PVMBG: Penyebab Semeru Erupsi karena Guguran Batuan Naik
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

PVMBG: Penyebab Semeru Erupsi karena Guguran Batuan Naik

Selasa, 1 Desember 2020 | 17:38 WIB
Oleh : Didik Fibrianto / WBP

Lumajang, Beritasatu.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengungkapkan bahwa guguran batuan dari arah puncak Gunung Semeru, Jawa Timur, terjadi kenaikan. Guguran terjadi secara signifikan diikuti awan panas.

"Guguran batuan dari arah puncak terjadi tidak menerus sejak 19 Oktober 2020. Pada 28 November terjadi kenaikan jumlah guguran secara signifikan diikuti awan panas dari ujung lidah lava dengan jarak luncur 1 kilometer ke sektor Tenggara lereng," dikutip dari rilis yang dikeluarkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi yang dikeluarkan lewat website Magma Indonesia, Selasa (1/12/2020).

PVMBG menyatakan pada 1 Desember 2020 mulai pukul 01.23 WIB, teramati awan panas guguran dari kubah puncak, dengan jarak luncur 2 hingga 11 kilometer (km) ke arah Besok Kobokan di sektor Tenggara dari puncak Gunung Semeru. Data pemantauan visual selama 1 Oktober hingga 30 November 2020 gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang tinggi sekitar 50-500 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga hujan, angin lemah hingga kencang ke arah utara, timur laut, timur, selatan, barat daya dan barat. Suhu udara sekitar 19-32°C. "Erupsi terjadi menerus, menghasilkan kolom erupsi berwarna kelabu dengan tinggi maksimum 500 m dari atas kawah/puncak," jelasnya.

Sedangkan jumlah dan jenis gempa yang terekam selama 1 Oktober hingga 30 November 2020 didominasi oleh gempa letusan dengan rata-rata 40 kejadian per hari. Pada 20 November 2020 jumlah gempa letusan cenderung menurun, dan terjadi kenaikan pada jumlah gempa guguran. Gempa hembusan terjadi rata-rata 10 kejadian per hari, sedangkan gempa-gempa vulkanik (gempa vulkanik dalam, vulkanik dangkal, dan tremor) terekam dengan jumlah sangat rendah.

Pengamatan visual menunjukkan adanya kenaikkan jumlah gempa guguran dan beberapa kali awan panas guguran. Kenaikkan ini diakibatkan adanya ketidakstabilan kubah lava di bagian puncak. "Dari kegempaan hingga 1 Desember 2020 pukul 06.00 WIB didominasi gempa guguran dan beberapa kali gempa awan panas guguran,"terangnya

Potensi ancaman bahaya erupsi Gunung Semeru berupa lontaran batuan pijar di sekitar puncak, sedangkan material lontaran berukuran abu dapat tersebar lebih jauh tergantung arah dan kecepatan angin. Potensi ancaman bahaya lainnya berupa awan panas guguran dan guguran batuan dari kubah/ujung lidah lava ke sektor tenggara dan selatan dari puncak. "Jika terjadi hujan dapat terjadi lahar di sepanjang aliran sungai yang berhulu di daerah puncak," kata dia.

Terkait guguran awan panas itu, PVMBG memberikan rekomendasi dalam status Level II (Waspada) agar masyarakat, pengunjung, wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 1 kilometer dari kawah puncak Gunung Semeru dan jarak 4 kilometer arah bukan kawah di sektor selatan-tenggara serta mewaspadai awan panas guguran, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru. "Radius dan jarak rekomendasi ini akan dievaluasi terus untuk antisipasi jika terjadi gejala perubahan ancaman bahaya,"paparnya.

Sementara itu, Supervisor Pusdal Ops BPBD Kabupaten Lumajang Kustari saat dikonfirmasi menyatakan bahwa sejak pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB teramati terjadi satu guguran lava dengan jarak luncur 1 Km. "Lava mengarah ke curah Kobokan,"pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Wali Kota Malang Positif Covid-19

Sutiaji menyatakan baru mengetahui bahwa dirinya terkena Covid-19 pada Senin (30/11/2020) malam.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Ketua MPR: Tidak Ada Toleransi Bagi MIT

Ketua MPR menyatakan tidak ada toleransi bagi pelaku aksi keji terorisme di Sulawesi Tengah, yang dilakukan kelompok MIT di Sulawesi Tengah.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Tito: Kepala Daerah Penanggung Jawab Pengendalian Covid-19 di Daerahnya

Mendagri meminta seluruh kepala daerah secara serius menerapkan protokol kesehatan, mengingat adanya lonjakan kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Libur Panjang Akhir Tahun Akan Dibahas dalam Rapat Menteri

Moeldoko mengatakan keputusan libur panjang dan cuti bersama akhir tahun akan dibahas dalam rapat yang digelar Selasa (1/12/2020) sore ini.

NASIONAL | 1 Desember 2020

DMI Tolak Masjid Dijadikan Tempat Seruan Jihad

DMI secara tegas menolak seruan jihad yang dilakukan sekelompok orang di masjid.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Mendagri Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah Bahas Penanganan Covid-19

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia secara virtual untuk membahas penegakan protokol kesehatan.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kemiskinan dan Pengangguran di Papua dan Papua Barat Turun

Kemiskinan di Papua turun dari 28,40% menjadi 27,53%.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Fokus Cegah Penyebaran Covid-19

Mendagri Tito Karnavian mengingatkan seluruh kepala daerah, baik gubernur, bupati atau wali kota untuk fokus mengendalikan pencegahan penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Wali Kota Solo Pimpin Rakor Persiapan Vaksinasi Covid-19

Vaksin diprioritaskan pada tenaga kesehatan, anggota TNI, Polri, serta petugas pelayanan publik lainnya.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Panglima TNI: Kami Akan Tindak Tegas Kelompok MIT

Panglima TNI menegaskan, pihaknya akan menindak tegas atas pelaku pembunuhan warga sipil di Desa Lemban Tongoa, Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi.

NASIONAL | 1 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS