Buru Kelompok MIT, Kerahkan Pasukan yang Punya Pengalaman di Medan Tempur
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Buru Kelompok MIT, Kerahkan Pasukan yang Punya Pengalaman di Medan Tempur

Kamis, 3 Desember 2020 | 21:05 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kolara yang membunuh empat warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan membakar enam rumah, serta satu gereja, belum juga berhasil, padahal jumlah teroris Poso itu hanya sekitar 20 orang.

Informasi yang diperoleh Indonesia Police Watch (IPW), setelah melakukan aksi teror kelompok Ali Kolara cs kembali bersembunyi di hutan, sementara aparatur kepolisian yang ditugaskan memburu tidak berpengalaman di "medan tempur hutan belantara".

Dalam Medan tempur ada tiga katagori, hutan, gunung, dan perkotaan. Masing masing medan berbeda situasi dan karakteristiknya, sehingga strategi, stamina fisik personil, mental, dan peralatan yang harus dimiliki aparat juga harus berbeda.

“Personil kepolisian yang tidak punya pengalaman di Medan hutan, pasti takut masuk hutan memburu Ali Kolara cs. Mereka hanya berada di luar hutan hingga waktu penempatannya di Poso berakhir, dan akhirnya pulang ke Jawa. Akibatnya, Ali Kolara cs yang sejak 2016 menebar teror di Sulteng tidak akan pernah tertangkap,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Kamis (3/12/2020).

Neta mengatakan Mabes Polri perlu mengkonsolidasikan Brimob dan TNI yang memang punya pengalaman di Medan tempur hutan, untuk memburu para teroris MIT itu.

Menurut Neta, syarat lain yang harus dipenuhi Mabes Polri adalah biaya operasional dan peralatannya harus memadai, serta harus ada reward yang jelas ketika mereka berhasil menghabisi kelompok MIT, misalnya bisa mengikuti pendidikan atau memegang posisi jabatan.

"Jangan kosong-kosong bae", sementara mereka harus menyambung nyawa di hutan. Jika tidak ada jaminan soal keempat hal itu jangan harap Ali Kolara cs bisa "dihabisi".

“Strategi inilah yang perlu diperhatikan, sehingga Mabes Polri tidak hanya sekadar "perintah kosong", sementara mereka melihat teman temannya yang bertugas di belakang meja, di kota-kota di Jawa bisa sekolah dan gampang dapat jabatan empuk,” ujar Neta.

Padahal kasus Sigi semakin menunjukkan bahwa kelompok radikal dan garis keras keagamaan yang bersekutu dengan terorisme makin bercokol kuat di Indonesia. Sekecil apapun celah, mereka gunakan untuk membuat teror yang menakutkan masyarakat.

“Untuk itu Polri perlu bekerja cepat dan membuat strategi taktis untuk menangkap dan membongkar jaringan MIT di hutan maupun di luar hutan Sulteng. Sebab apa yang mereka lakukan di Sigi seperti sebuah sinyal bahwa kelompok radikal terorisme itu akan kembali menebar teror di berbagai tempat,” kata Neta.

Mabes Polri juga perlu mewaspadai akan munculnya aksi terorisme di Indonesia menjelang akhir tahun ini. Dengan maraknya aksi kerumunan massa dan meluasnya gerakan intoleransi akhir-akhir ini, telah membuat kalangan radikal dan jaringan terorisme seakan mendapat angin untuk kembali beraksi secara masif.

Dari pendataan IPW, simpatisan ormas yang sering melakukan kerumunan massa pernah ada yang terlibat dalam aksi terorisme. Di tahun 2017 jumlah mereka yang ditangkap Polri mencapai 37 orang dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah dan lainnya.

Beberapa di antaranya sempat ditahan di Pulau Nusa Kambangan, Gunung Sindur Bogor dan LP lainnya. Namun kini mereka sudah bebas dan tidak terlacak keberadaannya. Di khawatirkan dengan meluasnya aksi aksi kerumunan massa dan gerakan intoleransi belakangan ini membuat mereka kembali bermanuver dan melakukan aksi teror.

Saat ini jumlah narapidana terorisme yang tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakatan lebih dari 500 orang. Napi terorisme yang sudah bebas dan selesai menjalani hukuman dibina pemerintah melalui program deradikalisasi. Namun para mantan napi yang tidak terlacak keberadaannya memang perlu diwaspadai agar tidak bermanuver untuk melakukan aksi teror kembali.



Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sahroni Kecam Aksi Persekusi di Rumah Orang Tua Mahfud MD

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni mengecam aksi persekusi di Pamekasan.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Mantan Bos TPS Food Didakwa Penipuan Pasar Modal

Kali pertama pasal pidana dalam UU Pasar Modal digunakan untuk menjerat direksi perusahaan go public.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Peduli Pilkada, Warga Muda Kawal Isu Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan, harus jadi salah satu fokus dalam master plan kontestan pilkada, demi mewujudkan daerah yang berdaulat di masa depan.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Golkar Siap Menangkan Vantas di Pilkada Samosir

Airlangga Hartarto mengeluarkan instruksi itu melalui Ketua DPD Partai Golkar Sumut Musa Rajekshah

NASIONAL | 3 Desember 2020

Edhy Prabowo Akui Belanja Barang Mewah Saat Kunjungan ke Hawaii

Edhy diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk melengkapi berkas penyidikan Chairman PT Dua Putra Perkasa Suharjito yang menjadi tersangka pemberi suap.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Jadi Perajin Tas, Penyandang Disabilitas di Kudus Banjir Pesanan

Ahmad Saad, seorang perajin tas di Kudus, Jateng, mengaku punya kendala di permodalan. Tapi Saad tetap semangat untuk bekreasi.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Lemhannas Berbagi Optimisme Masa Depan Bangsa Lewat Peluncuran Buku

Buku-buku ini merupakan sumbangan pemikiran Lemhannas RI yang diharapkan dapat diterima oleh masyarakat.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Diadang FPI, Kapolri: Kita Sikat

Negara tidak boleh kalah dengan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan cara-cara premanisme untuk menghalangi proses penegakan hukum

NASIONAL | 3 Desember 2020

BNN Sumut Tangkap Eks Polisi Bawa Sabu 20 Kg

Petugas BNN mensinyalir, ketiga tersangka ini mempunyai banyak jarangan narkoba, yang termasuk di luar daerah Sumut.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Ditahan, Eks Anggota BPK Janji Bantu KPK Bongkar Kasus Proyek Air Minum

Rizal bakal mendekam di sel tahanan Rumah Tahanan (Rutan) KPK di belakang Gedung Merah Putih.

NASIONAL | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS