Saksi Sebut Pinangki Beli BMW X5 Setelah Menang Kasus
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 526.593 (-2.12)   |   COMPOSITE 6140.17 (-31)   |   DBX 1202.23 (-7.34)   |   I-GRADE 182.055 (-0.59)   |   IDX30 520.23 (-3.14)   |   IDX80 139.249 (-0.62)   |   IDXBUMN20 408.872 (-1.63)   |   IDXESGL 143.85 (-0.25)   |   IDXG30 142.18 (0.09)   |   IDXHIDIV20 459.051 (-3.03)   |   IDXQ30 148.957 (-0.6)   |   IDXSMC-COM 277.162 (-0.91)   |   IDXSMC-LIQ 347.622 (-0.6)   |   IDXV30 138.219 (-0.5)   |   INFOBANK15 1055.23 (-7.44)   |   Investor33 446.478 (-2.09)   |   ISSI 180.128 (-0.71)   |   JII 636.549 (-4.61)   |   JII70 222.134 (-1.32)   |   KOMPAS100 1238.45 (-7.28)   |   LQ45 966.883 (-3.74)   |   MBX 1689.51 (-8.25)   |   MNC36 329.297 (-2.07)   |   PEFINDO25 325.3 (-0.25)   |   SMInfra18 310.992 (2.08)   |   SRI-KEHATI 381.519 (-2.14)   |  

Saksi Sebut Pinangki Beli BMW X5 Setelah Menang Kasus

Rabu, 2 Desember 2020 | 18:48 WIB
Oleh : Fana Suparman / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Mantan Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi II pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Pembinaan Kejaksaan Agung (Kejagung), Pinangki Sirna Malasari mengaku membeli satu unit mobil mewah BMW X5 setelah memenangkan suatu kasus. Pengakuan itu diungkapkan Sales Center PT Astra International BMW yang dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan suap, pencucian uang dan pemufakatan jahat dengan terdakwa Pinangki di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Mulanya, Jaksa bertanya pada Yeni mengenai pembelian mobil merek BMW X5. Menjawab hal itu, Yeni mengaku bertemu di pameran BMW di Senayan, Jakarta. Singkat cerita, Pinangki sepakat membeli mobil BMW X5 dengan uang muka (down payment/DP) Rp 25 juta. Saat itu, Pinangki meminta pembayarannya dilakukan secara tunai secara bertahap dengan nilai total Rp 1,709 miliar. "Terdakwa (Pinangki) transfer sebesar Rp 475 juta, kedua 9 Desember Rp 490 juta setoran tunai BCA, kemudian 11 Desember Rp 490 juta setoran tunai BCA, pada 13 Desember sebesar Rp 100 juta transfer bank panin, 13 Desember 2019 Rp 129 juta transfer bank, total lima kali pembayaran," kata Yeni dalam kesaksiannya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (2/12/2020).

Jaksa kemudian membacaka Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang menyebutkan Pinangki membeli mobil BMW X5 setelah memenangkan suatu kasus. Saat dikonfirmasi, Yeni membenarkan hal tersebut. Dikatakan, alasan memenangkan kasus juga tertulis di data dealer. "Jadi kayak laporan dari dealer, bukti dari kantor, nggak tahu, kaya print-printan begitu. Kan kalau biasanya pembelian kita laporin," kata Yeni.

Namun Yeni mengungkapkan, Pinangki menolak saat dirinya menawarkan agar pembelian mobil itu dilaporkan ke Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Yeni tak mengetahui dan tak bertanya kepada Pinangki mengenai alasannya menolak melaporkan pembelian mobil mewah tersebut. "Kalau customer keberatan kita tidak memaksa," kata Yeni.

Persidangan kali ini juga mengungkap mengenai pembayaran sewa unit apartemen yang dihuni Pinangki. Inhouse Marketing Dharmawangsa Apartement Sinta Gunawan yang dihadirkan sebagai saksi mengaku Pinangki pertama kali menghubunginya pada 2016. Kemudian, Pinangki pernah membayar sewa apartemennya menggunakan mata uang asing melalui asistennya. Secara total sewa apartemen yang dibayarkan Pinangki mencapai Rp 5,5 miliar. "Pernah dengan mata uang asing sekali selebihnya rupiah," kata Sinta.

Diketahui, Jaksa Penuntut Umum mendakwa Pinangki menerima suap US$ 500.000 dari US$ 1 juta yang dijanjikan oleh Joko Soegiarto Tjandra alias Djok Tjandra. Suap itu diberikan kepada Pinangki melalui pengusaha Andi Irfan Jaya untuk mengurus permintaan fatwa Mahkamah Agung (MA) melalui Kejagung agar pidana penjara yang dijatuhkan pada Tjandra berdasarkan putusan PK (Peninjauan Kembali) Nomor 12 Tanggal 11 Juni 2009 tidak bisa dieksekusi sehingga Tjandra bisa kembali ke Indonesia tanpa harus menjalani hukuman pidana.

Atas perbuatannya, Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat (2) Juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
Selain itu, Pinangki juga didakwa melanggar Pasal 3 Undang-Undang No. 8 Tahun 2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Untuk pemufakatan jahat, Pinangki didakwa melanggar Pasal 15 Juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 88 KUHP.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Sita Catatan Transaksi Keuangan Eksportir Penyuap Edhy Prabowo

Berbagai dokumen itu disita tim penyidik saat menggeledah kediaman Chairman PT Dua Putra Perkasa (DPP) Suharjito di Bekasi.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Lacak Aliran Uang Kasus Edhy Prabowo, KPK Gandeng PPATK

KPK menggandeng PPATK guna menelusuri aliran uang terkait kasus dugaan suap yang menjerat Edhy Prabowo.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Ganjar Apresiasi Pemerintah Pangkas Libur Akhir Tahun

Menurut Ganjar, keputusan yang diambil pemerintah ini telah sesuai dengan aspirasi yang disampaikan pihaknya sejak lama.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Sahabat Pelangi, Kisah Inspiratif Perjuangan Penyandang Disabilitas Menembus Batas

Kendati memiliki keterbatasan, banyak penyandang disabilitas yang terus berjuang untuk menunjukkan bakat dan prestasinya.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Energy Watch: Kejaksaan Agung Mampu Perkuat Pengawasan Sektor Energi

Kejaksaan Agung bekerja sama dengan PT Pertamina untuk menjaga kelancaran proyek strategis nasional yang sedang dan akan dijalankan Pertamina.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Bio Farma Siapkan Infrastruktur Digital untuk Penyediaan dan Layanan Vaksin Covid-19

Bio Farma menggandeng badan usaha milik negara lain, PT Telkom guna mengintegrasikan data dari berbagai kementerian dan lembaga.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Cegah Kerumunan, KPU Bengkulu Atur Jam Kedatangan Pemilih di TPS

Dengan adanya pengaturan jam atau waktu kedatangan pemilih ke TPS maka tidak terjadi penumpukan atau kerumunan orang saat pencoblosan pada 9 Desember nanti.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Akselerasi Inovasi Daerah, Pemkab Takalar Kerja Sama dengan NCI dan LIPI

Bupati memiliki harapan besar bahwa Kabupaten Takalar akan menjadi kawasan industri pertanian, perikanan, peternakan, dan manufaktur yang unggul.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Bertahan di Tengah Pandemi Covid-19 dengan Bawang Daun Kediri

Para petani bawang sayur di Desa Siman, Kabupaten Kediri bertahan di tengah pandemi Covid-19 dengan komoditas unggulan bawang sayur atau bawang daun.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Perkuat IMC, ITP Takalar Gandeng Nano Center Indonesia

Untuk tahun pertama, kerja sama riset ini akan difokuskan pada penelitian bidang sains untuk pengolahan komoditas unggulan Kabupaten Takalar.

NASIONAL | 2 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS