Logo BeritaSatu

Buru Kelompok MIT, Kerahkan Pasukan yang Punya Pengalaman di Medan Tempur

Kamis, 3 Desember 2020 | 21:05 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com – Pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kolara yang membunuh empat warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah dan membakar enam rumah, serta satu gereja, belum juga berhasil, padahal jumlah teroris Poso itu hanya sekitar 20 orang.

Informasi yang diperoleh Indonesia Police Watch (IPW), setelah melakukan aksi teror kelompok Ali Kolara cs kembali bersembunyi di hutan, sementara aparatur kepolisian yang ditugaskan memburu tidak berpengalaman di "medan tempur hutan belantara".

Dalam Medan tempur ada tiga katagori, hutan, gunung, dan perkotaan. Masing masing medan berbeda situasi dan karakteristiknya, sehingga strategi, stamina fisik personil, mental, dan peralatan yang harus dimiliki aparat juga harus berbeda.

“Personil kepolisian yang tidak punya pengalaman di Medan hutan, pasti takut masuk hutan memburu Ali Kolara cs. Mereka hanya berada di luar hutan hingga waktu penempatannya di Poso berakhir, dan akhirnya pulang ke Jawa. Akibatnya, Ali Kolara cs yang sejak 2016 menebar teror di Sulteng tidak akan pernah tertangkap,” ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Kamis (3/12/2020).

Neta mengatakan Mabes Polri perlu mengkonsolidasikan Brimob dan TNI yang memang punya pengalaman di Medan tempur hutan, untuk memburu para teroris MIT itu.

Menurut Neta, syarat lain yang harus dipenuhi Mabes Polri adalah biaya operasional dan peralatannya harus memadai, serta harus ada reward yang jelas ketika mereka berhasil menghabisi kelompok MIT, misalnya bisa mengikuti pendidikan atau memegang posisi jabatan.

"Jangan kosong-kosong bae", sementara mereka harus menyambung nyawa di hutan. Jika tidak ada jaminan soal keempat hal itu jangan harap Ali Kolara cs bisa "dihabisi".

“Strategi inilah yang perlu diperhatikan, sehingga Mabes Polri tidak hanya sekadar "perintah kosong", sementara mereka melihat teman temannya yang bertugas di belakang meja, di kota-kota di Jawa bisa sekolah dan gampang dapat jabatan empuk,” ujar Neta.

Padahal kasus Sigi semakin menunjukkan bahwa kelompok radikal dan garis keras keagamaan yang bersekutu dengan terorisme makin bercokol kuat di Indonesia. Sekecil apapun celah, mereka gunakan untuk membuat teror yang menakutkan masyarakat.

“Untuk itu Polri perlu bekerja cepat dan membuat strategi taktis untuk menangkap dan membongkar jaringan MIT di hutan maupun di luar hutan Sulteng. Sebab apa yang mereka lakukan di Sigi seperti sebuah sinyal bahwa kelompok radikal terorisme itu akan kembali menebar teror di berbagai tempat,” kata Neta.

Mabes Polri juga perlu mewaspadai akan munculnya aksi terorisme di Indonesia menjelang akhir tahun ini. Dengan maraknya aksi kerumunan massa dan meluasnya gerakan intoleransi akhir-akhir ini, telah membuat kalangan radikal dan jaringan terorisme seakan mendapat angin untuk kembali beraksi secara masif.

Dari pendataan IPW, simpatisan ormas yang sering melakukan kerumunan massa pernah ada yang terlibat dalam aksi terorisme. Di tahun 2017 jumlah mereka yang ditangkap Polri mencapai 37 orang dari berbagai daerah, mulai dari Aceh, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah dan lainnya.

Beberapa di antaranya sempat ditahan di Pulau Nusa Kambangan, Gunung Sindur Bogor dan LP lainnya. Namun kini mereka sudah bebas dan tidak terlacak keberadaannya. Di khawatirkan dengan meluasnya aksi aksi kerumunan massa dan gerakan intoleransi belakangan ini membuat mereka kembali bermanuver dan melakukan aksi teror.

Saat ini jumlah narapidana terorisme yang tersebar di sejumlah lembaga pemasyarakatan lebih dari 500 orang. Napi terorisme yang sudah bebas dan selesai menjalani hukuman dibina pemerintah melalui program deradikalisasi. Namun para mantan napi yang tidak terlacak keberadaannya memang perlu diwaspadai agar tidak bermanuver untuk melakukan aksi teror kembali.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara dugaan korupsi Helikopter AW-101 kini tinggal menunggu jadwal untuk disidangkan. 

NEWS | 6 Oktober 2022

Jelang Puncak G-20, Mendagri Tinjau Pembangunan TPST Kesiman Kertalangu

Mendagri berharap, pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu rampung pada akhir Oktober 2022.

NEWS | 6 Oktober 2022

Kemenag: Moderasi Beragama di Indonesia Dilirik Bangsa Lain

Kemenag menyatakan, saat ini moderasi beragama yang dipraktikkan oleh Indonesia telah dilirik oleh bangsa asing sebagai solusi mempererat keberagaman.

NEWS | 6 Oktober 2022

BPBD: 17 Jalan Tergenang dan 41 RT Terdampak Banjir Jakarta

Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyatakan, sebanyak 17 ruas jalan tergenang dan 41 RT terdampak banjir Jakarta

NEWS | 6 Oktober 2022

Dana Desa Bisa untuk Atasi Susah Sinyal di Pelosok Kaltim

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar menyarankan agar dana desa digunakan untuk memudahkan masyarakat desa mengakses internet di Kalimantan Timur (Kaltim).

NEWS | 6 Oktober 2022

Kapolres Belum Terima Laporan Korban Hilang di MTsN 19

Polres Metro Jakarta Selatan belum menerima adanya laporan orang hilang di lokasi tembok MTSn 19 Pondok Labu, Cilandak yang ambruk akibat banjir.

NEWS | 6 Oktober 2022

Besok, Polisi Periksa Baim Wong dan Paula Verhoeven Terkait Prank KDRT

Penyidik Polres Jakarta Selatan akan memeriksa Baim Wong dan Paula Verhoeven pada Jumat (7/10/2022) terkait prank KDRT

NEWS | 6 Oktober 2022

Banjir di Pulogadung, Gulkarmat Jaktim Kerahkan Personel dan Perahu Karet

Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan personel dan perahu karet untuk mengatasi banjir di Pulogadung.

NEWS | 6 Oktober 2022

Presiden Jokowi Tak Salami Kapolri, Ini Penjelasan Istana

Pihak Istana Kepresidenan memberikan penjelasan terkait Presiden Jokowi yang tidak menyalami Kapolri pada, Rabu (5/10/2022).

NEWS | 6 Oktober 2022

Saat KPK Enggan Berpolemik Terkait Penyelidikan Formula E

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sempat menyatakan enggan berpolemik terkait penyelidikan kasus Formula E.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

NEWS | 17 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings