Rahayu Saraswati Tepis Tudingan Terlibat Korupsi Ekspor Benur
INDEX

BISNIS-27 538.843 (9.76)   |   COMPOSITE 6321.86 (107.9)   |   DBX 1200.53 (9.93)   |   I-GRADE 184.241 (6.4)   |   IDX30 532.439 (13.05)   |   IDX80 142.581 (3.74)   |   IDXBUMN20 424.518 (18.32)   |   IDXESGL 148.639 (1.84)   |   IDXG30 144.207 (3.69)   |   IDXHIDIV20 468.297 (10.48)   |   IDXQ30 151.63 (3.41)   |   IDXSMC-COM 289.047 (5.63)   |   IDXSMC-LIQ 360.181 (16.02)   |   IDXV30 145.782 (3.85)   |   INFOBANK15 1071.04 (26.84)   |   Investor33 457.812 (8.8)   |   ISSI 186.628 (3)   |   JII 657.942 (12.88)   |   JII70 230.141 (4.83)   |   KOMPAS100 1272.98 (29.01)   |   LQ45 989.051 (25.8)   |   MBX 1747.76 (32.18)   |   MNC36 338.242 (6.45)   |   PEFINDO25 338.749 (2.41)   |   SMInfra18 324.227 (7.63)   |   SRI-KEHATI 391.331 (7.38)   |  

Rahayu Saraswati Tepis Tudingan Terlibat Korupsi Ekspor Benur

Sabtu, 5 Desember 2020 | 13:44 WIB
Oleh : Chairul Fikri / JAS

Tangerang Selatan, Beritasatu.com - Calon Wakil Wali Kota Tangerang nomor urut 1, Rahayu Saraswati berang ketika namanya disebut dalam kasus korupsi ekspor benih lobster (benur) yang menyeret Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo. Rahayu merasa tuduhan dirinya ikut tersangkut kasus korupsi itu jelas merugikan dirinya terlebih saat ini dirinya tengah maju dalam kontestasi Pilkada Tangerang Selatan 2020.

"Sejak hasil survei oleh Indikator keluar, di mana Muhamad-Saraswati unggul, saya tahu ada kemungkinan besar kami akan dilanda dengan segala upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas kami. Tak lama kemudian, berita soal Menteri KKP keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru. Dan sayangnya, dugaan saya benar," ungkap Rahayu dalam keterangan persnya belum lama ini.

Nama Rahayu sendiri memang tercatat dalam perusahaaan yakni PT Bima Sakti Mutiara yang melakukan kegiatan ekspor budu daya lobster. Namun Rahayu membantah melakukan praktek ilegal. Lantaran perusahaan milik keluarganya itu telah memperoleh izin dan mengikuti semua prosedur seperti halnya perusahaan-perusahaan lain.

"Kasus yang menimpa Menteri KP adalah soal suap yang dilakukan oleh satu PT kepadanya dan beberapa orang secara pribadi. Apa hubungannya dengan perusahaan kami? Fokus utama PT Bima Sakti Mutiara adalah budi daya lobster, bukan ekspor. Selain lobster, ada juga budi daya teripang, kerapu, dan lain-lain. Sampai saat ini PT Bumi Sakti Mutiara belum pernah melakukan ekspor benih lobster (benur)," tambah Rahayu.

Terkait hal itu, Rahayu pun menggandeng pengacara senior Hotman Paris Hutapea untuk mengatasi masalah ini. Dirinya mengaku merasa difitnah dan kredibilitasnya dijatuhkan apalagi saat ini dirinya tengah maju di Pilkada Tangsel.

"Kalau ada anggapan dan fitnah yang bilang PT Bima Sakti Mutiara yang dimiliki keluarga Ibu Rahayu, belum mendapatkan izin ekspor lobster. Itu fitnah. Tidak ada nepotisme dalam urusan ekspor benur meskipun Edhy Prabowo saat itu merupakan elite Partai Gerindra," paparnya.

"Dan karena kebetulan juga tidak dicampuri oleh Prabowo, tidak dicampuri oleh Hashim, sama sekali tidak tahu, hanya si Saraswati, dan Saras juga kebetulan sibuk urusan Pilkada di Tangsel kan, yang terzalimi malah PT-nya si Saras ini. Jadi harus diluruskan yah, bahwa Saras ini sama sekali tidak ada lobi-lobi seperti yang lain," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Longsor di Sipirok, Operator dan Eskavator Masuk Jurang

Bencana tanah longsor terjadi di Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Eskavator dan operatornya dilaporkan jatuh ke dalam jurang.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Dugaan Korupsi Bansos Covid-19, Enam Orang Ditangkap KPK

Seorang pejabat Kementerian Sosial dan sejumlah pihak diamankan tim Satuan Tugas (Satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi dalam operasi tangkap tangan (OTT).

NASIONAL | 5 Desember 2020

RS Gading Medika Bengkulu Raih Penghargaan BKKBN

Rumah Sakit Gading Medika Bengkulu meraih penghargaan dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) atas pelayanan terhadap peserta KB MOW.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Kecamatan Medan Maimun Kembali Dilanda Banjir

Setelah ketinggian air menyurut, Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara (Sumut), kembali dilanda banjir.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Jadi Tersangka Pelanggaran Kampanye, Cagub Sumbar Dipanggil Bareskrim

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri akan memanggil Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Barat (Sumbar), Mulyadi, pada Senin (7/12/2020).

NASIONAL | 5 Desember 2020

Pahlawan Citarum Kolonel Ckm dr Is Priyadi Berpulang

Almarhum Is Priyadi adalah salah satu pahlawan program Citarum Harum.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Kepala BNN Belum Diganti, Ada Tarik-menarik Bursa Pencalonan Kapolri?

IPW menyayangkan buruknya sistem mutasi di tubuh Polri, karena bisa menggangu kepercayaan internal kepolisian kepada pimpinannya.

NASIONAL | 5 Desember 2020

KPK Tangkap Pejabat Program Bansos Kementerian Sosial

Pejabat Kemsos dan sejumlah pihak ditangkap lantaran diduga terlibat transaksi suap.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Hashim Pastikan Perusahaannya Tidak Terlibat Korupsi Benih Lobster

Perusahaannya tidak mungkin menerima aliran dana jika izin ekspor belum punya.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Ulang Tahun Ke-53, Tung Desem Beri Seminar Gratis dan Hadiah Ratusan Juta

Seminar pada 11-13 Desember senilai Rp 5,8 juta diberikan gratis.

NASIONAL | 5 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS