Mampukah Indonesia Swasembada Garam?
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Mampukah Indonesia Swasembada Garam?

Jumat, 4 Desember 2020 | 09:28 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Rencana swasembada garam nampaknya tak mudah direaliasikan karena kebutuhan terhadap komoditas tersebut terus meningkat. Kebutuhan garam nasional tahun 2020 sebesar 4,6 juta ton, dan diproyeksikan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan industri pengguna seperti industri kimia, aneka pangan dan lainnya. Sementara produksi garam dalam negeri masih fluktuatif sangat bergantung pada musim.

Deputi Bidang Sumber Daya Maritim Kemko Marves, Safri Burhanuddin, mengatakan hampir kebanyakan garam yang dihasilkan oleh rakyat memiliki kadar NaCl di bawah 92 persen, sedangkan yang dibutuhkan oleh industri garam dengan kualitas NaCl diatas 97 persen.

“Untuk memenuhi kebutuhan garam industri kita masih butuh waktu, namun untuk konsumsi kita sudah selesai lakukan. Kita lihat lahan garam saat ini 22.831 Ha, dan ditargetkan menjadi 30.000 hektare lewat program ekstensifikasi. Itupun baru akan menghasilkan 3 juta ton, jika dihitung rata-rata produktivitas 100 ton per hektar (cuaca normal),” kata Safri dalam webinar “Mampukah Indonesia Swasembada Garam” yang diadakan Forum Diskusi Ekonomi Politik (FDEP), Kamis, (3/12/2020).

Namun demikian, kata Safri, peningkatkan kuantitas produksi garam industri nasional akan terus dilakukan melalui pembuatan lahan baru dan program, strategis lainnya. Menko Marves akan fokus mengawal ekstentifikasi lahan garam di NTT dan NTB, seperti di wilayah Teluk Kupang, Malaka, Nagekeo, dan Sumbawa.

Pemerintah juga akan membangun pabrik pengolah garam dan Pembangunan Pabrik Garam Tanpa Lahan (PLTU). PLTU tersebut diharapkan akan mampu memproduksi garam industri sekitar 100.000 ton per tahun, di mana pembangunan pilot plant akan dimulai pada tahun 2021.

Investasi Garam
Keterlibatan pelaku usaha swasta sangat dibutuhkan untuk membangun industri pergaraman nasional. Masuknya swasta akan membawa masuknya teknologi pembuatan garam. Akan tetapi para investor yang telah menanamkan modalnya untuk memproduksi komoditi ini juga menhadapi banyak kendala. Seperti perizinan lahan dan infrstruktur pendukung.

Ketua Asosiasi Industri Pengguna Garam Indonesia (AIPGI), Toni Tanduk, mengatakan bahwa investasi garam membutuhkan dukungan dari pemerintah, diantaranya mengenai kemudahan perizinan dan infrastruktur seperti jalan atau pelabuhan. Di negera lain seperti India, infrastruktur jalan dibangun hingga ke ladang garam. Sementara di indonesia jalan di ladang garam hanya bisa dilewati sepeda.

“Saya ikut mendampingi pengembangan indsutri garam di Malaka NTT oleh PT IDK. Soal perizinan lahan ini memang masih menjadi masalah yang perlu diselesaikan pemerintah. Begitu juga dengan jalan dan pelabuhan. Di Teluk Malaka itu berdekatan dengan lautan Hindia, jadi membutuhkan kapal pengangkut garam yang sangat besar,” jelasnya.

Sementara, pengamat ekonomi Faisal Basri meyakini investor dalam negeri mampu menanamkan investasinya di sektor penggaraman, tanpa perlu dari luar. Garam dinilai sangat strategis meski belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Garam begitu penting bagi kehidupan, tapi masih dilihat kecil oleh pemerintah. Wajar jika tidak ada peoyek strategis nasional yang mengarah ke sana. Yang dibangun jalan tol, bukan jalan ke sentra-sentra pabrik garam,” ungkapnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kolaborasi Saniter dan Gojek Tuai Apresiasi

Inisiatif #IndonesiaTerlindungi menuai apresiasi dari para pelanggan dan mitra pengendara Gojek.

NASIONAL | 4 Desember 2020

Ribuan Warga Medan-Deli Serdang Mengungsi Akibat Banjir

Saat kejadian, desa dalam keadaan gelap gulita karena listrik sudah padam.

NASIONAL | 4 Desember 2020

Waspadai Lahar Dingin dari Gunung Ili Lewotolok Saat Hujan

Aktivitas gunung api cukup tinggi yang terindikasi dari rekaman gempa dan letusan.

NASIONAL | 4 Desember 2020

Pasien Lansia 95 Tahun di Pontianak Sembuh dari Covid-19

Daya tahan tubuh tersebut dipengaruhi dari pikiran

NASIONAL | 4 Desember 2020

Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Urban Farming Tumbuhkan Jiwa Entrepreneurship

Program Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Urban Farming merupakan komitmen PT PII dalam memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar proyek.

NASIONAL | 4 Desember 2020

DPRD Klungkung Sarankan Pinjaman PEN untuk Pembangunan Rumah Sakit

Namun, disarankan pihak eksekutif merancang dan menyusun pinjaman PEN sesuai dengan skema kebutuhan masyarakat.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Pembelajaran Tatap Muka Dituntut Disiplin Tinggi

Pembelajaran tatap muka di perguruan tinggi menuntut kedisiplinan tinggi dari para mahasiswa.

NASIONAL | 2 Desember 2020

Difitnah Berperan Penjarakan Edhy Prabowo, Ali Mochtar Ngabalin Lapor Polisi

Dikatakan Ali Ngabalin, dirinya merasa difitnah karena disebut memiliki konstribusi sebagai orang yang berperan memenjarakan Edhy Prabowo.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Kontribusi Kelompok Separatis untuk Masyarakat Papua Dipertanyakan

Kontribusi tokoh-tokoh separatis Papua terhadap masyarakat dipertanyakan.

NASIONAL | 3 Desember 2020

Covid-19 Meningkat, Pemkot Bandung Kembali Terapkan PSBB Proporsional

Pembatasan berkaitan dengan kapasitas serta jam operasional dari berbagai kegiatan. Antara lain, hotel, restoran, tempat hiburan, tempat ibadah, pariwisata.

NASIONAL | 3 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS