Viral Rekaman Suara Mirip Danny Pomanto soal Jusuf Kalla, Husain Abdullah: KPK Perlu Klarifikasi
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Viral Rekaman Suara Mirip Danny Pomanto soal Jusuf Kalla, Husain Abdullah: KPK Perlu Klarifikasi

Sabtu, 5 Desember 2020 | 19:18 WIB
Oleh : Yustinus Paat / JAS

Jakarta, Beritasatu.com - Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah angkat bicara terkait rekaman suara mirip Danny Pomanto yang menuding Wakil Presiden RI dua periode itu sebagai dalang di balik penangkapan Edhy Prabowo atas kasus korupsi. Husain menyayangkan tudingan tersebut dan dia bahkan menilai sosok Danny Pomanto seolah tak memiliki etika dan sopan santun.

Husain Abdullah juga mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memberikan klarifikasi terkait masalah ini.

“Saya cuma mau bilang, salah apa Pak JK kepada Danny Pomanto, sehingga tega teganya memfitnah seperti itu Danny seperti tidak punya lagi sopan santun, sipakalebbi sedikit pun kepada sosok yang dihormati semua kalangan,” kata Husain dalam keterangannya, Sabtu (5/12/2020).

Husain Abdullah bahkan menyinggung soal falsafah Bugis-Makassar terkait adat dan istiadat dalam menghormati orang tua.

“Saya yakin kalau orang Bugis-Makassar tidak gampang mengumbar fitnah seperti itu karena secara budaya dan agama tahu resikonya, bahwa fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan,” sambungnya.

Husain menerangkan bahwa selama ini pasca tak lagi menjabat Wakil Presiden, JK lebih banyak sibuk dengan aktivitas sosial. Sehingga untuk urusan mengusik orang lain termasuk Danny Pomanto, menurutnya adalah sesuatu yang tidak masuk akal.

Atas kejadian ini Husain menegaskan, jika Danny Pomanto bakal berhadapan dengan hukum. Dalam artian pihak JK bakal melaporkan kasus pencemaran ini ke pihak berwajib, termasuk ke KPK

"Danny tentu akan berhadapan dengan hukum. Apalagi melibatkan KPK, sehingga KPK pun perlu mengklarifikasi dan membersihkan dirinya dari tuduhan Danny Pomanto,” tegasnya.

Husein menilai masalah yang dimunculkan Danny, menyangkut fitnah kepada JK bahkan Anies Baswedan dan juga sangat merendahkan KPK yang prestasinya menangkap Menteri KKP justru dipandang sebagai angin segar bagi penegakan hukum di Indonesia.

"Danny telah mencederai kerja keras KPK. Yang tidak kalah bahayanya, Danny telah mengadu domba tokoh tokoh nasional. Yang bisa berdampak buruk terhadap hubungan hubungan antar elite yang selama ini berjalan baik,” paparnya.

Dia pun meminta KPK memanggil Danny Pomanto untuk mengklarifikasi fitnahan tersebut.

“Pak JK dan Pak Prabowo Subianto dua tokoh yang bersahabat. Bahkan keduanya yang mendorong pencalonan Anies Baswedan pada Pilgub DKI beberapa waktu lalu,” pungkasnya.

Sebelumnya beredar video dan disertai rekaman suara diduga suara Danny Pomanto menuding mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, sebagai otak di balik penangkapan Edhy Prabowo atas kasus korupsi impor benih lobster.

Video berdurasi 1 menit 58 detik itu menyebar luas di media sosial, Sabtu (5/12/2020).

“Kepada seluruh masyarakat, jangan pilih tukang fitnah!,” kata Danny pada video pembukaan. Bukan kalimat pembuka itu yang mengentak perhatian publik

Dari rekaman itu, suara percakapan yang diduga Danny Pomanto menyinggung sejumlah tokoh-tokoh besar di negeri ini.

Sebut saja Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK), Presiden Joko Widodo, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Mantan Menteri Kelautan Edhy Prabowo, penyidik senior KPK Novel Baswedan hingga pentolan FPI Rizieq Syihab (HRS).



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Curah Hujan Tinggi Sepekan Mendatang

BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi peningkatan curah hujan sepekan mendatang.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Jasa Marga Berkomitmen Tanam 22.000 Pohon Setahun Mendatang

Pohon yang ditanam Jasa Marga terdiri dari berbagai jenis seperti mahoni, sengon, kaliandra, trembesi, kersen, tabebuya, ketapang, jati, mangrove, dan ketapang.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Banjir Genangi Sejumlah Wilayah di Kota Surabaya

Sejumlah wilayah di Kota Surabaya, Jawa Timur, terendam banjir akibat hujan deras yang terjadi sejak Sabtu (5/12/2020) siang hingga sore hari.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Debat Terakhir Pilkada Medan, Kahiyang Tampil dengan Gaya Rambut Beda

Kahiyang terlihat tampil beda dan sederhana dibanding biasanya.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Bobby Nasution Ajak Warga Medan Doakan Korban Banjir

Bobby memanfaatkan waktu saat debat ketiga, untuk mengajak masyarakat Kota Medan mendoakan korban banjir.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Ini Identitas 6 Korban Tewas Akibat Banjir Medan

Basarnas Kota Medan masih melakukan pencarian terhadap dua korban yang dinyatakan hilang.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Bobby Nasution: Medan Selama Ini Gagal Kolaborasi dengan Pusat

Menurut Bobby Nasution, tata kelola Medan selalu gagal berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Grand City Convention Center, “Gairah Baru MICE Surabaya”

Grand City Surabaya merupakan venue terbesar di kota Surabaya yang berlokasi di kawasan Gubeng.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Bupati Banggai Laut Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya

Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo sebelumnya dititipkan KPK di Rutan Polres Banggai lantaran dinyatakan reaktif Covid-19 berdasarkan tes cepat atau rapid tes.

NASIONAL | 5 Desember 2020

Korban Tewas Banjir Medan Bertambah Jadi 6 Orang

Jenazah seluruh korban sudah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

NASIONAL | 5 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS