Logo BeritaSatu

Mantan Bos TPS Food Didakwa Penipuan Pasar Modal

Kamis, 3 Desember 2020 | 21:06 WIB
Oleh : Feriawan Hidayat / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Persidangan atas manajemen lama PT Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk (AISA), Joko Mogoginta selaku mantan Presiden Direktur AISA dan mantan Direktur AISA, Budhi Istanto Suwito, kembali digelar di pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (2/12/2020).

Keduanya menjadi terdakwa setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menindaklanjuti laporan aduan masyarakat dari investor retail AISA. Adapun agenda persidangan yaitu pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam persidangan yang berlangsung kemarin, pimpinan sidang ketua majelis hakim Akhmad Sayuti mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum Leonard S. Simalango SH, yaitu Edi Broto Suwarno selaku Direktur Pemeriksaan Pasar Modal OJK, dan Anton Apriyantono selaku mantan Komisaris Utama AISA.

Dalam kesaksiannya, Edi mengatakan, terdapat indikasi pelanggaran dalam laporan keuangan yang disajikan AISA tahun buku 2017. Kala itu, kedua terdakwa merupakan Direksi yang menandatangani Laporan Keuangan AISA. Menurutnya, indikasi pelanggaran itu ditemukan setelah pihaknya melakukan pengawasan dengan melakukan analisa pada laporan keuangan AISA.

Dari hasil analisa tersebut ditemukan adanya permasalahan-permasalahan terkait pencatatan pihak-pihak terafiliasi. "Menurut divisi kami bahwa pencatatan itu ada yang tidak benar,” katanya.

Ketua majelis hakim dalam persidangan pun lantas mempertanyakan bagaimana OJK mengetahui ada 6 perusahaan terafiliasi dengan AISA namun dicatat sebagai pihak ketiga.

“Kami menelusuri, cari data, dan undang para pihak untuk menjelaskan. Kami juga mengecek ke Kemkumhan dan ternyata hasilnya ada kesamaan kepemilikan, perusahan-perusahaan itu dimiliki oleh Pak Joko dan Pak Budhi,” katanya.

Berdasarkan ketentuan Undang-undang Pasar Modal Tahun 1995, lanjut Edi, dinyatakan bahwa setiap pihak yang sengaja menghilangkan, memalsukan atau menyembunyikan informasi sehinggga berpotensi merugikan perusahaan itu sama saja melakukan pelanggaran pidana.

Menurut Edi, ada dua dampak dari pelanggaran pada laporan keuangan yang dilakukan oleh Joko dan Budhi. Dampak pertama yaitu merugikan perusahaan, dalam hal ini AISA sendiri. Dan yang kedua merugikan investor pasar modal.

“Yang seharusnya manajemen memperoleh keuntungan justru dirugikan, begitu pun investor publik dirugikan karena harga sahamnya menjadi turun,” katanya.

Mantan Komisaris Utama AISA, Anton Apriyantono mengatakan, ia baru mengetahui adanya indikasi pelanggaran setelah mendapat informasi dari kumpulan pemegang saham ritel AISA.

Dalam laporan yang ia terima, ada dugaan pelarian modal ke perusahaan lain yang bukan anak perusahaan AISA, melainkan perusahaan lain yang dimiliki direksi. Alhasil, dana milik AISA tidak kembali masuk perusahaan, melainkan dimasukan ke piutang.

Dalam persidangan, Anton pun mengaku merasa kecolongan. “Saya merasa dirugikan karena tidak pernah diberitahu, sebagai komisaris harusnya diberitahu. Padahal di dalam lampiran internal laporan keuangan itu tidak ada masalah,” katanya.

Seperti diketahui, para investor AISA yang tergabung dalam Forum Investor Ritel AISA (Forsa) menggugat Joko dan Budhi di PB Jakarta Selatan lantaran diduga melakukan penggelembungan (overstatement) piutang anak usaha kepada AISA dalam laporan keuangan 2017. Akibat penggelembungan piutang tersebut, laporan keuangan konsolidasi AISA terlihat menarik dan investor pun membeli saham AISA.

Berdasarkan Laporan atas Investigasi Berbasis Fakta yang dilakukan oleh PT Ernst & Young Indonesia, sebagaimana dimuat dalam Keterbukaan Informasi AISA pada 26 Maret 2019 memuat adanya temuan dugaan overstatement sebesar Rp4 triliun pada akun piutang usaha, persediaan, dan aset tetap Grup TPS Food. Lalu sebesar Rp662 miliar pada penjualan, Rp329 miliar pada EBITDA Entitas Food.

Selain itu juga ada dugaan aliran dana sebesar Rp 1,78 triliun kepada pihak-pihak yang diduga terafiliasi dengan manajemen lama, dan tidak ditemukannya adanya pengungkapan (discslosure) secara memadai terkait hubungan dan transaksi dengan pihak terafiliasi yang tidak sesuai dengan Keputusan Bapepam No. KEP-412/BL/2009 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan Transaksi Tertentu.

Karena itu, dalam gugatan ini, Jaksa pada Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mendakwa Joko dan Budhi dengan Undang-undang Nomor 8/1995 tentang Pasar Modal. Jika terbukti, keduanya akan dikenakan hukuman kurungan paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp15 miliar.

Bisa jadi, dalam sejarah peradilan Indonesia, inilah kali pertama Pasal Pidana dalam UU Pasar Modal ini digunakan untuk menjerat Direksi perusahaan go public.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rumor Kudeta Presiden Tiongkok Xi Jinping Hebohkan Media Sosial

Media sosial dihebohkan dengan rumor kudeta Presiden Tiongkok, Xi Jinping di Beijing. Xi Jinping telah dimasukkan ke dalam tahanan rumah

NEWS | 25 September 2022

DPR: Shadow Team Nadiem Rendahkan SDM Kemendikbudristek

Shadow team yang diungkapkan Mendikbudristek Nadiem Makarim di forum PBB adalah merendahkan SDM Kemendikbudristek.

NEWS | 24 September 2022

Polisi Amankan Terduga Pelaku Pengeroyokan Siswi SMP di Makassar

Polrestabes Makassar mengamankan empat terduga pelaku pengeroyokan siswi SMP berinisial LA (14). Keempat terduga merupakan rekan kelas korban.

NEWS | 24 September 2022

Masih Banyak Warga di Bantaran yang Buang Sampah ke Sungai

Salah satu penyebab masyarakat di Bekasi membuang sampah ke sungai karena masih rendahnya kesadaran mereka akan kebersihan.

NEWS | 24 September 2022

Puan Maharani Ungkap Tujuannya Bertemu Sejumlah Elite Parpol

Ketua DPR yang juga Ketua DPP PDIP, Puan Maharani mengungkapkan tujuannya melakukan safari politik dan bertemu sejumlah elite parpol. 

NEWS | 24 September 2022

Career Day Mudahkan Masyarakat Cari Kerja di Tengah Pemulihan Ekonomi

Career Day tidak hanya memberikan kemudahan bagi alumni Universitas Bakrie yang hendak mencari kerja, tetapi juga untuk masyarakat umum.

NEWS | 24 September 2022

Kasus dan Kematian Covid-19 Jakarta sampai 24 September 2022

Infografik tentang data kasus dan jumlah kematian Covid-19 Jakarta sampai tanggal 24 September 2022.

NEWS | 24 September 2022

Kenang Prof Samekto Wibowo, Rektor UGM: Beliau Guru Saya

Rektor UGM Yogyakarta Prof dr Ova Emilia mengenang sosok Prof Samekto Wibowo yang meninggal dunia usai terseret ombak di Pantai Pulang Sawal, Gunungkidul.

NEWS | 24 September 2022

Guru Besar UGM yang Terseret Ombak Seorang Dokter Spesialis Neurologi

Guru besar UGM yang meninggal karena terseret ombak, Samekto Wibowo, merupakan dokter spesialis neurologi.

NEWS | 24 September 2022

Jumlah Penerima Vaksin Covid-19 sampai 24 September 2022

Infografik tentang data jumlah penerima vaksin Covid-19 di Indonesia sampai dengan tanggal 24 September 2022.

NEWS | 24 September 2022


TAG POPULER

# OTT Hakim Agung


# Penipuan Jam Tangan


# Pertalite


# Curacao


# Lukas Enembe


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Pelatih Timnas Curacao Sebut Indonesia Tampil Bagus

Pelatih Timnas Curacao Sebut Indonesia Tampil Bagus

BOLA | 13 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings