Energy Watch: Kejaksaan Agung Mampu Perkuat Pengawasan Sektor Energi
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Energy Watch: Kejaksaan Agung Mampu Perkuat Pengawasan Sektor Energi

Rabu, 2 Desember 2020 | 16:49 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Direktur Utama (Dirut) Pertamina (Persero), Nicke Widyawati, meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) serta perjanjian kerja sama antara Kejaksaan RI dengan PT Pertamina (Persero) di Jakarta, Rabu (25/11/2020).

Kerja sama tersebut bertujuan untuk menjaga kelancaran proyek strategis nasional yang sedang dan akan dijalankan Pertamina sekaligus mencegah penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan di sektor energi. Mengingat Pertamina mendapat amanat untuk memastikan ketahanan energi melalui 4A+1S yaitu Availibility, Accesibility, Affordability, Acceptability dan Sustainability sehingga menuntut Pertamina harus dapat memastikan tersedianya energi untuk masyarakat Indonesia dan bahkan sampai ke pelosok.

Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan mendukung kerja sama antara Kejaksaan Agung dan Pertamina tersebut agar bisa meminimalisir terjadinya korupsi dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan Pertamina ke depan.

“Kerjasama tersebut diharapkan bisa mengurangi dapat korupsi atau pun penyalahgunaan dan pencari rente didalam tubuh Pertamina. Adanya penegak hukum bisa ini diharap menjadi lebih tranparan lagi dan lebih aman lagi dan bisa menghindari tejadinya kerugian nanti. ” kata Mamit, Rabu (2/12/2020).

Menurut Mamit, meskipun di tubuh Pertamina sendiri sudah ada pihak internal yang melakukan audit yang bertugas melakukan pengawasan, pelibatan pihak Kejaksaan Agung sebagai salah satu bentuk keseriusan dari Petamina dalam menjaga transparansi di dalam internal perusahaan, terutama terkait dengan kegiatan-kegiatan yang sekiranya dilihat mempunyai potensi terjadinya permasalahan-permasalahan hukum.

“Dengan adanya MoU ini mungkin Pertamina bisa berkonsultasi dengan Kejaksaan Agung ketika memang ada projek-projek atau pekerjaan-pekerjaan yang butuh masukan dari aparat penegak hukum, apakah projeknya masih layak dilakukan atau ada masukan apa dari aparat penegak hukum, sehingga projek tersebut tidak menjadi permasalahan kedepanya,” bebernya.

Mamit menambahkan, dengan MoU tersebut otomatis setiap projek yang dikerjakan Pertamina akan diawasi oleh penegak hukum, sehingga Pertamina dapat berhati-hati dalam menentukan rekananan bisnis atau menentukan wilayah projek yang akan digarap.

“Pengawasan ini agar bisa lebih efektif dan berjalan sesuai dengan yang diharapkan dan pastinya ke depan tidak akan merugikan negara karena ini sudah melalui kajian hukum, terus juga konsultasi hukum dan akhirnya pengawasan dari aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Lanjut Mamit, belajar dari kasus tindak pidana korupsi yang dilakukan mantan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan, agar jajaran petinggi Pertamina tidak lagi melakukan perbuatan serupa dikemudian hari.

“Teman-teman Pertamina belajar dari kasusnya Bu Karen, akhirnya menjadi salah satu masalah terkait dengan masalah hukum, dari situ mereka dari sekarang mulai bekerja sama dengan aparat hukum untuk berkonsultasi atau pun meminta pendapat,” tuturnya.

Selain itu, Mamit pihak Kejaksaan Agung harus melakukan pengawasan secara ketat, mengingat banyak sekali transaksi-transaksi yang dilakukan Pertamina dengan pihak lain, yang bisa menjadi peluang besar bagi oknum yang mencari keuntungan pribadi.

“Saya kira sebagus apapun sistem, selama pengawasannya tidak ketat, kemungkinan terjadinya penyelewangan itu sangat besar, apalagi misalnya kalau ada kontrak pekerjaan pembangunan ataupun misanya jual beli dengan pihak lain ekspor impor, saya kira ini adalah peluang besar untukk orang yang mencari keuntungan pribadi, jadi pengawasan ini benar-benar dilakukan oleh aparat penegak hukum,” tuntasnya.

Sebelumnya, Jaksa Agung Sanitiar (ST) Burhanuddin menyambut baik dengan adanya kerjasama atau nota kesepemahaman dengan PT. Pertamina tersebut.

"Saya menyambut baik atas inisiatif diselenggarakan acara ini, yang oleh karenanya ini merupakan momentum yang sangat berharga dan patut kita apresiasi bersama, sebagai bentuk komitmen kita untuk senantiasa bersinergi, saling mendukung, saling menjaga dan saling melengkapi, di tengah pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing," kata Burhanuddin.

Burhanuddin menjelaskan, untuk mengoptimalkan kerjasama, koordinasi dan efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing pihak. Nantinya akan ada pemberian pendampingan hukum, bantuan hukum litigasi dan non litigasi, pertimbangan hukum, penegakan hukum dan tindakan hukum lainnya di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

"Dukungan pendampingan dan pengamanan proyek pembangunan strategis dan percepatan investasi, koordinasi penelusuran dan pemulihan asset. Penempatan, pengembangan, dan peningkatan sumber daya manusia (SDM). Pertukaran data, informasi, keahlian, serta sarana dan prasarana dalam pelaksanaan penegakan hukum dan penguatan kelembagaan serta bentuk kerjasama lain yang disepakati para pihak," terangnya.

"Dengan ruang lingkup cakupan kerja sama tersebut, saya yakin dan optimis bersama-sama kita akan menjadi bagian integratif dalam rangka mewujudkan pelaksanaan tugas dan fungsi masing-masing secara optimal, efektif, dan efisien," katanya.

Menurutnya, sebagai perusahaan minyak dan gas nasional, Pertamina memiliki peran penting dan strategis dalam upaya penyediaan energi di Indonesia. Hal itu pula, yang membuat Pertamina menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kemajuan Indonesia saat ini.

"Untuk itu, Kejaksaan RI memiliki kewajiban memberikan kontribusi positif dalam rangka memastikan dan mewujudkan keberhasilan pelaksanaan peran strategis PT. Pertamina untuk memenuhi dan menyediakan akses energi yang berkualitas dan terjangkau bagi semua lapisan masyarakat," sambungnya.

Ia menegaskan, kerjasama yang dibangun tersebut juga untuk menghindari adanya penyimpangan maupun penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan perusahaan.

"Manakala masih ditemukan adanya penyimpangan, saya berharap upaya yang dilakukan tidak hanya berhenti pada langkah penindakan semata, melainkan juga harus diikuti dengan evaluasi secara bersama-sama sebagai langkah pencegahan, sehingga hal serupa tidak terulang lagi," bebernya.

"Bahwa apa yang telah kita sepakati ini adalah guna menciptakan harmonisasi dalam menjalankan pengabdian bagi masyarakat bangsa dan negara yang menjadi tugas, kewajiban, dan tanggung jawab kita bersama," pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Bio Farma Siapkan Infrastruktur Digital untuk Penyediaan dan Layanan Vaksin Covid-19

Bio Farma menggandeng badan usaha milik negara lain, PT Telkom guna mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Cegah Kerumunan, KPU Bengkulu Atur Jam Kedatangan Pemilih di TPS

Dengan adanya pengaturan jam atau waktu kedatangan pemilih ke TPS maka tidak terjadi penumpukan atau kerumunan orang saat pencoblosan pada 9 Desember nanti.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Akselerasi Inovasi Daerah, Pemkab Takalar Kerja Sama dengan NCI dan LIPI

Bupati memiliki harapan besar bahwa Kabupaten Takalar akan menjadi kawasan industri pertanian, perikanan, peternakan, dan manufaktur yang unggul.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Bawang Daun Kediri

Para petani bawang sayur di Desa Siman, Kabupaten Kediri bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan komoditas unggulan bawang sayur atau bawang daun.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Perkuat IMC, ITP Takalar Gandeng Nano Center Indonesia

Untuk tahun pertama, kerja sama riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang sains untuk pengolahan komoditas unggulan Kabupaten Takalar.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Curah Hujan Tinggi, Lima Desa di Asahan Terendam Banjir

Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan yang mengakibatkan Sungai Sikau meluap.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Rizieq Syihab Akui Tengah Menjalani Isolasi Mandiri

Dalam kesempatan itu, Rizieq sendiri tidak menegaskan apakah sampai dengan saat ini negatif atau positif Covid-19.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Untuk Perawatan Kecantikan, Pinangki Habiskan Rp 111 Juta dalam 3 Bulan

Besarnya biaya perawatan Pinangni diungkapkan dokter kecantikan dan kesehatan keluarga Pinangki, Olivia Santoso yang dihadirkan sebagai saksi.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Mayoritas Publik Ingin Irianto-Irwan Kembali Pimpin Kaltara

Dengan sisa waktu 7 hari menjelang hari pemilihan, dinamika dukungan masih mungkin terjadi. Ada empat faktor yang bisa mengubah dukungan.

NASIONAL | 2 Desember 2020

16 Provinsi Miliki Angka Kesembuhan Covid-19 di Atas 80%

Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19 (Satgas Covid-19), Wiku Adisasmito, mengatakan ada 16 provinsi yang memiliki angka kesembuhan Covid-19 di atas 80%

NASIONAL | 2 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS