Batasi Pengambilan Lobster di Laut demi Menjaga Alam

Batasi Pengambilan Lobster di Laut demi Menjaga Alam

Senin, 30 November 2020 | 22:56 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / EAS

Jakarta, Beritasatu.com - Bukan rahasia umum bahwa lobster (udang karang atau udang barong) memiliki nilai ekonomi dan konsumsi yang tinggi. Dagingnya yang gurih, halus, lezat dan kaya akan protein membuat banyak orang bahkan produsen makanan memburunya. Pangan dari perairan ini bahkan menjadi primadona karena harganya yang cukup tinggi di pasar ekspor meskipun baru benur (bibit) lobster.

Tidak lantas karena bergizi dan memiliki nilai ekonomi tinggi, lantas pengambilan lobster di laut semena-mena. Justru karena nilainya yang tinggi, maka pengambilan lobster harus dibatasi demi menjaga pasokannya di alam. Budidaya lobster juga bisa menjadi pilihan terbaik untuk menjaga pasokan. Selain itu masyarakat juga harus bijak ketika mengonsumsinya. Hindari konsumsi lobster anakan atau yang sedang bertelur.

Pakar crustacea Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rianta Pratiwi mengatakan perlu pembatasan pengambilan benih lobster di laut Indonesia untuk menjaga kelestarian organisme tersebut.

"Pengambilan benur (benih) dari alam untuk dibudidayakan akan menyebabkan berkurangnya plasma nutfah di alam sehingga harus diberikan batasan untuk penangkapannya," kata Rianta dalam sapa media virtual dengan tema "Memahami Potensi Lobster dari Perspektif Kelautan dan Sosial", di Jakarta, Senin (30/11/2020).

Rianta menuturkan perairan tempat ditangkapnya benih/benur memiliki daya dukung yang terbatas sehingga tidak dapat menghidupi semua benur yang ada. Menurut dia, berbagai jenis makanan lobster juga dipanen oleh manusia sehingga makanan yang tersedia bagi lobster juga berkurang. Penangkapan benih lobster secara terbatas perlu dilakukan sebagai upaya memanfaatkan melimpahnya benih lobster, meningkatnya pendapatan nelayan, menghidupkan aktivitas budi daya serta meningkatkan nilai ekspor.

"Keberadaan benih di alam juga semakin terancam dan berkurang sehingga kelestarian lobster jarus dijaga,” tutur Rianta.

Lobster sendiri tersebar hampir di seluruh perairan Indonesia dan hidup di perairan dangkal hingga kedalaman 100 hingga 200 meter di bawah permukaan laut dengan kisaran suhu 20-30 derajat celsius. Diketahui dengan total luas wilayah perairan mencapai 6,32 juta km persegi dan total garis pantai sepanjang 81.000 km, Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan laut terbesar di dunia.

Indonesia juga memiliki area terumbu karang sangat luas yang merupakan habitat utama lobster, salah satu komoditas laut Indonesia yang memiliki peranan penting baik dari segi ekologi maupun ekonomi.

"Lobster biasanya menyenangi daerah terumbu karang, bersembunyi di dalam lubang atau di balik batu-batu karang yang airnya dangkal di daerah tropis ataupun semi tropis," kata Rianta.

Sementara pengembangan budidaya lobster sendiri telah dilakukan Indonesia sejak lama dan telah diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 12/PERMEN-KP/2020 tentang Pengelolaan Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) di Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Sebenarnya pengembangan budidaya lobster, sudah dilakukan Indonesia sejak lama, akan tetapi memerlukan waktu pembesaran yang sangat lama, sehingga banyak yang tidak berhasil melakukannya," tutur Rianta.

Ditambahkan peneliti Kebijakan Kelautan dan Perikanan Pusat Penelitian Politik LIPI Anta Maulana Nasution, kebijakan mengizinkan ekspor benur dalam pendekatan ekologi politik tidak bisa dilihat sebagai langkah pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nelayan.

Ia pun menambahkan peraturan terkait ekspor benur seharusnya bisa direvisi agar nelayan juga mendapat kesejahteraan dari ekspor benur tersebut bukan memberi keuntungan segelintir oknum.

Harga lobster memang cukup mahal, dari benur di nelayan dihargai Rp 10.000 namun ketika sampai di pasar ekspor harganya bisa mencapai Rp 150.000 per ekor. Sementara itu, harga lobster pun cukup mahal. Lobster mutiara harga sebelumnya 900.000 per kg menjadi Rp 1,5 juta per kg. Lobster batik Rp 800.000 per kg menjadi 900.000 per kg. Sedangkan lobster bambu dari Rp 750.000 menjadi Rp 250.000 hingga Rp 1,2 juta per kg.



Sumber: Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bantuan Subsidi Kuota Internet hanya Tercapai 62 Persen

Subsidi kuota internet untuk tenaga pendidik dan siswa hanya tercapai 62 persen dari target.

NASIONAL | 30 November 2020

Kemdikbud Akui Subsidi Kuota Kemungkinan Tidak Mencapai Target

Kemdikbud mengakui bahwa bantuan kuota internet untuk tenaga pendidik dan murid selama pandemi Covid-19 kemungkinan tidak sasaran.

NASIONAL | 30 November 2020

P2G: Target Bantuan Kuota Internet Tahap Terakhir Meleset

Bantuan kuota internet gratis dari Kemdikbud untuk tahap terakhir tidak semuanya sampai ke tangan guru dan siswa.

NASIONAL | 30 November 2020

Harapan Masyarakat Marsram kepada Imani

Sejumlah elemen masyarakat yang berada di Kampung Marsram, Distrik Supiori Timur, Kabupaten Supiori, Papua berhasrat memenangkan pasangan Imani.

NASIONAL | 30 November 2020

Aktor Deddy Mizwar ke Medan Khusus untuk Menangkan Bobby Nasution

Deddy Mizwar, turun ke Medan khusus untuk memenangkan pasangan nomor urut 2, Bobby Nasution-Aulia Rachman dalam Pilwalkot Medan.

NASIONAL | 30 November 2020

Ekspor Bibit Lobster Jangan Hanya untuk Tingkatkan Perekonomian Nelayan

Mengijinkan ekspor bibit lobster dalam pendekatan ekologi politik jangan hanya dilihat sebagai langkah pemerintah untuk meningkatkan perekonomian nelayan.

NASIONAL | 30 November 2020

Yan Imbab: Supiori Butuh Pemimpin Siap Kerja

Yan Imbab menyatakan Kabupaten Supiori membutuhkan pemimpin yang sudah siap memimpin, dan langsung bekerja ketika dilantik bukan pemimpin yang baru belajar.

NASIONAL | 30 November 2020

Basis Data Covid-19 Perlu Disempurnakan

Kualitas data yang valid akan menentukan pola penanganan dan evaluasi pengendalian Covid-19 di Indonesia dengan tepat.

NASIONAL | 30 November 2020

Jaga Pasokan di Alam, Batasi Pengambilan Lobster di Laut

Pengambilan lobster di laut harus dibatasi karena akan mengancam pasokannya di alam.

NASIONAL | 30 November 2020

Sekda dan 15 ASN Pemkot Malang Diduga Terpapar Covid-19

Ada lebih dari 10, bahkan 15 orang yang reaktif mengarah kepada indikasi positif Covid-19.

NASIONAL | 30 November 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS