Logo BeritaSatu

Pandemi Momentum Beralih ke Pembangunan Rendah Karbon

Senin, 14 Desember 2020 | 18:19 WIB
Oleh : Herman / FER

Jakarta, Beritsatu.com - Deputi Kemaritiman dan Sumber Daya Alam Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Arifin Rudiyanto menyampaikan, di masa krisis akibat pandemi Covid-19, pemerintah memiliki pekerjaan besar untuk tetap menjaga agar berbagai kebijakan pembangunan rendah karbon tetap menjadi bagian utuh dari program pemulihan ekonomi.

Ia juga mengatakan, kondisi saat ini hendaknya dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk beralih dari pendekatan business as usual yang intensif karbon menuju ke pembangunan rendah karbon yang dapat membangkitkan kembali ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan atau green job, dan secara bersamaan menekan laju emisi gas rumah kaca.

"Pemerintah memastikan strategi yang disusun dalam menangani dampak pandemi tidak semata-mata memacu pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek, tetapi juga harus memiliki tujuan untuk membangun kembali Indonesia yang lebih baik, tangguh, dan berkelanjutan di masa mendatang,” kata Arifin Rudiyanto dalam webinar Build Back Better, Senin (14/12/2020).

Menurut Arifin, ada tiga strategi kunci untuk mendorong pemulihan ekonomi hijau yang berkelanjutan, sekaligus mewujudkan build back better.

Pertama, mendorong agar stimulus fiskal hijau menjadi bagian dari kebijakan pemulihan ekonomi yang diimplementasikan pada tahun 2021 dan 2022. Hal ini telah dimulai dengan penyusunan roadmap pembangunan rendah karbon yang saat ini telah mendapat dukungan dari berbagai mitra pembangunan.

“Dengan mendorong pemulihan ekonomi hijau, maka kesempatan lapangan kerja hijau diharapkan dapat semakin terbuka. Berbagai inovasi juga dikembangkan, antara lain pengembagan energi baru terbarukan, penerapan ekonomi sirkular, dan inovasi pembiayaan hijau melalui carbon price,” paparnya.

Strategi kedua, membangun ketahanan melalui penyusunan kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi guncangan tidak terduga atau shock di masa mendatang. Aktivitas yang dilakukan antara lain bantuan sosial untuk masyarakat, asuransi petani, dan aktivitas adaptasi yang mendukung ketahanan masyarakat. "Kemampuan beradaptasi terhadap ancaman di masa datang, salah satunya adalah perubahan iklim perlu semakin diperkuat,” tegasnya.

Ketiga, perlindungan dan pengelolaan keanekaragaman hayati perlu menjadi isu prioritas. Dikatakan Arifin, pemerintah menyadari, pandemi Covid-19 bukan satu-satunya kejadian yang dapat menimbulkan gejolak. Ketidakseimbangan ekosistem dan terganggunya keanekaragaman hayati juga dapat menjadi akar permasalahan yang dapat memicu terjadinya krisis multidimensi.

Arifin menambahkan, penanganan Covid-19 juga tidak dapat terpisahkan dari penanggulangan perubahan iklim, termasuk dengan menjaga keanekaragaman hayati. Karenanya, upaya kolektif dan kolaborasi multipihak dan lintas sektor perlu dijalankan bersama-sama untuk membangun Indonesia yang lebih baik, tangguh dan berkelanjutan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Rizky Billar Bantah KDRT, Polisi: Silakan Saja Membantah

Rizky Billar membantah telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Lesti Kejora.

NEWS | 7 Oktober 2022

Soal Mafia Tanah di Kotabaru Kalsel, Ini Respons Menteri ATR/BPN

Menteri ATR/BPN Hadi Tjahjanto merespons laporan Sawit Watch atas dugaan mafia tanah di Kotabaru, Kalsel.

NEWS | 7 Oktober 2022

Dua Warga Rusia yang Cari Suaka di AS Tiba di Alaska

Dua warga Rusia yang mencari suaka di AS tiba di sebuah pulau terpencil di Alaska, menurut dua senator pada Kamis (6/10/2022).

NEWS | 7 Oktober 2022

Stok Vaksin Covid-19 Menipis, Dinkes DKI Minta Opsi Relokasi

Dinkes DKI Jakarta meminta opsi relokasi vaksin Covid-19 dari daerah lain. Hal itu untuk mengantisipasi stok vaksin Covid-19 yang mulai menipis.

NEWS | 7 Oktober 2022

Malaysia Kategorikan Permen Karet Pengganti Rokok Tidak Beracun

Malaysia memasukkan pengganti nikotin berupa patch atau permen karet sebagai produk “tidak beracun” untuk membantu perokok berhenti merokok.

NEWS | 7 Oktober 2022

Pasien Covid-19 Dirawat di RSDC Wisma Atlet Tersisa 20 Orang

Pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, hingga hari ini tersisa 20 orang.

NEWS | 7 Oktober 2022

Ribut Warisan, Anak dan Bapak Bunuh Lima Anggota Keluarga

Warga di Desa Marga Jaya, Kabupaten Way Kanan, Lampung digegerkan pembunuhan satu keluarga yang menewaskan lima orang gara-gara warisan.

NEWS | 7 Oktober 2022

Soal Capres 2024, Sekjen PDIP Tegaskan Ganjar Tetap Tunggu Keputusan Megawati

Terkait PSI yang mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menegaskan Ganjar menunggu keputusan Megawati Soekarnoputri.

NEWS | 7 Oktober 2022

Selain Santunan, Korban MTsN 19 Jakarta Diberi Konseling

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia yang tertimpa tembok MTsN 19 Jakarta.

NEWS | 7 Oktober 2022

PKN: TGIPF Tragedi Kanjuruhan Harus Betul-betul Cari Fakta

PKN mendorong Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) tragedi Kanjuruhan di Malang, Jawa Timur harus betul-betul mencari fakta.

NEWS | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi tak salami kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Lawan Palestina Bisa Jadi Penentu Kelolosan Timnas U-17

Lawan Palestina Bisa Jadi Penentu Kelolosan Timnas U-17

BOLA | 4 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings