Logo BeritaSatu

Dakwah Kultural Menjaga Harmoni dalam Beragama

Kamis, 10 Desember 2020 | 22:09 WIB
Oleh : BW

Jakarta, Beritasatu.com - Instruktur Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Nasional Adnan Anwar mengatakan, berdakwah dengan metode dakwah kultural, yaitu menggunakan pendekatan kultur dan budaya nusantara, dapat menjaga harmoni dalam beragama.

"Di Nusantara ini terjadi harmoni beragama itu karena strategi yang tepat, yakni dakwah kultural itu," kata Adnan Anwar di Jakarta, Kamis (10/12/2020).

Meskipun di dalam konteks Islam dikenal ada amar makruf nahi mungkar, yaitu amar makruf itu menyiarkan perbuatan yang baik dan nahi mungkar itu mencegah kejahatan yang kemungkaran, nahi mungkar-nya juga dengan ilmu bil makruf, mencegah kemungkaran dengan cara-cara yang baik dan santun

Adnan mencontohkan, pada zaman almarhum KH As’ad Syamsul Arifin yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Salafiyah Syafi'iyah di Situbondo, kemudian almarhum KH Ali Ma’shum (Rais Aam Syuriyah PBNU periode 1980–1984), ketika mengkritik pemerintahan zaman Presiden HM Soeharto itu tidak menggunakan metode terbuka, tetapi langsung tabayun mendatangi Soeharto.

Mereka datang langsung bersilaturahmi dengan Soeharto dan bertabayun terhadap masalah yang berkembang di tengah masyarakat Indonesia.

"Jadi, mereka itu tidak mau melakukan konfrontasi terbuka terhadap pemerintah. Mereka tahu betul bahwa fatwanya ulama itu memiliki pengaruh luar biasa terhadap umat," kata tokoh pemuda NU itu.

Dengan cara-cara seperti itu, menurut dia, membuat stabilitas negara tetap terjaga dengan baik.

Namun, dia menyayangkan metode tabayun yang tertutup ini sudah mulai ditinggalkan, apalagi oleh orang-orang atau kelompok yang mengaku sebagai ulama tetapi tidak menggunakan cara-cara ulama yang benar di dalam menyelesaikan masalah itu.

"Mereka ibaratnya sekarang ini menggunakan metode jalanan sehingga situasi negara dan bangsa itu menjadi ruwet dan rusuh pada hari ini. Mereka yang mengaku sebagai ulama ini tidak menggunakan cara-cara ulama yang benar sehingga tidak menyelesaikan masalah," katanya menegaskan.

Selain itu, mantan Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PBNU tersebut juga menyampaikan bahwa ada ulama yang menyelesaikan masalah kepada orang yang awam dengan cara-cara atau pidato yang menyebarkan kebencian. "Hal ini tentunya tidak benar," ujarnya.

Ia menegaskan, ulama ini memiliki kedudukan yang sangat tinggi sebagai Al Ulama Warosatul Anbiya atau pewaris para nabi. "Nah, para ulama kita inilah yang pada saat negara ini merdeka, mereka bersepakat dengan para pendiri bangsa untuk mendirikan negara yang berbasis negara Pancasila. Tidak memilih negara berbasis agama, tetapi negara berbasis Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945," tutur salah satu pendiri situs NU Online itu.

Menurut dia, hal itu sangat luar biasa karena menghargai seluruh kelompok yang ada sehingga setiap kelompok, baik kelompok keagamaan maupun yang lain, memiliki kedudukan yang sama di depan hukum negara.

Dengan ideologi Pancasila, kata dia, secara otomatis telah mengedepankan prinsip-prinsip moderasi dalam masyarakat serta prinsip-prinsip dalam hubungan yang bersifat keragaman dan sebagainya.

"Karena memang para ulama itu sadar bahwa realitas dan entitas kita sebagai negara bangsa itu memang sudah berbeda sejak dahulu. Tidak kita memaksakan kehendak untuk satu kelompok ini. Inilah hasil kita pada hari ini bisa bertahan karena pikiran-pikiran besar ulama kita pada waktu itu sampai hari ini," katanya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: ANTARA

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Dinkes Rilis Daftar Nama-Nama Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan

Dinas Kabupaten (Dinkes) Kabupaten Malang merilis daftar nama-nama korban meninggal tragedi Kanjuruhan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Kasus Brigadir J, Kejagung Terima Pelimpahan Berkas Perkara Ferdy Sambo Dkk

Kejaksaan Agung (Kejagung) menerima pelimpahan tahap kedua perkara Ferdy Sambo dan kawan-kawan terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tersangka Kasus Tewasnya Brigadir J Proses Dilimpahkan ke Kejagung

penyidik Bareskrim saat ini tengah mempersiapkan untuk melimpahkan tersangka dugaan pembunuhan terhadap Brigadir J dan Obstruction of Justice ke JPU

NEWS | 5 Oktober 2022

Bima Arya Sebut KIB Akan Sikapi Langkap Nasdem Usung Anies Capres

Ketua DPP PAN Bima Arya mengatakan KIB bersama Golkar dan PPP akan menyikapi langkah Nasdem yang mengusung Anies Baswedan maju capres.

NEWS | 5 Oktober 2022

HUT Ke-77 TNI, PDIP Dorong Peningkatan Kesejahteraan Prajurit

Pada HUT ke-77 TNI, PDIP memberikan dukungan penuh kebijakan Presiden Jokowi untuk meningkatkan profesionalisme TNI dan kesejahteraan prajurit.

NEWS | 5 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Aremania: Bukan Kerusuhan, Ini Kelalaian Semua

Salah satu Aremania menilai tragedi Kanjuruhan bukan kerusuhan melainkan sebuah insiden dan kelalaian semua pihak

NEWS | 5 Oktober 2022

Soal Tragedi Kanjuruhan, Jokowi Sudah Kontak Presiden FIFA

Presiden Jokowi mengaku sudah berbicara Presiden FIFA, Gianni Infantino terkait tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur yang menewaskan 131 orang.

NEWS | 5 Oktober 2022

KPK Jadwalkan Periksa Anak dan Istri Lukas Enembe Hari Ini

Tim penyidik menjadwalkan memeriksa anak dan istri Gubernur Papua Lukas Enembe. Lukas diketahui menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi. 

NEWS | 5 Oktober 2022

Perkuat Ekosistem Gambut Berkelanjutan, KLHK Luncurkan IMPLI

KLHK meluncurkan IMPLI sebagai upaya memperkuat pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan ekosistem gambut berkelanjutan.

NEWS | 5 Oktober 2022

Penampakan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi Kompak Pakai Baju Tahanan

Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi kompak mengenakan baju tahanan menjelang pelimpahan berkas perkara dugaan pembunuhan Brigadir J.

NEWS | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Manfaatkan Internet, UMKM Desa Sukarara Tembus Pasar Ekspor

Manfaatkan Internet, UMKM Desa Sukarara Tembus Pasar Ekspor

EKONOMI | 1 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings