Logo BeritaSatu

Sahroni Tanya Keberadaan Rizieq Syihab

Kamis, 10 Desember 2020 | 21:33 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi III DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan para keluarga korban pengawal Muhammad Rizieq Syihab yang tewas dalam kejadian penembakan di jalan Tol Cikampek. RDPU berlangsung di ruang rapat Komisi III, gedung DPR, Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni melontarkan dua pertanyaan. Pertama, terkait informasi yang menyebut ada empat orang pengikut Rizieq melarikan diri. Kedua, menyangkut keberadaan Rizieq.

“Yang pertama untuk para keluarga korban saya turut berduka cita yang dalam. Bapak/Ibu perlu bersedih benar, bilamana ini terjadi dengan keluarga saya juga demikian, tetapi karena ini adalah negara hukum maka kita ikuti proses hukum yang dilakukan oleh kepolisian,” ujar Sahroni.

Sahroni pun menyebut, “Bapak/Ibu keluarga korban yang saya dengar ada 10 orang pendamping Muhammad Rizieq Syihab. Katanya yang empat orang kabur mengamankan Muhammad Rizieq Syihab. Mungkin apakah Bapak/Ibu kenal? Pernah enggak komunikasi dengan keluarga? Mungkin ini bisa dijawab oleh keluarga atau lawyer. Kemudian pertanyaan saya selanjutnya, ke mana Muhammad Rizieq Syihab berada?” kata Sahroni.

Pertanyaan itu lantas dijawab Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) sekaligus kuasa hukum FPI Aziz Yanuar. Aziz menyebut hanya ada enam orang yang menjadi korban terkait insiden itu. Namun, dia tidak menjawab pertanyaan terkait keberadaan Rizieq.

“Menurut saya, menurut info, hanya enam orang yang syahid, dan memang enam orang dalam satu mobil. Kalau dalam informasi dalam satu mobil ada 10 orang, tidak benar, itu saja,” katanya.

Pada kesempatan itu, Sahroni turut menyoroti penggunaan kata “pembantaian” yang digunakan keluarga korban. Dia meminta kata tersebut dikoreksi. “Saya ingin mengkoreksi terkait bahasa 'pembantaian' yang tadi keluarga korban sampaikan, karena sampai hari ini, sampai detik ini, polisi belum menyampaikan secara lugas tentang kejadian di jalan tol,” tegasnya.

Dia menambahkan Komisi III akan terus berupaya menyampaikan aspirasi dari keluarga korban untuk mencari keadilan. “Kita enggak mau negara ini porak-poranda, pecah belah atas informasi yang belum tepat untuk disampaikan. Minimal kita dalam konteks Komisi III akan menerima keluhan Bapak/Ibu untuk mencari keadilan,” ucapnya.

Sementara itu, kakak dari almarhum Muhammad Reza, Septi menyatakan pihaknya memang ingin menuntut keadilan. “Saya minta seadil-adilnya, nyawa dibayar nyawa. Adik saya enggak pernah membawa senjata, adik saya keamanan di rumah sebagai hansip, tidak pernah bawa pentungan apa lagi senjata,” katanya.

Merespons itu, Wakil Ketua Komisi III Desmond J Mahesa menegaskan Indonesia merupakan negara hukum, tidak bisa asal main “nyawa dibayar nyawa”. “Kalau darah bayar darah bukan negara hukum namanya, itu perang ya, itu di luar kemampuan Komisi III,” ujar Desmond.

Sementara itu, korban bernama Qadhavi disebut sempat memeluk ibunya sebelum berangkat mengawal Rizieq. Hal itu disampaikan saudaranya, Anandra. “Adik saya itu salaman dengan ibu, dipeluk, dia minta izin, 'mah doain dede ya'. Biasanya dia tak mau dipeluk, mungkin karena gede merasa malu,” kata Anandra.

Menurutnya, Qadhavi hendak ke Megamendung. Dikatakan, pihak keluarga sempat video call dengan Qadhavi. Saat itu yang bersangkutan disebut masih sehat dan tersenyum. Kemudian pada Senin (7/12/2020), perwakilan FPI datang menanyakan keberadaan Qadhavi.

Pada kesempatan itu, keluarga Andi Oktiawan menjelaskan bahwa pihaknya tak yakin saudaranya membawa senjata saat mengawal Rizieq. “Soal mereka laskar khusus, saya tak tahu. Mungkin 'khusus' maksudnya dini khusus ditugaskan oleh Imam (Rizieq). Soal pistol, kayaknya semua sudah tahu harganya berapa. Mereka ini sukarela. Beli baju saja pakai mencicil. Bagaimana mereka bisa beli senjata?” ujar perwakilan keluarga.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 
BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Ditetapkan Tersangka, Dirut PT LIB Dinilai Lalai Verifikasi Stadion

Dirut PT LIB Akhmad Hadian Lukita ditetapkan sebagai tersangka tragedi Kanjuruhan, karena dinilai lalai tidak memverifikasi stadion layak fungsi.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Kapolri: 11 Personel Tembakkan Gas Air Mata

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, sebanyak 11 anggotanya menembakkan gas air mata di dalam stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur

NEWS | 6 Oktober 2022

KTT G-20, Relokasi PLTG Grati ke Bali Tuntas Akhir Oktober

PLN menargetkan relokasi PLTG Grati ke Bali selesai akhir Oktober sebagai bentuk dukungan untuk KTT G-20.

NEWS | 6 Oktober 2022

Dirut LIB Tersangka Tragedi Kanjuruhan Pernah Jadi Terlapor Kasus Rumah Judi

Salah satu tersangka tragedi Kanjuruhan, Dirut Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita sebelumnya sempat jadi terlapor di kasus rumah judi

NEWS | 6 Oktober 2022

Jadi Tersangka, Dirut PT LIB Sempat Sesalkan Tragedi Kanjuruhan

Salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka pada tragedi Kanjuruhan yakni Direktur Utama (Dirut) PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita

NEWS | 6 Oktober 2022

Kapolri: Ini Penyebab Banyak Korban pada Tragedi Kanjuruhan

Kapolri menyebutkan banyak korban tewas pada tragedi Kanjuruhan karena pintu stadion terkunci dan tidak ada petugas yang berjaga.

NEWS | 6 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Polisi Tetapkan 6 Tersangka

Sebanyak enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka terkait tragedi Kanjuruhan pascakericuhan di Stadion Kanjuruhan

NEWS | 6 Oktober 2022

Komnas Perempuan: Pencegahan KDRT Harus Dilakukan secara Sistematik

Komnas Perempuan untuk melakukan pencegahan terhadap kekerasan dalam rumah tangga KDRT harus dilakukan secara sistematik

NEWS | 6 Oktober 2022

Perkara Korupsi Helikopter AW-101 Tunggu Jadwal Sidang

Perkara dugaan korupsi Helikopter AW-101 kini tinggal menunggu jadwal untuk disidangkan. 

NEWS | 6 Oktober 2022

Jelang Puncak G-20, Mendagri Tinjau Pembangunan TPST Kesiman Kertalangu

Mendagri berharap, pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu rampung pada akhir Oktober 2022.

NEWS | 6 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Daftar Korban Meninggal Kanjuruhan


# Jilat Kue HUT TNI


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tragedi Kanjuruhan, Kapolri: 11 Personel Tembakkan Gas Air Mata

Tragedi Kanjuruhan, Kapolri: 11 Personel Tembakkan Gas Air Mata

NEWS | 6 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings