Pemilu Baru Hasilkan Vote, Pakar Sebut Demokrasi di Indonesia Minim Kapasitas
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 502.788 (4.65)   |   COMPOSITE 6122.88 (45.91)   |   DBX 1370.08 (6.4)   |   I-GRADE 175.932 (2.01)   |   IDX30 492.65 (5.36)   |   IDX80 132.743 (1.46)   |   IDXBUMN20 383.43 (5.77)   |   IDXESGL 136.189 (1.17)   |   IDXG30 136.661 (1.31)   |   IDXHIDIV20 439.142 (4.16)   |   IDXQ30 142.658 (1.28)   |   IDXSMC-COM 284.07 (1.29)   |   IDXSMC-LIQ 340.315 (4.03)   |   IDXV30 130.843 (1.67)   |   INFOBANK15 1002.8 (10.83)   |   Investor33 425.077 (4.4)   |   ISSI 180.015 (1.37)   |   JII 610.57 (6.12)   |   JII70 214.597 (2.04)   |   KOMPAS100 1179.92 (12.31)   |   LQ45 924.668 (10.2)   |   MBX 1646.91 (13.21)   |   MNC36 314.484 (3.35)   |   PEFINDO25 314.75 (0.73)   |   SMInfra18 301.265 (1.98)   |   SRI-KEHATI 359.316 (3.43)   |  

Pemilu Baru Hasilkan Vote, Pakar Sebut Demokrasi di Indonesia Minim Kapasitas

Kamis, 17 Desember 2020 | 17:41 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Jakarta, Beritasatu.com - Pakar politik, Syarif Hidayat mengemukakan, data Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) pada 2009-2019 telah mengindikasikan bahwa karakteristik demokrasi di Indonesia relatif masih berada pada tipologi demokrasi liberal.

“Akibatnya, kalaupun secara kuantitas, lembaga dan aturan main demokrasi telah dihadirkan, tetapi secara kualitas, praktik yang berlangsung belum mencerminkan karakter demokrasi substantif, lantaran minim kapasitas,” kata Syarif dalam Seminar Nasional “Refleksi Akhir Tahun: Capaian Indeks Demokrasi Indonesia dan Evaluasi Pilkada Serentak 2020”, yang diselenggarakan secara daring oleh Pusat Kajian Studi Politik (PKSP) Fisip Universitas Nasional, Jakarta, Kamis (17/12/2020) siang.

Diakui Syarif, secara umum IDI telah mengindikasikan bahwa Indonesia telah cukup berhasil dalam memproduksi vote melalui Pemilu yang diselenggarakan secara rutin. Tetapi menurutnya vote yang dituai melalui Pemilu itu, sangat muskil menghasilkan vote pada paska Pemilu karena tidak terciptanya korelasi antara presence dan representasi.

Dalam diskusi yang dipandu, Hilmi Rahman Ibrahim, itu, Syarif menilai Pemilu cenderung lebih difungsikan sebagai instrumen oleh para elit politik untuk mendapatkan legitimasi masyarakat. Sehingga implikasinya suara yang diamanahkan oleh masyarakat tidak berdampak pada perbaikan kebijakan dalam penyelenggaraan pemerintahan periode paska Pemilu.

“Konsistensinya capaian indek variabel hak memilih dan dipilih pada kategori Sedang (79,27), dan Pemilu yang Bebas dan Adil dengan kategori baik (85,75), mengindikasikan bahwa secara prosedural Indonesia telah berhasil menyelenggarakan Pemilu sebagai sarana untuk menuai vote,” jelas Syarif.

Tetapi di sisi lain, ungkap Syarif, fakta masih tetap rendahnya capaian indeks variabel Peran DPRD (61,74), mengisyaratkan bahwa lembaga representatif masih lemah dalam menjalankan fungsinya. Sehingga vote yang dihasilkan pada saat Pemilu tidak banyak terealisasi menjadi voice pada paska Pemilu.

Kebebasan Sipil

Senada dengan Syarif Hidayat, Dosen Universitas Paramadina Jakarta, Abdual Malik Gismar, dan Direktur Sekolah Pasca Sarjana Universitas Nasional, Maswadi Rauf, mengemukakan bahwa perkembangan IDI selama 20092-2019 cenderung biasa saja di angka sedang, terendah 62,63 (2012) dan tertinggi 74,92 (2019).

Namun sejak 2009-2018 aspek Kebebasan Sipil terus menurun dari 86,97 (2009) saat ini pada angka terendah 77,20. Sementara aspek Hak-Hak Politik dan Lembaga Demokrasi terus membaik dari Buruk (54,60 dan 62,72 tahun 2009) menjadi Sedang (70,71 dan 78,73 tahun 2019).

Persoalan terbesar kondisi kebebasan sipil, menurut Malik, adalah terkait dengan persoalan Kebebasan Berpendapat yang rendah. Sementara terkait variabel Kebebasan Berkumpul dan Berserikat, Kebebasan Berkeyakinan, dan Kebebasan dari Diskriminasi menurutnya cenderung tidak ada masalah.

Diakuinya Indonesia memiliki kultur yang baik bagi perkembangan Kebebasan Berpendapat, namun kultur ini cenderung berkonflik jika dikaitkan dengan politik. Ia menunjuk banyaknya Demo yang semula damai kemudian berubah menjadi demo yang disertai dengan kekerasan.

“Ini (demo dengan kekerasan) terjadi karena banyak demo damai yang tidak mendapatkan solusi,” terang Malik seraya menambahkan, kasus-kasus tersebut banyak terjadi di daerah yang justru terpencil, bukan di Jakarta.

Namun demikian, baik Malik maupun Maswadi Rauf optimistis dengan masa depan demokrasi di Indonesia. Malik mengutip pernyataan Wakil Presiden pertama RI, Bung Hatta, yang meyakinkan demokrasi tidak akan lenyap. Mungkin ia tersingkir sementara, tetapi ia akan kembali dengan tegapnya.

“Memang tidak mudah membangun demokrasi di Indonesia, tetapi bahwa dia akan muncul kembali itu tidak dapat dibantah,” pungkas Malik mengutip Bung Hatta.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN




BERITA LAINNYA

Rohidin-Rosjonsyah Dipastikan Menang Pilgub Bengkulu

Paslon cagub-cawagub Bengkulu, Rohidin Mersyah-Rosjonsyah dipastikan memenangi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Bengkulu pada 9 Desember 2020.

NASIONAL | 17 Desember 2020

Libur Panjang, Menhub Jamin Tersedianya Transportasi Aman dan Sehat

Menhub Budi Karya juga meminta komitmen kepada semua pihak untuk mewujudkan transportasi yang aman dan sehat.

NASIONAL | 17 Desember 2020

KPK Gandeng PPATK Telusuri Aliran Suap Bansos Covid-19

KPK akan mempelajari dan mendalami setiap informasi yang diterima mengenai kasus suap Bansos Covid-19.

NASIONAL | 17 Desember 2020

November 2022, Pemerintah Hentikan Siaran TV Analog

Sejak 2019, pemerintah telah mendorong ketentuan perihal migrasi analog ke digital.

NASIONAL | 17 Desember 2020

Polda Sumut Gulung Dua Jaringan Narkoba Internasional

Polisi berhasil menyita barang bukti 16 kilogram sabu-sabu, mobil dan sejumlah handphone.

NASIONAL | 17 Desember 2020

BNPP: Jokowi Akan Tandatangani Inpres Pengembangan 3 PKSN Akhir Tahun Ini

Adapun inpres ini nantinya akan meliputi percepatan pengembangan tiga PKSN antara lain PKSN Paloh-Aruk, Atambua dan PKSN Jayapura.

NASIONAL | 17 Desember 2020

TNI Siapkan 845 Tenaga Vaksinator

Fasilitas kesehatan di jajaran TNI siap melaksanakan vaksinasi Covid-19.

NASIONAL | 17 Desember 2020

37 Anggota dan Mantan FPI Terlibat Terorisme, Munarman: Itu Pengalihan Isu

Pernyataan itu juga bentuk spiral kekerasan terhadap FPI dengan melakukan labeling.

NASIONAL | 17 Desember 2020

Ganjar Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Ganjar meminta satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP hingga Dikmas untuk menunda pembelajaran tatap muka.

NASIONAL | 17 Desember 2020

Sempurnakan Teori Pengukuran Kinerja, Kepala BPKP Raih Gelar Doktor

Ateh berhasil dinyatakan lulus dengan predikat sangat memuaskan (cumlaude) dengan judul Intergovernmental Strategies Advancing Performance Management Use.

NASIONAL | 17 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS