Kepala BNN Belum Diganti, Ada Tarik-menarik Bursa Pencalonan Kapolri?
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Kepala BNN Belum Diganti, Ada Tarik-menarik Bursa Pencalonan Kapolri?

Sabtu, 5 Desember 2020 | 10:52 WIB
Oleh : Gardi Gazarin / RSAT

Jakarta, Beritasatu.com - Sistem kaderisasi dan mutasi di Polri tampaknya semakin amburadul dan tidak Promoter. Hal ini terlihat dari belum digantinya Kepala BNN Komjen Heru dari jabatannya, padahal yang bersangkutan sudah memasuki pensiun sejak 1 Desember 2020. Sementara di sisi lain ada beberapa Kapolda yang masa pensiunnya jatuh pada akhir Desember, tapi sudah dimutasi sejak November lalu.

Ironis baru kali ini mutasi Kepala BNN yang seharusnya sudah dilaksanakan setelah Komjen Heru Winarko memasuki masa pensiun, namun mundur waktunya. Sedangkan "PR" kasus narkoba d Indonesia masih menumpuk.

"Indonesia Police Watch (IPW) menyayangkan buruknya sistem mutasi di tubuh Polri ini, karena bisa menggangu kepercayaan internal kepolisian kepada pimpinannya," ujar Ketua IPW Neta S Pane kepada Beritasatu.com, Sabtu (5/12/2020)

IPW mendapat informasi, belum digantinya Kepala BNN akibat adanya tarik-menarik di internal elite Polri maupun di lingkaran kekuasaan, yang berkaitan dengan bursa pencalonan Kapolri.

Menurut Neta, ada elite yang mendorong agar jenderal bintang dua yang dipromosikan menjadi Kepala BNN agar yang bersangkutan bisa masuk dalam bursa calon Kapolri. Namun ada yang hendak "mengunci" posisi Kepala BNN, dengan cara didorongnya bintang dua yang tidak populer, sehingga bursa calon Kapolri hanya diisi jenderal bintang tiga (Komjen).

Belakangan beredar kabar di internal Polri bahwa Kabaintelkam Irjen Ricko akan didorong menjadi Kepala BNN, sebab Baintelkam Polri hendak dibenahi dan dikonsolidasikan, mengingat dalam kasus Rizieq dan kasus lainnya, Baintelkam Polri dinilai "kedodoran". Dan posisi Irjen Ricko di Baintelkam akan diisi jenderal bintang dua yang punya kapabilitas dan spesialis di bidang intelijen, tapi tidak punya kans masuk bursa calon Kapolri.

Dengan maraknya aksi kerumunan massa, aksi intoleransi, dan aksi aksi kelompok garis keras belakangan ini membuat situasi Kamtibmas menjadi riuh. Situasi maupun ancaman Kamtibmas di ibukota Jakarta pun menjadi perhatian khusus banyak pihak.

Tak pelak, setelah menjadi Kapolda Metro Jaya, selain menjaga Kamtibmas Ibukota tugas utama Irjen M Fadil adalah menuntaskan kasus kasus yang diduga melibatkan Rizieq. Sebab dicopotnya Nana dan tampilnya Fadil adalah akibat kerumunan massa yang dilakukan Rizieq.

Dengan demikian menjadi tanggung jawab Fadil untuk menyelesaikan masalah tersebut secara tuntas. Dengan pengalamannya selama ini dan kapabilitas yang mumpuni, IPW berkeyakinan Fadil mampu menuntaskannya.

Di sisi lain, nama Fadil sendiri disebut-sebut masuk dalam bursa pencalonan Kapolri. Salah satu syarat untuk masuk dalam bursa calon Kapolri, Fadil harus menjadi bintang tiga dengan pangkat Komjen. Apakah hal ini akan membuat Fadil terpilih menjadi Kepala BNN?

Tarik menarik antar elite untuk menempatkan figur pilihannya membuat posisi Ketua BNN mengambang selama beberapa hari ini. Akibatnya, meski sudah pensiun sejak 1 Desember 2020 kemarin, Kepala BNN Komjen Heru tak kunjung diganti.

Sangat aneh, Kapolri belum juga mengeluarkan TR untuk mengganti Komjen Heru. Sepertinya, antara Kapolri dan Presiden Jokowi belum ada kesepakatan tentang siapa yang dipilih untuk menggantikan Komjen Heru di BNN. Apakah Irjen Nana, Irjen Fadil, Kapolda Riau, Kapolda Jabar, Irjen Petrus Golose, atau Kabaintelkam Komjen Ricko.

Lambannya Kapolri dalam menunjuk kepala BNN yang baru menjadi tanda tanya sendiri.

"Jika yang terpilih Petrus Golose menjadi Kepala BNN berarti peluang para jenderal bintang dua untuk masuk dalam bursa calon Kapolri pun tertutup. Artinya bursa calon Kapolri hanya akan diisi para jenderal bintang tiga Polri," pungkas Neta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

KPK Tangkap Pejabat Program Bansos Kementerian Sosial

Pejabat Kemsos dan sejumlah pihak ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Hashim Pastikan Perusahaannya Tidak Terlibat Korupsi Benih Lobster

Perusahaannya tidak mungkin menerima aliran dana jika izin ekspor belum punya.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Ulang Tahun Ke-53, Tung Desem Beri Seminar Gratis dan Hadiah Ratusan Juta

Seminar pada 11-13 Desember senilai Rp 5,8 juta diberikan gratis.

NASIONAL | 5 Desember 2020

KWI: Umat Katolik Harus Gunakan Hak Suara Secara Benar

Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 akan diselenggarakan pada tanggal 9 Desember 2020.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Melacak Dampak Klaster Covid-19 MAN 22 Jakbar dengan Jogja Pass

Wisatawan yang memasuki Yogyakarta untuk mendaftar di aplikasi Jogja Pass.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Klaster Covid-19 MAN 22 Jakbar, Antara Wisata dan Ganasnya Wabah

Mengantar Kepala Sekolah lama yang purna tugas ke Yogyakarta, berubah menjadi malapetaka.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Haedar Nashir Tekankan Pentingnya Spirit Kapitalisme Umat Islam

Untuk jangka panjang, Muhammadiyah pentingnya menanamkan spirit kapitalisme kepada umat Islam

NASIONAL | 5 Desember 2020

Angin Segar Dunia Usaha Bernama Vaksin

Kehadiran vaksin COVID-19 nantinya diperkirakan akan dapat segera memulihkan dunia usaha.

NASIONAL | 5 Desember 2020

PP Muslimat: Ulama Panutan Umat Harus Tunjukkan Sikap Baik

Ia berharap masyarakat bisa memilah ulama-ulama dari tutur kata dan cara bersikapnya

NASIONAL | 5 Desember 2020

FKPPI Surakarta Tegaskan Sikap Netral di Pilkada 2020

FKPPI berkomitmen turut menjaga dan mendukung Pilwakot Solo berjalan lancar, aman, dan kondusif.

NASIONAL | 4 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS