PDIP: Mengubah Azan Bertentangan dengan Seruan Dua Masjid Suci Sedunia
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-0.05)   |   COMPOSITE 6389.83 (-37.46)   |   DBX 1207.48 (3.08)   |   I-GRADE 186.044 (-1.17)   |   IDX30 536.499 (-2.63)   |   IDX80 144.214 (-1.01)   |   IDXBUMN20 435.358 (-7.09)   |   IDXESGL 149.259 (-0.13)   |   IDXG30 145.988 (-0.98)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-2.76)   |   IDXQ30 152.642 (-0.59)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-3.07)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-3.96)   |   IDXV30 148.997 (-0.75)   |   INFOBANK15 1075.9 (-5.89)   |   Investor33 460.647 (-1.35)   |   ISSI 189.211 (-0.9)   |   JII 668.85 (-4.09)   |   JII70 234.095 (-1.52)   |   KOMPAS100 1287.09 (-6.92)   |   LQ45 998.257 (-5.79)   |   MBX 1767.88 (-12.62)   |   MNC36 340.661 (-1.09)   |   PEFINDO25 338.558 (-1.47)   |   SMInfra18 329.085 (-2.93)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-0.78)   |  

PDIP: Mengubah Azan Bertentangan dengan Seruan Dua Masjid Suci Sedunia

Selasa, 1 Desember 2020 | 20:59 WIB
Oleh : Markus Junianto Sihaloho / CAR

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Ahmad Basarah mengatakan Nabi Muhammad SAW tidak pernah mengubah kata-kata dalam azan sejak menerima wahyu diturunkannya perintah berazan sebelum salat wajib lima waktu.

“Sejak menerima wahyu tentang azan, Nabi Muhammad SAW tak pernah mengubah redaksi azan. Rasulullah SAW memang pernah menambah redaksi azan, tetapi itu saat terjadi cuaca ekstrem, misalnya hujan deras dan angin kencang, yang intinya memberitahu ummat agar shalat di rumah masing-masing. Tapi, Nabi tidak pernah mengganti redaksi azan dengan kata jihad,” kata Basarah, Selasa (1/12/2020).

Menurut Sekretaris Dewan Penasihat PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) ini, lafal azan yang diterima umat Islam sedunia adalah seperti yang dikumandangkan di Masjidil Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

"Jika ada orang mengubah lafal azan, misalnya menambah kalimat hayya alal jihad, itu bertentangan dengan azan di dua masjid suci di Arab Saudi itu. Mereka berarti sudah membuat ajaran baru yang tidak diajarkan dalam Islam,’’ tegas Basarah.

Wakil Ketua MPR tersebut menjelaskan, kalimat demi kalimat yang terdapat dalam azan adalah wahyu Allah SWT yang diturunkan dalam mimpi sahabat bernama Abdullah bin Zaid.

Dalam beberapa buku sejarah Islam, diceritakan bahwa ketika berada di antara tidur dan terjaga, sahabat Nabi Muhammad SAW itu melihat seorang lelaki memakai dua pakaian serba hijau berkeliling sambil membawa genta.

Saat Abdullah meminta genta itu untuk dijadikan alat pemanggil shalat, lelaki dalam mimpi itu kemudian menawarkan lafal-lafal azan sebagai penggantinya.

Lelaki dalam mimpi itu berkata kepada Abdullah bin Zaid, “Bila engkau hendak berdiri shalat maka ucapkanlah, ‘Allahu Akbar, Allahu Akbar. Asyhadu alla ilaha illallah. Asyhadu anna Muhammadarrasullulah. Hayya ‘alash sholah (2 kali). Hayya ‘alal falah (2 kali). Allahu Akbar, Allahu Akbar. La ilaha illallah.

Basarah menjelaskan, keesokan harinya Abdullah bin Zaid menghadap Nabi SAW dan mengabarkan mimpinya tadi. Rasulullah SAW mendengarkan cerita Abdullah dengan saksama, lalu bersabda “Sesungguhnya mimpi itu benar. Insya Allah. Maka, berdirilah (pergilah) kau kepada Bilal karena suara Bilal itu lebih tinggi dan lebih panjang, lalu ajarkan Bilal apa yang telah disampaikan lelaki dalam mimpi itu kepadamu; dan hendaklah bilal memanggil orang bershalat dengan sedemikian itu.

Setelah Bilal menyerukan azan seperti yang diajarkan Abdullah bin Umar, Umar bin Khaththab kemudian datang tergesa-gesa kepada Nabi SAW lalu berkata, “Ya Rasulullah, demi zat yang telah mengutus engkau dengan benar, sungguh samalam saya telah bermimpi sebagaimana yang diucapkan Bilal.” Mendengar ucapan Umar itu, Nabi SAW bersabda: “Segala puji bagi Allah, demikian itulah yang lebih tetap.

Berdasarkan kisah turunnya wahyu azan itu, Basarah menegaskan bahwa sesuai keyakinan umat Islam di seluruh dunia, kalimat-kalimat dalam azan itu adalah seperti yang sering diperdengarkan di masjid-masjid di Indonesia dan masjid-masjid di seluruh dunia, termasuk Masjid Haram di Makkah dan Masjid Nabawi di Madinah.

“Jadi, kalau ada yang mengubahnya dengan hayya alal jihad, itu pasti sudah mengubah ajaran Islam. Itu bid’ah,” jelas Wakil Ketua Lazisnu PBNU itu.

Menurut Basarah, jika ada sekompok orang yang mengubah lafal azan menjadi hayya alal jihad, sebaiknya mereka hentikan. Apa yang mereka lakukan itu hanya akan berakibat memecah belah umat Islam.

“Apakah mereka sudah menodai agama Islam, saya mengembalikannya kepada umat Islam Indonesia, bahkan umat Islam dunia. Mari kita tanya, apakah mereka rela syariat agama mereka diubah-ubah?,” kata Basarah.

“Selama ini umat Islam sedunia bersatu dalam syariat dan keyakinan atau tauhid. Jika pun ada perbedaan mazhab fiqih, itu pasti didasari oleh dalil masing-masing. Nah, khusus soal azan, semua umat Islam sedunia selama ini sudah sepakat. Dengarkan saja azan di dua masjid suci di Arab Saudi.”



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ganjar Doakan Anies dan Riza Sembuh

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo mendoakan kesembuhan bagi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wakil Gubernur DKI Ahmad Riza Patria.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kejagung Periksa Tiga Mantan Pejabat Pelindo II

Kejagung menyelidiki dugaan korupsi berupa kerja sama antara PT JICT dengan PT Pelindo II.

NASIONAL | 1 Desember 2020

PDIP Soroti Kasus Kekerasan Seksual

Anggota Komisi VIII DPR, Diah Pitaloka menyoroti berita dan kasus kekerasan seksual yang kembali menyeruak.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kejagung Kembali Dalami Kasus Korupsi Pembelian Gas Bumi di Sumsel

Kejaksaan Agung mulai melakukan pemeriksaan kembali kepada pihak yang terkait kasus pembelian gas bumi di Sumatera Selatan.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kejagung Periksa Empat Saksi Kasus Dugaan Korupsi Koni Pusat

Kejaksaan Agung kembali memeriksa empat orang saksi terkait dengan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi di KONI Pusat.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kasus Tes Usap Rizieq Syihab, Pekan Depan Naik ke Penyidikan

Satgas Covid-19 Kota Bogor melaporkan Dirut RS Ummi Bogor Andi Tatat karena menghalangi melakukan tes usap.

NASIONAL | 1 Desember 2020

HUT OPM, Polri: Situasi Tidak Ada yang Menonjol

Situasi keamanan di Papua terpantau kondusif pada HUT Organisasi Papua Merdeka (OPM) 1 Desember hari ini, Selasa (1/12/2020).

NASIONAL | 1 Desember 2020

Fantastis, Pengobatan Satu Pasien Covid-19 Habiskan Rp 184 Juta Per Hari

Satu pasien Covid-19 menghabiskan biaya pengobatan rata-rata Rp 184 juta setiap harinya.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Danai Terorisme, JI Kumpulkan Uang Sumbangan di Minimarket

Hal ini diterungkap dalam pemeriksaan yang dilakukan polisi terhadap 24 anggota JI yang ditangkap selama periode Oktober-November 2020.

NASIONAL | 1 Desember 2020

Kini Berbadan Hukum, BUMDes Jadi Lebih Mudah Bangun Kemitraan

Dengan disahkannya UU Ciptaker, BUMDes kini berbadan hukum dan lebih mudah membangun kemitraan dengan pemerintah, BUMN maupun swasta.

NASIONAL | 1 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS