Kasus Korupsi Bansos Covid-19, KPK Dalami Vendor Kemsos
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Kasus Korupsi Bansos Covid-19, KPK Dalami Vendor Kemsos

Senin, 14 Desember 2020 | 19:09 WIB
Oleh : Fana F Suparman / JAI

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan terus mengusut dan mengembangkan kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) wilayah Jabodetabek, untuk penanganan Covid-19 tahun 2020, yang menjerat Menteri Sosial (Mensos), Juliari P Batubara.

Salah satu yang akan didalami KPK, yakni mengenai asal usul dan rekam jejak vendor atau rekanan Kementerian Sosial (Kemsos) dalam pengadaan dan distribusi bansos. Tak tertutup kemungkinan rekanan yang ditunjuk Kemsos tidak kompeten atau bahkan perusahaan yang baru berdiri.

"Nanti kita lihat juga siapa saja yang menjadi vendor-vendor yang menyalurkan sembako gitu kan, apakah mereka layak, artinya itu, memang dia punya usahanya itu, pengadaan sembako, atau tiba-tiba perusahaannya baru didirikan kemudian langsung dapat pengerjaan itu. Tapi kemudian dia (vendor itu) men-subkan ke pihak lain, dia hanya ingin mendapatkan fee, dan itu kan harus kita dalami," kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (14/12/2020).

Pendalaman mengenai identitas para vendor Kemsos tersebut, penting dilakukan lantaran terdapat sekitar 272 kontrak terkait pengadaan serta penyaluran paket bansos berupa sembako untuk wilayah Jabodetabek yang sedang didalami penyidik KPK.

Alexader memastikan, KPK akan mendalami proses pemilihan vendor hingga penyaluran bansos yang sampai ke masyarakat tersebut. Tak tertutup kemungkinan terdapat rekanan yang hanya meminjam bendera perusahaan lain.

"Jadi prinsipnya kan ada 272 kontrak kalau enggak salah, ya semua harus didalami. Siapa mendapat pekerjaan itu, darimana, atau bagaimana dia mendapatkan pekerjaan itu dan apakah dia melaksanakan penyaluran sembako itu atau hanya, itu tadi, modal bendera doang, di sub-kan, itu semua harus didalami," ujar Alexander.

Selain soal vendor, KPK juga sedang mendalami nilai sembako per paket bansos. Sejauh ini, KPK menduga Juliari dan empat tersangka lainnya menyunat Rp 10.000 per paket dari nilai Rp 300.000 per paket.

Namun, terdapat informasi yang menyebut nilai yang disunat para tersangka mencapai Rp 30.000 hingga Rp 100.000 per paket bansos. "Kita ingin lihat sebetulnya berapa sih dari anggaran itu yang sampai ke masyarakat," kata Alexander.

Seperti diketahui, KPK menetapkan Menteri Sosial Juliari P. Batubara bersama Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kemsos serta dua pihak swasta bernama Ardian I.M dan Harry Sidabuke sebagai tersangka kasus dugaan suap bansos wilayah Jabodetabek untuk penanganan Covid-19.

Juliari dan dua anak buahnya diduga menerima suap senilai sekitar Rp 17 miliar dari Ardian dan Harry selaku rekanan Kemsos dalam pengadaan paket bansos COVID-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020.

Kasus ini bermula dari pengadaan bansos penanganan COVID-19 berupa paket sembako di Kementerian Sosial tahun 2020 dengan nilai sekitar Rp5,9 triliun dengan total 272 kontrak pengadaan dan dilaksanakan dengan dua periode. Juliari selaku

Menteri Sosial menujuk Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono sebagai Pejabat Pembuat Komitmen dalam pelaksanaan proyek tersebut dengan cara penunjukkan langsung para rekanan.

Diduga disepakati adanya "fee" dari tiap-tiap paket pekerjaan yang harus disetorkan para rekanan kepada Kementerian Sosial melalui Matheus Joko Santoso. Fee untuk setiap paket bansos disepakati oleh Matheus dan Adi Wahyono sebesar Rp 10 ribu per paket sembako dari nilai Rp 300 ribu per paket bansos.

Selanjutnya Matheus dan Adi pada Mei sampai dengan November 2020 membuat kontrak pekerjaan dengan beberapa supplier sebagai rekanan yang diantaranya Ardian IM, Harry Sidabuke dan juga PT Rajawali Parama Indonesia (RPI) yang diduga milik Matheus. Penunjukan PT RPI sebagai salah satu rekanan tersebut diduga diketahui Juliari dan disetujui oleh Adi Wahyono.

Pada pelaksanaan paket bansos sembako periode pertama diduga diterima fee Rp 12 miliar yang pembagiannya diberikan secara tunai oleh Matheus kepada Juliari Batubara melalui Adi dengan nilai sekitar Rp 8,2 miliar.

Pemberian uang tersebut selanjutnya dikelola oleh Eko dan Shelvy N, selaku orang kepercayaan Juliari untuk digunakan membayar berbagai keperluan pribadi Juliari.

Untuk periode kedua pelaksanaan paket Bansos sembako, terkumpul uang "fee" dari bulan Oktober 2020 sampai dengan Desember 2020 sejumlah sekitar Rp8,8 miliar yang juga diduga akan dipergunakan untuk keperluan Juliari.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Suap Izin Benur, KPK Perpanjang Masa Penahanan Edhy Prabowo

KPK memutuskan memperpanjang masa penahanan Edhy yang kini menyandang status tersangka kasus dugaan suap perizinan ekspor benih bening lobster atau benur.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Penanganan Covid-19 di Sumut Dinilai Semakin Membaik

Angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut mencapai 83,71 persen.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Soal Kuota Vaksin, Pemprov Sumut Siap Ikuti Petunjuk Pusat

Pemprov Sumut sudah menyiapkan 1.500 tenaga kesehatan untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 14 Desember 2020

KSPSI Salurkan 10.000 Karung Beras 5 Kilogram ke Buruh Terdampak Covid-19

KSPSI memberikan bantuan beras ini untuk buruh dan masyarakat yang kesulitan ekonomi di Bekasi, Karawang, Jakarta, Bandung, Subang, Sumedang, dan Purwakarta.

NASIONAL | 14 Desember 2020

KPK Akui Dapat Informasi Nilai Bansos "Disunat" Rp 100.000

Paket sembako yang dianggarkan senilai Rp 300.000 per paket menjadi hanya Rp 200.000 ketika sampai di tangan masyarakat atau dikorupsi Rp 100.000.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Pandemi Momentum Beralih ke Pembangunan Rendah Karbon

Kebijakan pembangunan rendah karbon menjadi bagian utuh dari program pemulihan ekonomi.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Danone Aqua Raih Satu Anugerah Proper Emas dan Lima Anugerah Proper Hijau

Anugerah Proper Emas tersebut diserahkan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya kepada perwakilan Pabrik Aqua Mambal.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Mahfud: Pilkada Tidak Timbulkan Klaster Covid-19

Mahfud MD menyatakan belum ada kasus kerumunan Pilkada yang menjadi klaster Covid-19.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Mumtaz Abdillah Dikukuhkan Jadi Ketum BKPRMI DPW Banten

Mumtaz Abdillah yang juga ketua Caretaker DPW BKPRMI Banten terpilih secara aklamasi.

NASIONAL | 14 Desember 2020

Pandemi Covid-19, Mahfud MD: Partisipasi Pemilih Justru Meningkat

Angka partisipasi pemilih di tengah pandemi Covid-19, justru meningkat.

NASIONAL | 14 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS