Hipmi Dukung Vaksinasi Covid-19 Mandiri Bagi Masyarakat Mampu
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

Hipmi Dukung Vaksinasi Covid-19 Mandiri Bagi Masyarakat Mampu

Kamis, 3 Desember 2020 | 12:14 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan pengadaan kebutuhan Vaksin Covid-19 akan dibagi menjadi dua kategori yaitu pertama vaksin gratis diberikan kepada masyarakat tidak mampu yang dibiayai oleh pemerintah, kedua vaksin mandiri bagi masyarakat yang mampu.

Dengan membeli vaksin secara mandiri, turut berkontribusi membantu pemerintah. Sebab, kata Erick Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga proses vaksinasi terhadap masyarakat yang tidak mampu juga banyak.

Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda (BPP Hipmi) Anggawira menyambut positif rencana Erik Thohir tersebut, ia bahkan mendorong masyarakat yang mampu untuk bergotong royong ikut melakukan subsidi agar vaksinasi berjalan lancar dan pandemi segera teratasi.

“Orang-orang yang mampu ya silahkan bisa membeli dan kalau perlu melakukan subsidi, kita bergotong royong lah untuk biar bisa cepat ditangani seperti itu,” kata Anggawira, Kamis (3/12/2020).

Menurutnya, perkiraan harga vaksin yang relatif tidak murah, sudah selayaknya untuk memprioritaskan pemberian vaksin gratis kepada warga kurang mampu. Namun, Anggawira meminta vaksin gratis itu bisa tepat pada sasaran.

“Vaksin karena memang juga tentunya biaya atau harganya juga relatif tidak murah, juga pastinya yang harus diprioritaskan yang free itu kepada temen-teman tidak mampu, tapi memang harus tepat sasaran juga,” ungkapnya.

Selain itu, Anggawira juga menyoroti distribusi vaksin agar bisa cepat sampai kepada masyarakat untuk ikut melibatkan dunia usaha dari kalangan swasta yang sudah punya jaringan sampai keplosok atau daerah-daerah terpencil.

“Sebaiknya melibatkan dunia usaha apa lagi yang memang sudah punya jaringan-jaringan sampai daerah terpencil seperti distribusi bahannya, kaya Unilever itu kan networking-nya sampai daerah plosok-plosok juga,” terangnya.

Lanjut Anggawira, perusahaan-perusahaan swasta yang sudah memiliki jaringan luas itu harus digandeng untuk dimanfaatkan jaringan distribusinya.

“Jadi jaringan distribusi-distribusi itu bisa dimanfaatkan, memanfaatkan networking yang sudah ada, kalau nanti dilelangkan lagi, ditenderkan lagi itu juga waktunya akan lama gitu loh,” tuntasnya.

Sebagaimana diketahui, Erick Thohir berharap masyarakat mampu bisa melakukan vaksinasi mandiri. Alasannya, pemerintah sudah memiliki beban yang berat untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

"Nah makanya kita mengetuk hati, bagaimana kita bergotong royong, kita harapkan untuk yang ekonominya mampu masuk ke program vaksin mandiri," ujar Erick, Selasa (1/12/2020).

Erick menyatakan Kementerian BUMN mendapat mandat untuk melakukan program vaksinasi mandiri bagi kelompok masyarakat menengah. Namun dalam prosesnya Erick mengaku pihaknya tidak bisa mengerjakan ini sendiri karena memiliki keterbatasan.

"Kita tidak menutup mata, kemampuan BUMN terbatas," ujarnya.

Maka dari itu, Erick meminta perusahaan swasta untuk ikut bekerja sama dengan pemerintah dalam melakukan vaksinasi. "Kita juga mengajak komponen swasta dan industri kesehatan untuk bekerja sama dengan kami," sambungnya.

Dalam program ini, ditargetkan ada 75 juta kelompok masyarakat menengah yang ikut dalam program vaksinasi mandiri. "Kita berharap dengan tugas 75 juta ini vaksinasi berjalan secepatnya," bebernya.

Dari data yang dimiliki pemerintah, untuk mencapai target, setidaknya dalam satu bulan ada 13 juta sampai 15 juta orang menjalani vaksin mandiri. Sehingga program vaksinasi mandiri ini bisa diselesaikan dalam waktu 9 bulan. "Kalau kita ditugaskan 75 juta ya insya allah 8 sampai 9 bulan selesai," ungkap Erick.

Mantan bos Inter Milan itu optimistis proses vaksinasi mandiri bisa sesuai target bila dilakukan dengan gotong royong bersama perusahaan swasta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Ratusan Rumah Warga di Serang Terendam Banjir

Banjir tersebut sudah merendam sekitar 120 rumah warga di tiga blok yang ada di Perumahan Citra Gading.

NASIONAL | 3 Desember 2020

BPK: Tidak Ada Satu Rupiah Pun yang Terlepas dari Pemeriksaan

BPK mempertegas komitmennya dalam mewujudkan akuntabilitas keuangan negara.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Jokowi: Kerja Keras Kita Mulai Tampakkan Hasil Positif

Begitu juga dengan tingkat kesembuhan juga makin membaik, mencapai angka 84,02 persen.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Makassar Punya Bus Wisata Metro Kota, Gratis!

Dalam tahap awal, Bus Wisata Metro Kota Makassar ada tiga unit.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Kasus Edhy Prabowo, KPK Periksa Petinggi PT ACK dan PT Dua Putra

PT ACK dan PT Dua Putra Perkasa terkait erat dengan sengkarut kasus suap izin ekspor ini.

NASIONAL | 3 Desember 2020

LPSHAM Sulteng Beberkan 3 Peran Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora di Poso

"Jadi menumpas semua kelompok di gunung tidak memberi jaminan kasus terorisme di Poso berakhir,” ujar Affandi.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Jaksa Agung: Peran Pers dalam Penegakan Hukum Sangat Penting

Kejaksaan sangat membutuhkan kehadiran pers dalam memerangi berbagai macam berita yang tidak tepat, fitnah, dan ujaran kebencian.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Otsus Terobosan Besar Negara Majukan Orang Asli Papua

Kalau pun ada penilaian Otsus gagal, bukan karena Otsus itu sendiri, namun lebih karena pejabat daerah tak transparan dan tak bisa menjalankan Otsus.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Polsek Medan Helvetia Bantah Lakukan Pemerasan Kasus Mobil Bodong

Penangkapan mobil itu atas laporan dari masyarakat tentang peredaran mobil bodong.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Deklarasi Pemerintahan Sementara Papua Barat, Istana: Melawan Hukum NKRI

ULMWP secara sepihak mendeklarasikan terbentuknya pemerintah sementara di Papua Barat pada 1 Desember 2020.

NASIONAL | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS