Enam Petahana di Sumut Kalah dalam Pilkada
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Enam Petahana di Sumut Kalah dalam Pilkada

Senin, 14 Desember 2020 | 16:13 WIB
Oleh : Arnold H Sianturi / JAS

Medan, Beritasatu.com - Sebanyak enam kepala daerah yang maju sebagai petahana di Sumatera Utara (Sumut) diperkirakan tidak akan kembali memimpin daerahnya. Berdasarkan hasil aplikasi Sistem Informasi Rekapitulasi Elektronik (Sirekap) Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara (Sumut), yang sudah di atas 95 persen, enam kepala daerah itu kalah dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, 9 Desember kemarin.

Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin mengatakan, pengumunan pemenang dalam kontestasi pilkada akan diumumkan oleh penyelenggara pilkada dua hari ke depan. Hasil sirekap juga akan disesuaikan dengan hasil penghitungan tingkat kota maupun kabupaten dari 23 daerah yang menyelenggarakan pilkada. Penghitungan ini sedang dilakukan.

"Kita minta masyarakat untuk bersabar menunggu pengumuman resmi dari KPU Kabupaten/Kota yang menyelenggarakan pilkada. Dalam beberapa hari ke depan, penyelenggara pilkada akan mengumumkan pasangan pemenang pilkada. Setelah proses ini selesai, kita masih tetap siap untuk menghadapi gugatan pilkada," ujar Herdensi Adnin, Senin (14/12/2020).

Berdasarkan hasil Sirekap, petahana yang kalah dalam pilkada itu adalah pasangan Rapidin Simbolon - Juang Sinaga di Pilkada Kabupaten Samosir, Darwin Siagian-Hulman Sitorus di Pilkada Kabupaten Toba, Marselinus Ingati Nazara dan Ottorius Harefa di Pilkada Nias Utara, Soekirman-Tengku Muhammad Ryan Novandi di Kabupaten Serdang Bedagai, Dwi Prantara- Edi Sampurna Rambe di Labuhan Batu Utara dan pasangan Akhyar Nasution-Salman Alfarisi di Pilkada Medan.

Dalam pilkada di Samosir, pasangan Rapidin Simbolon-Juang Sinaga yang diusung PDIP Perjuangan, dikalahkan oleh pasangan Vandiko Gultom-Martua Sitanggang (Vantas). Hasil sementara, Rapidin-Juang memperoleh 25.279 suara atau 37,9%. Sedangkan pasangan Vantas memperoleh 35.682 suara atau 53,5%. Jumlah daerah pemilih tetap (DPT) di Samosir sebanyak 93.169 pemilih.

Dalam pilkada di Kabupaten Toba, pasangan petahana Darwin Siagian-Hulman Sitorus dikalahkan oleh penantang, Poltak Sitorus -Tonny Simanjuntak. Petahana diusung oleh Golkar, Demokrat, PKB, dan NasDem. Rival politiknya, Poltak-Tonny, diusung PDIP, Perindo, dan PKPI. Darwin- Hulman meraih 39.243 suara atau 39,4%. Poltak-Tonny meraih 60.351 atau 60,6% dari 126.148 jumlah DPT.

Untuk pilkada di Nias Utara, pasangan petahana Marselinus Ingati Nazara dan Ottorius Harefa yang diusung oleh Gerindra, PDIP, dan PKPI berhadapan dengan kader PAN dan partai pendukung lainnya, Amizaro Waruwu-Yusman Zega. Sesuai hasil sementara, paslon Marselinus Ingati Nazara-Ottorius Harefa meraih 21.774 suara atau 38,7%. Suara pasangan petahana ini tertinggal jauh dari pasangan Amizaro-Yusman yang meraih 34.448 suara atau 61,3%. Sedangkan jumlah DPT 89.916 pemilih.

Begitu juga dengan pilkada di Kabupaten Serdang Bedagai, pasangan petahana Soekirman-Tengku Ryan, yang diusung PAN, NasDem, dan PKS, dikalahkan jagoan PDI Perjuangan, Darma Wijaya- Adlin Umar Yusri.

Soekirman-Tengku meraih 41.489 suara atau 23,3%, dikalahkan Darma Wijaya- Adlin Umar yang meraih 136.301 suara atau 76,7%. Jumlah DPT di Serdang Bedagai sebanyak 457.991 jiwa.

Sedangkan di Pilkada Labuhan Batu Utara, pasangan petahana, Dwi Prantara- Edi Sampurna Rambe, memperoleh 12.765 suara atau 8,1%. Mereka dikalahkan oleh Hendri Yanto-Samsul Tanjung, dengan memperoleh 70.699 suara atau 44,6%. Jumlah DPT sebanyak 235.779 pemilih. Di Labuhan Batu Utara ini, ada lima paslon pilkada yang bertarung.

Pasangan petahana yang kalah dalam pilkada adalah Akhyar Nasution-Salman Alfarisi, yang diusung Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Pasangan ini dikalahkan menantu Presiden Joko Widodo, Bobby Nasution - Aulia Rachman, yang diusung oleh PDIP, Gerindra, Golkar, PSI, PAN, NasDem, PPP, dan Hanura dan Partai Gelora. Hasil Sirekap sementara, paslon Akhyar-Salman meraih 282.619 suara atau 46,5%. Sementara paslon Bobby-Aulia yang meraih 325.773 suara atau 53,5% dari 1.601.001 jumlah DPT.

Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio mengatakan, hubungan platonis dan figuritas Presiden Joko Widodo (Jokowi), terbelahnya politik identitas serta masalah banjir maupun kasus korupsi yang menjerat tiga Wali Kota Medan, menjadi faktor yang membawa kemenangan Bobby - Nasution mengalahkan petahana, Akhyar Nasution - Salman Alfarisi.

"Kemenangan pasangan Bobby Nasution - Aulia Rachman, juga tak terlepas dari perubahan arah politik di tingkat pusat. Partai Gerindra yang dulunya oposisi, akhirnya bergabung dalam pemerintahan Presiden Jokowi. Bergabungnya partai besutan Prabowo Subianto ke dalam pemerintahan Jokowi, tentunya berimplikasi ke Medan. Dengan jabatannya sebagai Menteri Pertahanan, Prabowo dengan kekuatan politiknya, sudah memanaskan mesin politiknya," ujar Warjio.

Faktor lain kemenangan Bobby, kata Warjio, akibat terpecahnya kelompok yang tidak terakomodasi di Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Apalagi dengan adanya membangun aliansi politik baru, yaitu Partai Gelora. Secara otomatis, partai besutan Anis Matta, menggerogoti kekuatan partai PKS.

"Seperti kita ketahui, PKS itu mempunyai kekuatan sangat besar di Medan. Dalam konteks pilkada, Partai Gelora mendukung Bobby - Aulia meski belum memiliki kursi. Tapi, dukungan Gelora sangat menggerogoti kekuatan-kekuatan yang didominasi oleh PKS. Itu semua diarahkan untuk Bobby," jelasnya.

Dari sisi politik lokal, kinerja pertahana (Akhyar) ini tidak memberikan satu perspektif yang maksimal. Sehingga, masyarakat kecewa lalu berkeinginan untuk perubahan di dalam pola kepemimpinan. Kinerja yg tidak maksimal yang dimaksud, salah satunya adalah persoalan masalah banjir.

Kemudian, jika dilihat infrastruktur di Kota Medan, bisa dikatakan mengecewakan masyarakat. Bagi Akhyar ini dilematis, yang pertama dia mendapat pengaruh dari kasus korupsi yang menimpa Dzulmi Eldin, karena dia dulu bergabung, yang mengakibatkan dia terkena implikasi dan mendapatkan perspektif negatif.

"Dalam beberapa waktu dia hanya menjadi akting, menjadi pertahana yang tidak memiliki banyak kewenangan untuk mengatur Kota Medan. Akhyar juga tidak mampu melakukan realokasi ataupun penguatan-penguatan pembangunan. Ini dilihat dari sisi politik pembangunannya," imbuhnya.

Selain itu, faktor kemenangan Bobby karena hubungan pusat dengan daerah, yaitu hubungan platonis antara Jokowi dan menantunya tidak bisa dilepaskan dari pengaruh figuritas. Sebab tanpa Jokowi, terus terang saja Bobby tidak punya figur yang kuat, karena dia baru terjun ke politik.

"Itu makanya kenapa kemudian tokoh-tokoh nasional terutama yang mendukung Bobby turun semua ke Medan untuk menggenjot elektabilitas Bobby. Jokowi sendiri juga turun ke Sumatera Utara, cuma tidak di Medan, tapi ke Simalungun. Tarikan politik ini juga mendongkrak. Petahana lain yang kalah pilkada juga karena kinerjanya dinilai masyarakat tidak memuaskan," sebutnya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Menkopolhukam Diminta Bentuk Tim Investigasi Terkait Polemik Ijazah Jaksa Agung

Menko Polhukam Mahfud MD diminta membentuk tim investigasi terkait polemik latar pendidikan Jaksa Agung ST Burhanuddin.

NASIONAL | 26 September 2021

Kini Sekolah Jaringan IDN Bisa Bayar SPP Lewat Shopee

2.522 lembaga pendidikan yang tergabung di Jaringan IDN berupa sekolah, kampus, pesantren, PKBM, dan bimbel bisa melakukan pembayaran pendidikan melalui Shopee.

NASIONAL | 26 September 2021

Dua Ormas Bentrok di Perbatasan Cianjur-Sukabumi, Satu Tewas

Bentrokan antar ormas di perbatasan Cianjur-Sukabumi menyebabkan satu orang tewas.

NASIONAL | 26 September 2021


Mendagri Minta Kabupaten Banggai Tingkatkan Pendapatan Asli Daerah

Menurut Mendagri Tito Karnavian, Kabupaten Banggai memiliki potensi luar biasa seperti dari sektor pangan yang tetap bisa tumbuh positif di tengah pandemi.

NASIONAL | 26 September 2021

Kasus Sengketa Tanah Rocky Gerung, Camat dan BPN Silang Pendapat

Camat Babakan Madang maupun kantor ATR/Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Bogor saling silang pendapat terkait kasus tanah Rocky Gerung.

NASIONAL | 26 September 2021

PJI, Citi, AIG, dan Marsh Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Digitalisasi

Prestasi Junior Indonesia (PJI) mengimplementasikan edukasi kewirausahaan JA Company Program bagi 323 pelajar SMA/SMK di Jakarta dan Bandung.

NASIONAL | 26 September 2021

FSGI Dorong Pemerintah Segera Lakukan Evaluasi PTM Terbatas

FSGI mendapat laporan dari sejumlah Serikat Guru Indonesia (SGI) daerah, bahwa terjadi sejumlah pelanggaran terhadap protokol kesehatan.

NASIONAL | 26 September 2021

Atasi Terorisme, Kadensus 88 Tekankan Pentingnya Pendekatan Humanis

Menurut Kepala Densus 88 Antiteror Polri, Irjen Pol Martinus Hukom, mengentaskan perkara terorisme dengan cara yang lebih humanis adalah amanat undang-undang.

NASIONAL | 26 September 2021

Korban Baku Tembak KKB Bharada Kurniadi Dimakamkan di Aceh

Bharada Muhammad Kurniadi yang gugur dalam baku tembak dengan KKB di Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, akan dimakamkan di Tamiang, Aceh.

NASIONAL | 26 September 2021


TAG POPULER

# Update Covid-19


# Literasi Perdamaian


# Rocky Gerung vs Sentul City


# Lionel Messi


# Kiwirok



TERKINI
Menkopolhukam Diminta Bentuk Tim Investigasi Terkait Polemik Ijazah Jaksa Agung

Menkopolhukam Diminta Bentuk Tim Investigasi Terkait Polemik Ijazah Jaksa Agung

NASIONAL | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings