir di seluruh dunia. Lobster merupakan jenis yang komersial di sepanjang pantai utara dan selatan Amerika, Afrika Mediteranean, India, Australia, Selandia Baru, dan perairan Indo-Pasifik, termasuk perairan Indonesia.

"Di Indonesia lobster mutiara dan lobster pasir menjadi lobster yang paling potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya perikanan," ujar Rianta.

Dia pun memaparkan potensi benih lobster alam di laut Indonesia sangat besar dan diperkirakan mencapai 20 miliar ekor per tahun.

"Faktor alam yang mencakup dinamika oseanografi dan klimatologi sangat mempengaruhi keberadaan dan stok benih lobster alam di laut Indonesia," tutur Rianta.

Di samping itu, lanjutnya, kualitas lingkungan perairan laut dan aktivitas penangkapan juga ikut andil memberikan pengaruh terhadap keberadaan stok benih lobster di alam.

"Namun hingga saat ini hampir belum ada informasi yang memadai terkait faktor mana yang paling menentukan keberadaan dan stok benih lobster di alam," ungkap Rianta.

Pengembangan budidaya lobster sendiri telah dilakukan Indonesia sejak lama dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/PERMEN-KP/2020 Tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Sebenarnya pengembangan budidaya lobster, sudah dilakukan Indonesia sejak lama, akan tetapi memerlukan waktu pembesaran yang sangat lama, sehingga banyak yang tidak berhasil melakukannya," tutur Rianta.

Di perairan tropis misalnya, P. ornatus memiliki fase larva 4-7 bulan, sementara P. longipes sekitar lima bulan dengan ukuran benih bening atau benur 5-7 cm.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Sesuai Konstitusi, TNI dan Polri Komponen Utama Pertahanan dan Keamanan

Uji materi UU 23/20219 di MK telah menunjukkan kekeliruan proses legislasi di DPR RI.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

BPIP: Katolik untuk Indonesia Sudah Dirintis dari Masa Lalu

Katolik untuk Indonesia bukan untuk kekinian saja tetapi sudah dirintis di masa lalu

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Romo Magnis: Kehadiran Umat Katolik Harus Mampu Dirasakan oleh Masyarakat

Kehadiran umat Katolik harus dapat dirasakan oleh masyarakat sebagai dorongan kepada hal yang baik, adil, dan membangun kehidupan bersama

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Dewas KPK Bantah Lindungi Lili Pintauli

Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean membantah telah melindungi Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Stefanus Gusma Deklarasi Maju sebagai Caketum Pemuda Katolik

Gusma adalah sosok yang serius yang dibuktikan melalui visitasi ke banyak komda dan Komcab termasuk Papua Barat.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Muhammadiyah Minta Pemuda Jadi Perekat Persatuan

Muhammadiyah berharap para pemuda Indonesia mampu memaknai Sumpah Pemuda dengan menjadi pelopor yang merekatkan persatuan nasional di tengah keberagaman

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Raja Sapta Oktohari Difitnah, 20 Pemlik Akun Palsu Akan Diproses Hukum

Raja Sapta Oktohari tunjuk advokat Natalia Rusli untuk memproses secara hukum terhadap 20 nama pemilik akun palsu yang mencemarkan nama baiknya di media sosial.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Indonesia Didesak Ciptakan Kebijakan Investasi Hijau

Caranya bisa dengan memberi insentif bagi investasi hijau dan disinsentif bagi investasi sektor kotor.

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Cegah Peningkatan Suhu Bumi, Peneliti ICEL: Pembangunan Indonesia Harus Hijau dan Seimbang

Untuk itu rencana pembangunan di Indonesia harus hijau, adil, dan seimbang tidak hanya memburu pertumbuhan

NASIONAL | 27 Oktober 2021

Perkara Kaburnya Rachel Vennya dari Karantina Naik ke Tahap Penyidikan

Polda Metro Jaya menaikkan status perkara dugaan kaburnya artis Rachel Vennya dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan ke tingkat penyidikan.

NASIONAL | 27 Oktober 2021


TAG POPULER

# Upah Minimum


# Anies Baswedan


# Timnas U-23


# Cuti Bersama


# Tabrakan Bus Transjakarta



TERKINI
Hujan Guyur Jakarta, Wagub Riza: Tidak Ada Genangan Berarti, Apalagi Banjir

Hujan Guyur Jakarta, Wagub Riza: Tidak Ada Genangan Berarti, Apalagi Banjir

MEGAPOLITAN | 6 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings