Logo BeritaSatu

Menkes: Sasaran Penerima Tergantung Ketersediaan Vaksin Covid-19

Kamis, 10 Desember 2020 | 22:10 WIB
Oleh : Dina Manafe / YUD

Jakarta, Beritasatu.com - Guna menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok terhadap Covid-19, vaksinasi atau imunisasi dapat diberikan kepada 70% sampai 80% dari total sasaran. Namun cakupan imunisasi ini pun tetap memertimbangkan kecukupan vaksin. World Health Organization (WHO) The Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) bahkan merekomendasikan cakupan imunisasi bisa di bawah 50%.

“WHO SAGE merekomendasikan 1% sampai 10%, 11% sampai 20%, dan 21% sampai 50%. Semua itu tergantung dari ketersediaan vaksin di dunia dan yang bisa kita dapatkan,” kata Menkes dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR mengenai kesiapan pelaksanaan vaksinasi Covid-19, Kamis (10/12/2020).

Menurut Menkes, berdasarkan target pemerintah sasaran imunisasi kepada 67% dari 167 juta penduduk Indonesia berusia 18-59 tahun atau sekitar 107 juta orang. Ini sesuai dengan rekomendasi Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI). Masih berdasarkan rekomendasi ITAGI, menurut Menkes, vaksinasi dapat dberikan kepada garda terdepan, yaitu tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan pada awal ketersediaan vaksin dan dilanjutkan secara bertahap pada kelompok berisiko lainnya.

Pada kelompok penduduk lanjut usia, pasien dengan komorbid, ibu hamil, dan ibu menyusui, pemberian vaksin Covid-19 hingga saat ini belum ada data pendukung keamanannya. Oleh karena itulah pemberian vaksin saat ini masih diprioritaskan untuk usia produktif 18-59 tahun sebagaimana subyek penelitian atau uji klinik fase 3 vaksin Covid-19 Sinovac.

ITAGI juga merekomendasikan agar penyediaan vaksin dalam bentuk kemasan multidosis. Ini penting untuk optimalisasi kapasitas rantai dingin dan indeks pemakaian yang lebih efektif. Rekomendasi lainnya, perlu adanya komunikasi publik dengan merilis hasil uji klinik vaksin Covid-19 di Indonesia dan ada testimoni mengenai keamanan dan kualitas vaksin. Untuk vaksinasi nasional disarankan sebaiknya tidak banyak jenis sehingga mengurangi terjadinya kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

Terkait jenis vaksin, Menkes mengatakan, pihaknya telah menetapkan enam jenis vaksin yang disetuhui untuk dipergunakan di Indonesia. Menurut Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) 9860 tahun 2020 yang diteken Menkes pada 3 Desember 2020, enam jenis vaksin tersebut ialah diproduksi oleh PT Biofarma (Sinovac), Astra Seneca, Sinopharm (China National Pharmaceutical Group Corporation), Moderna, Pfizer Inc and BioNtech, dan Sinovac Biotech Ltd.

Bio Farma mengatakan untuk tahap awal baru menggunakan vaksin Sinovac. Selain 3 juta dosis vaksin jadi, secara bertahap juga akan datang vaksin dalam bentuk bahan baku sekitar 45 juta dosis. Sebanyak 15 juta dosis di antaranya dalam bentuk bahan baku tiba Desember 2020, dan 30 juta lagi di Januari 2021.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Hadiah Kursi Roda dari Puan Bahagiakan Ibu dari Anak Penderita Polio

Petani bunga di Badung, Bali, Ni Ketut Ratko sangat gembira menerima bantuan kursi roda untuk anaknya yang menderita polio.

NEWS | 30 September 2022

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

Pemprov DKI Jakarta mengatakan, pembangunan rusun (rumah susun) di Pulau G kemungkinan akan dilakukan oleh pihak swasta.

NEWS | 30 September 2022

Ali Ibrahim Undang Presiden Jokowi Buka Sail Tidore 2022

Ali Ibrahim mengundang dan meminta secara khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk hadir dan membuka acara Puncak Sail Tidore pada November 2022.

NEWS | 29 September 2022

DPR Siap Tunjukkan Komitmen Indonesia Kurangi Emisi

DPR siap menjadi tuan rumah perhelatan The 8th G-20 Parliamentary Speaker Summit (P-20) yang akan diselenggarakan pekan depan.

NEWS | 29 September 2022

UBK Kerja Sama dengan Persatuan Alumni GMNI

UBK melakukan kerja sama dengan Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

NEWS | 29 September 2022

Moeldoko Dorong Swasta Terlibat Percepatan Vaksinasi Covid-19

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mendorong keterlibatan pihak swasta dalam percepatan vaksinasi Covid-19.

NEWS | 29 September 2022

Komnas HAM Harap Jaksa Maksimal Dakwa Ferdy Sambo Cs

Komnas HAM berharap jaksa bisa menyusun dakwaan terhadap para tersangka secara maksimal.

NEWS | 29 September 2022

Peraturan Menkumham, Masa Berlaku Paspor Menjadi 10 Tahun

Masa berlaku paspor dari semula lima tahun diubah menjadi 10 tahun. Hal ini diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 18 Tahun 2022.

NEWS | 29 September 2022

Polri Kirim Surat Pemecatan Ferdy Sambo ke Sekmil Presiden

Polri telah mengirim berkas putusan pemecatan mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo ke Sekretariat Militer (Sekmil) Presiden.

NEWS | 29 September 2022

Soal Mobil Dinas Listrik, Pemprov DKI Punya 2 Pilihan

Pemprov DKI akan melakukan 2 pilihan terkait mobil dinas listrik. Dua pilihan itu, adalah memodifikasi kendaraan dinas lama dan membeli mobil listrik.

NEWS | 29 September 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

DKI: Pembangunan Rusun di Pulau G Akan Dilakukan Swasta

NEWS | 1 jam yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings