Dakwah Kultural Menjaga Harmoni dalam Beragama
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Dakwah Kultural Menjaga Harmoni dalam Beragama

Kamis, 10 Desember 2020 | 22:09 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Nasional Adnan Anwar mengatakan, berdakwah dengan metode dakwah kultural, yaitu menggunakan pendekatan kultur dan budaya nusantara, dapat menjaga harmoni dalam beragama.

"Di Nusantara ini terjadi harmoni beragama itu karena strategi yang tepat, yakni dakwah kultural itu," kata Adnan Anwar di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Meskipun di dalam konteks Islam dikenal ada amar makruf nahi mungkar, yaitu amar makruf itu menyiarkan perbuatan yang baik dan nahi mungkar itu mencegah kejahatan yang kemungkaran, nahi mungkar-nya juga dengan ilmu bil makruf, mencegah kemungkaran dengan cara-cara yang baik dan santun

Adnan mencontohkan, pada zaman almarhum KH As’ad Syamsul Arifin yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah di Situbondo, kemudian almarhum KH Ali Ma’shum (Rais Aam Syuriyah PBNU periode 1980–1984), ketika mengkritik pemerintahan zaman Presiden HM Soeharto itu tidak menggunakan metode terbuka, tetapi langsung tabayun mendatangi Soeharto.

Mereka datang langsung bersilaturahmi dengan Soeharto dan bertabayun terhadap masalah yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

"Jadi, mereka itu tidak mau melakukan konfrontasi terbuka terhadap pemerintah. Mereka tahu betul bahwa fatwanya ulama itu memiliki pengaruh luar biasa terhadap umat," kata tokoh pemuda NU itu.

Dengan cara-cara seperti itu, menurut dia, membuat stabilitas negara tetap terjaga dengan baik.

Namun, dia menyayangkan metode tabayun yang tertutup ini sudah mulai ditinggalkan, apalagi oleh orang-orang atau kelompok yang mengaku sebagai ulama tetapi tidak menggunakan cara-cara ulama yang benar di dalam menyelesaikan masalah itu.

"Mereka ibaratnya sekarang ini menggunakan metode jalanan sehingga situasi negara dan bangsa itu menjadi ruwet dan rusuh pada hari ini. Mereka yang mengaku sebagai ulama ini tidak menggunakan cara-cara ulama yang benar sehingga tidak menyelesaikan masalah," katanya menegaskan.

Selain itu, mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU tersebut juga menyampaikan bahwa ada ulama yang menyelesaikan masalah kepada orang yang awam dengan cara-cara atau pidato yang menyebarkan kebencian. "Hal ini tentunya tidak benar," ujarnya.

Ia menegaskan, ulama ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagai Al Ulama Warosatul Anbiya atau pewaris para nabi. "Nah, para ulama kita inilah yang pada saat negara ini merdeka, mereka bersepakat dengan para pendiri bangsa untuk mendirikan negara yang berbasis negara Pancasila. Tidak memilih negara berbasis agama, tetapi negara berbasis Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945," tutur salah satu pendiri situs NU Online itu.

Menurut dia, hal itu sangat luar biasa karena menghargai seluruh kelompok yang ada sehingga setiap kelompok, baik kelompok keagamaan maupun yang lain, memiliki kedudukan yang sama di depan hukum negara.

Dengan ideologi Pancasila, kata dia, secara otomatis telah mengedepankan prinsip-prinsip moderasi dalam masyarakat serta prinsip-prinsip dalam hubungan yang bersifat keragaman dan sebagainya.

"Karena memang para ulama itu sadar bahwa realitas dan entitas kita sebagai negara bangsa itu memang sudah berbeda sejak dahulu. Tidak kita memaksakan kehendak untuk satu kelompok ini. Inilah hasil kita pada hari ini bisa bertahan karena pikiran-pikiran besar ulama kita pada waktu itu sampai hari ini," katanya.



Sumber: ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Menkes: Sasaran Penerima Tergantung Ketersediaan Vaksin Covid-19

Cakupan imunisasi Covid-19 memertimbangkan kecukupan vaksin yang ada.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Menang Lawan Kotak Kosong, Cawabup OKU Segera Diadili

Cawabup OKU Johan Anuar bakal segera menjalani proses persidangan sebagai terdakwa perkara dugaan korupsi pengadaan tanah pemakaman umum di Pemkab OKU.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Menuai dan Berbagi Berkat dari Zakat ….

Bermula dari order seorang pelanggannya yang memiliki usaha katering, dia mengaku tergiur untuk menjalin relasi bisnis.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Kebutuhan Pustakawan Tidak Sebanding dengan Jumlah Lulusan

Menurut Syarif Bando, sinergisitas penyelenggara pendidikan sangat dibutuhkan untuk pengembangan kompetensi pustakawan.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Sahroni Tanya Keberadaan Rizieq Syihab

Wakil Ketua Komisi III Ahmad Sahroni melontarkan pertanyaan menyangkut keberadaan Rizieq Syihab yang hingga kini tidak diketahui.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Almisbat: Hukum Harus Ditegakkan bagi Rizieq Syihab

Almisbat menyerukan sekaligus mendukung upaya Polri untuk dapat lebih bersikap tegas terhadap Rizieq Syihab.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Upaya Seameo Centre Wujudkan Semangat Merdeka Belajar

Seameo Centre Indonesia membeberkan berbagai upaya untuk mewujudkan Merdeka Belajar.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Ditetapkan Sebagai Tersangka, Ini Respons Rizieq Syihab

Terkait dengan rencana penjemputan paksa, kuasa hukum minta pihak kepolisian untuk mengedepankan hak-hak humanis Rizieq Syihab.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Membangkitkan Kembali Agribisnis Nanas Tangkit Muarojambi di Tengah Pandemi

“Untuk saat ini, di masa pandemi, pemilik UMKM dodol nanas meningkatkan memasarkan produk mereka secara online (digital),” katanya.

NASIONAL | 10 Desember 2020

Gunung Merapi Alami 24 Kali Gempa Guguran

Gunung Merapi mengalami 24 kali gempa guguran selama periode pengamatan pada Rabu (9/12) mulai pukul 00.00-24.00 WIB.

NASIONAL | 10 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS