US$ 20.000 dari Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo: Uang Persahabatan
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.321 (-2.12)   |   COMPOSITE 6289.65 (-47.85)   |   DBX 1346.19 (-12.68)   |   I-GRADE 181.205 (-1.35)   |   IDX30 507.3 (-3.78)   |   IDX80 137.13 (-1.34)   |   IDXBUMN20 404.453 (-5.99)   |   IDXESGL 139.923 (-0.37)   |   IDXG30 143.928 (-0.43)   |   IDXHIDIV20 446.912 (-3.18)   |   IDXQ30 145.336 (-0.95)   |   IDXSMC-COM 297.691 (-2.23)   |   IDXSMC-LIQ 363.216 (-3.08)   |   IDXV30 137.088 (-3.12)   |   INFOBANK15 1041.31 (-5.34)   |   Investor33 435.377 (-2.34)   |   ISSI 184.679 (-1.32)   |   JII 634.506 (-3.05)   |   JII70 224.071 (-1.43)   |   KOMPAS100 1224.8 (-8.57)   |   LQ45 952.541 (-7.79)   |   MBX 1705.32 (-12.44)   |   MNC36 322.487 (-1.62)   |   PEFINDO25 325.966 (4.31)   |   SMInfra18 310.375 (-3.1)   |   SRI-KEHATI 370.053 (-2.69)   |  

US$ 20.000 dari Tommy Sumardi, Brigjen Prasetijo: Uang Persahabatan

Selasa, 1 Desember 2020 | 17:46 WIB
Oleh : Fana Suparman / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kabiro Kordinasi Pengawas PPNS Bareskrim Polri, Brigjen Prasetijo Utomo mengakui menerima uang dari pengusaha Tommy Sumardi. Saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan penghapusan nama Djoko Tjandra dalam daftar red notice Polri dengan terdakwa Tommy Sumardi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (1/12/2020), Prasetijo mengakui bahwa uang yang diterimanya sebanyak US$ 20.000.

Pengakuan ini disampaikan Prasetijo setelah Jaksa membacakan dan mengonfirmasi BAP miliknya. Dalam BAP itu, Jaksa membeberkan, uang itu diserahkan oleh Tommy pada saat keduanya akan bertemu dengan Irjen Napoleon Bonaparte yang saat itu menjabat sebagai Kadiv Hubinter Polri di lantai 11 Gedung TNCC atau ruang kerja Napoleon pada 4 Mei 2020. Namun, Napoleon saat itu tidak ada di ruang kerjanya. Tommy pun mengajak Prasetijo ke rumah makan Merah Delima yang berada tak jauh dari Mabes Polri untuk bertemu temannya. Selanjutnya, saat Prasetijo hendak masuk Gedung TNCC, Tommy terlihat masuk ke mobil Toyota Alphard dan kemudian meminta Prasetijo turut masuk mobil.

"Ketika saya akan masuk gedung TNCC Haji Tommy menuju ke mobil di parkiran kemudian Haji Tommy naik mobil Alphard warna putih jemput saya dan mengatakan 'bro masuk dulu', dan Haji Tommy memperlihatkan uang 10 ikat mata uang dolar Amerika ke saya, kemudian saya mengatakan 'wih ji uang lo banyak banget', kemudian dijawab Haji Tommy 'udah lu mau tahu aja', 'ini buat lo' dengan spontan Haji Tommy memberikan ke saya dua ikat (uang), masing-masing US$ 10.000. Total US$ 20.000, saya tanya 'nggak apa ini ji?' dia jawab 'kan lu temen gua masa nggak boleh ngasih temen'," kata Prasetijo.

Setelah itu kami cari parkiran, dan saya turun dari mobil Haji Tommy, kemudian turun saat itu kita naik ke lantai 11 ruangan Kadivhubinter, saat itu Pak Haji Tommy bawa paper bag warna hitam atau cokelat, kemudian saya tanya katanya 'lo mau tahu aja', sesampainya di Kadivhubinter kami tidak ketemu (Irjen Napoleon). Bagaimana BAP saudara?" tanya Jaksa setelah membacakan BAP Prasetijo.

Prasetijo mengakui menerima uang itu. Dia mengatakan uang itu adalah uang persahabatan dari Tommy.

"Di dalam mobil tersebut tiba-tiba dia ambil, terus kemudian dia ambil uang serahkan ke saya 'ini bro untung lo', 'Ji ini apaan?' 'udah ambil aja', 'ini uang untuk lo, uang persahabatan, udah kan lo sering bantu saya'. Di situ terlintas di benak saya, memang selama ini saya pernah bantu pak haji ini (Tommy)," kata Prasetijo sambil menirukan percakapannya dengan Tommy.

"Jadi kan ada dua ikat, masing-masing US$ 10.000? Terima?" tanya majelis hakim.

"Saya terima yang mulia," jawab Prasetijo.

Prasetijo mengklaim hanya menerima uang US$ 20.000. Prasetijo mengaku tidak menerima uang selain itu.

"Nggak ada (penerimaan lain), hanya itu saja," sebutnya.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Tommy Sumardi menjadi perantara suap dari Djoko Tjandra kepada Prasetijo dan Napoleon. Prasetijo disebut menerima US$ 150.000, sementara Napoleon menerima SGD 200.000 dan US$ 270.000. Suap tersebut diberikan Joko Tjandra kepada Napoleon dan Prasetijo untuk mengurus penghapusan namanya dalam daftar red notice Interpol Polri.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

PVMBG: Penyebab Semeru Erupsi karena Guguran Batuan Naik

Guguran terjadi secara signifikan diikuti awan panas.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Wali Kota Malang Positif Covid-19

Sutiaji menyatakan baru mengetahui bahwa dirinya terkena Covid-19 pada Senin (30/11/2020) malam.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Ketua MPR: Tidak Ada Toleransi Bagi MIT

Ketua MPR menyatakan tidak ada toleransi bagi pelaku aksi keji terorisme di Sulawesi Tengah, yang dilakukan kelompok MIT di Sulawesi Tengah.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Tito: Kepala Daerah Penanggung Jawab Pengendalian Covid-19 di Daerahnya

Mendagri meminta seluruh kepala daerah secara serius menerapkan protokol kesehatan, mengingat adanya lonjakan kasus positif Covid-19.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Libur Panjang Akhir Tahun Akan Dibahas dalam Rapat Menteri

Moeldoko mengatakan keputusan libur panjang dan cuti bersama akhir tahun akan dibahas dalam rapat yang digelar Selasa (1/12/2020) sore ini.

NASIONAL | 1 Desember 2020

DMI Tolak Masjid Dijadikan Tempat Seruan Jihad

DMI secara tegas menolak seruan jihad yang dilakukan sekelompok orang di masjid.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Mendagri Kumpulkan Seluruh Kepala Daerah Bahas Penanganan Covid-19

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian kembali mengumpulkan seluruh bupati dan wali kota se-Indonesia secara virtual untuk membahas penegakan protokol kesehatan.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kemiskinan dan Pengangguran di Papua dan Papua Barat Turun

Kemiskinan di Papua turun dari 28,40% menjadi 27,53%.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Mendagri Ingatkan Kepala Daerah Fokus Cegah Penyebaran Covid-19

Mendagri Tito Karnavian mengingatkan seluruh kepala daerah, baik gubernur, bupati atau wali kota untuk fokus mengendalikan pencegahan penyebaran Covid-19.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Wali Kota Solo Pimpin Rakor Persiapan Vaksinasi Covid-19

Vaksin diprioritaskan pada tenaga kesehatan, anggota TNI, Polri, serta petugas pelayanan publik lainnya.

NASIONAL | 1 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS