PT DKI Tak Cabut Hak Politik Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

PT DKI Tak Cabut Hak Politik Eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan

Rabu, 9 Desember 2020 | 17:57 WIB
Oleh : Fana F Suparman / WM

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) DKI Jakarta menerima permohonan banding yang diajukan Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perkara dugaan suap pengurusan pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR periode 2019-2024 dengan terdakwa eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan.

Dalam putusannya, PT DKI menguatkan putusan Pengadilan Tipikor Jakarta yang menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara terhadap Wahyu Setiawan.

"Menguatkan putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 24 Agustus 2020 Nomor 28/Pid.Sus-TPK/2020/PN.Jkt.Pst yang dimintakan banding tersebut," demikian bunyi amar putusan Majelis Hakim PT DKI, seperti dikutip pada Rabu (9/12/2020).

Namun, dalam putusannya, PT DKI tidak menjatuhkan hukuman tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik bagi Wahyu seperti yang dituntut Jaksa Penuntut KPK. Majelis Hakim Banding menilai Wahyu tidak berkarier dalam dunia politik dan dengan telah dijatuhi pidana pokok tersebut sudah tipis harapan Wahyu untuk memperoleh kedudukan yang lebih tinggi.

"Bahwa terdapat alasan untuk menghargai hak asasi manusia terhadap Terdakwa Wahyu Setiawan telah bekerja di KPU dengan mensukseskan Pemilu 2019," kata Majelis Hakim dalam pertimbangannya.

Majelis hakim yang memutuskan permohonan banding tersebut terdiri dari Muhammad Yusuf sebagai Hakim Ketua Majelis serta Sri Andini, Haryono, Jeldi Ramadhan, dan Lafat Akbar selaku Hakim Anggota. Putusan banding terebut dibacakan pada Senin (7/9/2020) tersebut dan tercatat pada nomor putusan 37/PID.TPK/2020/PT DKI.

Diketahui, KPK memutuskan mengajukan banding atas vonis terhadap Wahyu yang dijatuhkan oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat. Banding tersebut diajukan salah satunya lantaran dalam putusannya Pengadilan Tipikor Jakarta tidak mencabut hak politik Wahyu Setiawan.

Majelis Hakim menjatuhkan hukuman 6 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan terhadap Wahyu Setiawan. Majelis Hakim menyatakan Wahyu bersama-sama Agustiani Tio Fridelina telah menerima suap dari kader PDIP Saeful Bahri agar KPU menetapkan Harun Masiku sebagai anggota DPR melalui pergantian antarwaktu (PAW) menggantikan caleg terpilih dari PDIP atas nama Nazarudin Kiemas yang meninggal dunia. Agustiani dihukum 4 tahun pidana penjara dan denda Rp 150 juta subsider 4 bulan kurungan.

Selain suap terkait pengurusan PAW Anggota DPR, dalam putusannya Majelis Hakim menyatakan Wahyu Setiawan terbukti bersalah telah menerima uang sebesar Rp 500 juta terkait seleksi anggota KPU Daerah Papua Barat periode 2020-2025. Uang diberikan melalui Sekretaris KPU Provinsi Papua Barat, Rosa Muhammad Thamrin Payapo. Dalam dakwaan Jaksa KPK, uang itu disebut berasal dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Eri Cahyadi: Tidak Ada Euforia Sambut Kemenangan

Eri-Armuji unggul dengan 55% suara.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Perjuangan Warga Terdampak Merapi Harus Tempuh 7 Kilometer ke TPS

Dari 404 orang yang terdaftar dalam Data Pemilih Tetap TPS 8 yang dipindahkan ke dekat barak pengungsian tersebut, hanya 287 orang yang melaksanakan haknya.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Mahfud MD Minta Ketaatan Protokol Kesehatan di Pilkada Dipertahankan

Mahfud MD mengatakan ketaatan protokol kesehatan dalam pelaksanaan Pilkada Serentak dapat dipertahankan.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Eri Cahyadi-Armuji Menang Telak di TPS Machfud Arifin

Calon Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi unggul di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 25, Kelurahan Dr Soetomo, Kecamatan Tegalsari, Surabaya.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Ajudan dan 2 Sespri Edhy Prabowo Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Ajudan dan dua sekretaris pribadi Edhy Prabowo mangkir dari pemeriksaan KPK.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Sedang Antre Mencoblos, Seorang Warga Palu Terjatuh dan Meninggal Dunia

Beberapa saat korban yang berusia 70 tahun duduk di kursi antrean tiba-tiba korban terjatuh dan pingsan kemudian dinyatakan meninggal dunia.

NASIONAL | 9 Desember 2020

2 Menteri Dijerat KPK, Pemerintah Diminta Evaluasi Sistem Pencegahan Korupsi di Lingkaran Kabinet

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menilai, pemerintah tidak serius dalam upaya memberantas korupsi.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Kemkes Harus Segera Keluarkan Juknis Penanganan Stunting

Agus Pambagio berharap Kemkes segera mengeluarkan juknis atas Permenkes 29 tahun 2029 sebagai hadiah akhir tahun bagi anak Indonesia.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Hasil Sementara, Tiga Jenderal Polri Keok di Pilkada 2020

Tiga pensiunan Polri yang ikut berlaga dalam Pilkada serentak 2020 sementara ini belum berhasil muncul sebagai kampiun di wilayahnya masing-masing.

NASIONAL | 9 Desember 2020

Bobby-Aulia Menang di TPS Komplek Tasbih Medan

Pasangan Bobby-Aulia meraih 73 suara dan Akhyar-Salman sebanyak 48 suara di TPS tersebut.

NASIONAL | 9 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS