Azyumardi Azra: Ada Lima Ancaman Keharmonisan Bangsa
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Azyumardi Azra: Ada Lima Ancaman Keharmonisan Bangsa

Selasa, 15 Desember 2020 | 13:51 WIB
Oleh : Roberth Wardhy / CAH

Jakarta, Beritasatu.com – Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra menyebut ada lima ancaman terhadap keharmonisan atau keragaman di bangsa ini. Pertama, adanya disrupsi sosial dan budaya dalam masyarakat. Gejala ini adalah berupa kehilangan rasa nasionalisme dan kehilangan budaya-budaya luhur yang ada sejak bangsa ini didirikan.

“Ini ancaman pertama. Misalnya kehilangan sifat toleransi, tidak menghormati sesama dalam keberagaman. Jadi ada disrupsi sosial dan budaya bangsa,” kata Azyumardi dalam webinar bertema “Mewujudkan Harmoni Dalam Kebhinekaan: Masalah dan Solusinya” di Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Ia menjelaskan ancaman kedua adalah adanya keinginan untuk membentuk penyeragaman atau homogenisasi kehidupan masyarakat. Dia menyebut mayoritas masyarakat Indonesia memang mengambil sikap moderat. Namun tidak boleh dilupakan bahwa masih ada kelompok kecil yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara yang homogen. Misalnya membentuk Indonesia sebagai negara khilafah.

“Ada upaya homogenisasi. Kadang mereka pakai kekerasan. Pemerintah harus menyikap,” tegas Azyumardi.

Ancaman ketiga, lanjut Azyumardi, adalah adanya kesenjangan ekonomi yang begitu dalam di masyarakat Indonesia. Hal itu ditunjukkan dengan angka gini ratio atau kesenjangan antara yang kaya dan miskin yang sangat tinggi.

“Dalam data terbaru, disebutkan 10 orang terkaya di Indonesia menguasai 60% aset di tanah air. Pemerintah harus ambil tindakan afirmatif untuk mengangkat yang miskin, bukan sekadar gimmick atau retorika,” ujar Azyumardi.

Ancaman keempat adalah praktik hukum yang tidak adil. Penegakan hukum tidak boleh pandang bulu. Jangan lakukan penegakan hukum keras terhadap kelompok tertentu, tetapi lemah terhadap kelompok lain, terutama jika dari kalangan penguasa.

Kelima, ancaman homogenisasi politik. Dia melihat pembentukan koalisi besar yang terjadi di pemerintahan sekarang ini menihilkan atau mengabaikan peran publik yang luas. Check and balance tidak berjalan karena kebijakan dikendalikan koalisi mayoritas.

Kritik masyarakat yang berbeda ditanggapi tetapi sebatas gimmick atau retorika bahwa itu diterima. Padahal dalam implementasinya, tidak diperhatikan sama sekali. Dia memberi contoh berbagai produk UU yang lahir dari koalisi yang mengedepankan homogenitas politik yaitu pembentukan UU Cipta Kerja, UU KPK, UU Minerba, dan sebagainya.

“Harus dicatat bahwa sekarang ini, terjadi decline (penurunan, red) demokrasi di tanah air. Ini tidak boleh dianggap enteng. Pemerintah harus memperbaiki agar tidak tergerus yang bisa menjadi ancaman lebih berbahaya,” tutup Azyumardi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Masyarakat Indonesia Masih Sangat Rentan Jadi Korban Pelanggaran HAM di Sektor Bisnis

Indonesia sudah lebih dari 10 tahun berusaha dan terus-menerus mencoba mensosialisasikan dan menerapkan program-program penghormatan HAM di sektor bisnis.

NASIONAL | 15 Desember 2020

AMSI: Pandemi Tuntut Media Bekerja Lebih Keras

Peran media sangat dibutuhkan, khususnya untuk menangkal berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech).

NASIONAL | 15 Desember 2020

Curhat Sulis Dikucilkan Tetangga karena Covid-19

"Saya terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pak Ganjar yang telah mendengar keluh kesah saya, terima kasih," ujar Sulis.

NASIONAL | 15 Desember 2020

Pertama Kali, Tailing PT Freeport Digunakan untuk Material Agregat Jalan di Papua

Pemanfaatan tailing tersebut, lanjut Rosa Vivien, merupakan implementasi dari keputusan Menteri LHK Nomor SK.129/Menlhk/Setjen/PLB.3/3/2020.

NASIONAL | 15 Desember 2020

Tak Ada Petugas KPPS di Provinsi Bengkulu Terpapar Covid-19

Anggota KPPS dan Limnas yang bertugas di Pilkada Serentak 2020 lalu tercatat sebanyak 39.069 orang

NASIONAL | 15 Desember 2020

Pilgub Bengkulu, Rohidin Mersyah-Rosjonsyah Dulang Suara di 7 Kabupaten

Perolehan suara sementara masing-masing peserta pilgub Bengkulu melalui penghitungan cepat Sirekap KPU tersebut, sudah mendekati final.

NASIONAL | 15 Desember 2020

Menteri LHK: Indonesia Punya Target Ambisius Menahan Laju Perubahan Iklim

“Saya ingin semakin memperjelas posisi Indoensia dalam ambisi menurunkan emisi karbon,” tegas Siti Nurbaya.

NASIONAL | 15 Desember 2020

Dukung Transformasi Digital Indonesia, Pemerintah Bangun Infrastruktur Maju Satu Dekade

Pemerintah melakukan percepatan pembangunan infrastruktur telekomunikasi untuk mendukung transformasi digital Indonesia.

NASIONAL | 15 Desember 2020

Pemkot Jambi Ingatkan Perayaan Natal Harus Terapkan Protokol Kesehatan yang Ketat

"Perayaan Natal yang dihadiri umat secara meriah seperti sebelum pandemi, sama sekali tidak diperbolehkan,” kata Abubakar.

NASIONAL | 15 Desember 2020

Jelang Nataru, Masyarakat Diminta Beli Tiket Penyeberangan Lewat Ferizy

Menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), pemerintah mengimbau masyarakat untuk membeli tiket angkutan penyeberangan secara daring lewat Ferizy.

NASIONAL | 15 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS