Pengamat: 2 Menteri Ditahan KPK, Presiden Harus Evaluasi Kabinet
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pengamat: 2 Menteri Ditahan KPK, Presiden Harus Evaluasi Kabinet

Minggu, 6 Desember 2020 | 11:08 WIB
Oleh : Yudo Dahono / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan segera melakukan evalusi penyeluruh dan reshuffle kabinet menyusul ditetapkannya dua menteri sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama dua pekan terakhir ini. Langkah tersebut penting dilakukan agar tidak ada kesan dan pemahaman di masyarakat, bahwa justru pemerintahlah yang memakan habis anggaran untuk rakyat. Ini berbahaya karena bisa dikategorikan sebagai predatory leadership style of government.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Jawa Tengah, RES Fobia kepada Beritasatu.com di Jakarta, Minggu (6/12/2020).

Dikatakan, langkah cepat evaluasi menyeluruh kabinet dan reshuflle ini penting dilakukan Presiden untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap kerja pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Sebagaimana diketahui KPK melakukan OTT terhadap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo pada Rabu 25 November 2020 dini hari sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta seusai melakukan kunjungan kerja ke Amerika Serikat. Sepekan kemudian, tepatnya, Sabtu 5 November 2020 KPK kembali melakukan OTT sejumlah pejabat di Kementerian Sosial yang juga menyeret nama Menteri Sosial Juliari P Batubara. Setelah namanya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada Minggu 6 November 2020 dini hari, Menteri Sosial Juliari P Batubara akhirnya menyerahkan diri ke KPK Minggu (6/12/2020) dini hari.

Pengamat Kebijakan Publik UKSW ini mengatakan, terkait OTT KPK tersebut, Presiden Jokowi sebaiknya segera menyampaikan kepada publik tentang evaluasi menyeluruh dan langkah strategis pemerintah terhadap penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Harus dikuatkan optimisme kerja pemerintahan dan kenegaraan sehingga masyarakat percaya dan yakin bahwa apa yang dilakukan pemerintah sudah berada di jalur yang tepat,” tandas alumnus Fakultas Hukum UNS dan Graduate School of Policy Studies – Kwansei Gakuin University – Japan ini.

RES Fobia menjelaskan, penjelasan terbuka Presiden ini sangat diperlukan agar tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tetap terjaga. Hal itu sangat penting karena dukungan masyarakat sangat dibutuhkan pemerintah dalam upaya pencegahan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

Di sisi lain, Mitra Kerja Indeks Demokrasi Indonesia itu menyebutkan, proses hukum terhadap OTT yang dilakukan KPK tersebut harus dilakukan secara terbuka dan akuntabel agar ada sumbangan konkrit yang dapat dipelajari sebagai keteladanan sejarah proses hukum.

Langkah tersebut, papar RES Fobia yang juga seorang advokat ini, bisa menjadi momentum terbaik bagi dunia pendidikan hukum untuk bekerja lebih giat melakukan misinya. Termasuk, advokasi kepada penyelenggara negara dalam perilaku hukum kelembagaan dan kepejabatan publik.

“Budaya malu harus menuntun perilaku pemerintahan agar lebih bertanggung jawab. Ingatlah bahwa keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

11 Nakes di Puskesmas Negeri Lama, Labuhan Batu Terpapar Covid-19

Seluruh nakes yang dinyatakan terpapar virus corona itu berdasarkan hasil swab test dengan metode polymerase chain reaction (PCR).

NASIONAL | 6 Desember 2020

Anak Buah Mensos Serahkan Diri ke KPK

Sebelumnya, Juliari telah menyerahkan diri ke KPK sekitar pukul 02.50 WIB.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Operator Alat Berat Jatuh di Jurang Tapanuli Selatan Belum Ditemukan

Proses pencarian terhadap Afwan Ritonga memiliki banyak kendala.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Survei SMRC, Bobby Nasution Lebih Unggul dari Akhyar Nasution

Masalah mendesak menurut warga Medan, katanya, beberapa di antaranya adalah susah mencari lapangan kerja sebanyak 22,6 persen.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Mendes PDTT: BUMDes Tidak Boleh Ganggu Ekonomi Warga

Mendes PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) tidak boleh mengganggu perputaran ekonomi warga.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Ungkap Dugaan Korupsi Bansos, KPK Kembali Jawab Keraguan Publik

Kinerja KPK secara kelembagaan sudah cukup untuk menjawab skeptis dan keraguan publik atas kinerja kepemimpinan (baru) di KPK.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Tersangka Korupsi Bansos Covid-19, Mensos Juliari Bisa Diancam Hukuman Mati

UU Tipikor mengatur jika korupsi dilakukan dalam keadaan tertentu, dapat dijatuhkan pidana mati.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Banjir di Desa Tanjung Selamat, Tim Gabungan Cari 2 Korban Hilang

Sampai saat ini, sudah lima korban tewas yang sudah dievakuasi dari lokasi bencana banjir tersebut.

NASIONAL | 5 Desember 2020

PDIP Hormati Proses Hukum KPK, Hasto: Hukum Menegakkan Keadilan dan Kebenaran

PDIP mengambil pelajaran yang sangat berharga dari berbagai peristiwa OTT, dan selalu mengingatkan kadernya agar tidak menyalahgunakan kekuasaan.

NASIONAL | 6 Desember 2020

Mensos Juliari Diduga Terima Suap Rp 10.000 Per Paket Bansos Covid-19

KPK menduga Juliari menerima fee tiap paket Bansos sebesar Rp 10.000 per paket sembako dari nilai Rp 300.000 per paket Bansos.

NASIONAL | 6 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS