Menkes: Sasaran Penerima Tergantung Ketersediaan Vaksin Covid-19
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Menkes: Sasaran Penerima Tergantung Ketersediaan Vaksin Covid-19

Kamis, 10 Desember 2020 | 22:10 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Guna menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19, vaksinasi atau imunisasi dapat diberikan kepada 70% sampai 80% dari total sasaran. Namun cakupan imunisasi ini pun tetap memertimbangkan kecukupan vaksin. World Health Organization (WHO) The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) bahkan merekomendasikan cakupan imunisasi bisa di bawah 50%.

“WHO SAGE merekomendasikan 1% sampai 10%, 11% sampai 20%, dan 21% sampai 50%. Semua itu tergantung dari ketersediaan vaksin di dunia dan yang bisa kita dapatkan,” kata Menkes dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR mengenai kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Kamis (10/12/2020).

Menurut Menkes, berdasarkan target pemerintah sasaran imunisasi kepada 67% dari 167 juta penduduk Indonesia berusia 18-59 tahun atau sekitar 107 juta orang. Ini sesuai dengan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Masih berdasarkan rekomendasi ITAGI, menurut Menkes, vaksinasi dapat dberikan kepada garda terdepan, yaitu tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan pada awal ketersediaan vaksin dan dilanjutkan secara bertahap pada kelompok berisiko lainnya.

Pada kelompok penduduk lanjut usia, pasien dengan komorbid, ibu hamil, dan ibu menyusui, pemberian vaksin Covid-19 hingga saat ini belum ada data pendukung keamanannya. Oleh karena itulah pemberian vaksin saat ini masih diprioritaskan untuk usia produktif 18-59 tahun sebagaimana subyek penelitian atau uji klinik fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac.

ITAGI juga merekomendasikan agar penyediaan vaksin dalam bentuk kemasan multidosis. Ini penting untuk optimalisasi kapasitas rantai dingin dan indeks pemakaian yang lebih efektif. Rekomendasi lainnya, perlu adanya komunikasi publik dengan merilis hasil uji klinik vaksin Covid-19 di Indonesia dan ada testimoni mengenai keamanan dan kualitas vaksin. Untuk vaksinasi nasional disarankan sebaiknya tidak banyak jenis sehingga mengurangi terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Terkait jenis vaksin, Menkes mengatakan, pihaknya telah menetapkan enam jenis vaksin yang disetuhui untuk dipergunakan di Indonesia. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) 9860 tahun 2020 yang diteken Menkes pada 3 Desember 2020, enam jenis vaksin tersebut ialah diproduksi oleh PT Biofarma (Sinovac), Astra Seneca, Sinopharm (China National Pharmaceutical Group Corporation), Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Bio Farma mengatakan untuk tahap awal baru menggunakan vaksin Sinovac. Selain 3 juta dosis vaksin jadi, secara bertahap juga akan datang vaksin dalam bentuk bahan baku sekitar 45 juta dosis. Sebanyak 15 juta dosis di antaranya dalam bentuk bahan baku tiba Desember 2020, dan 30 juta lagi di Januari 2021.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menang Lawan Kotak Kosong, Cawabup OKU Segera Diadili

Cawabup OKU Johan Anuar bakal segera menjalani proses persidangan sebagai terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pemakaman umum di Pemkab OKU.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Menuai dan Berbagi Berkat dari Zakat ….

Bermula dari order seorang pelanggannya yang memiliki usaha katering, dia mengaku tergiur untuk menjalin relasi bisnis.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Kebutuhan Pustakawan Tidak Sebanding dengan Jumlah Lulusan

Menurut Syarif Bando, sinergisitas penyelenggara pendidikan sangat dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi pustakawan.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Sahroni Tanya Keberadaan Rizieq Syihab

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni melontarkan pertanyaan menyangkut keberadaan Rizieq Syihab yang hingga kini tidak diketahui.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Almisbat: Hukum Harus Ditegakkan bagi Rizieq Syihab

Almisbat menyerukan sekaligus mendukung upaya Polri untuk dapat lebih bersikap tegas terhadap Rizieq Syihab.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Upaya Seameo Centre Wujudkan Semangat Merdeka Belajar

Seameo Centre Indonesia membeberkan berbagai upaya untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Respons Rizieq Syihab

Terkait dengan rencana penjemputan paksa, kuasa hukum minta pihak kepolisian untuk mengedepankan hak-hak humanis Rizieq Syihab.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Membangkitkan Kembali Agribisnis Nanas Tangkit Muarojambi di Tengah Pandemi

“Untuk saat ini, di masa pandemi, pemilik UMKM dodol nanas meningkatkan memasarkan produk mereka secara online (digital),” katanya.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Gunung Merapi Alami 24 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi mengalami 24 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Rabu (9/12) mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Penggunaan Sirekap pada Pilkada Serentak di Banten Berjalan Lancar

Penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi Suara (Sirekap) pada Pilkada serentak 2020 wajib dilakukan oleh KPU sebagai penyelenggara pemilu.

NASIONAL | 10 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS