Hasutan dan Kerumunan Rizieq Berujung Bui
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Hasutan dan Kerumunan Rizieq Berujung Bui

Senin, 21 Desember 2020 | 09:45 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / HS

Jakarta, Beritasatu.com -Mengenakan baju tahanan warna oranye dengan tangan terikat tali tis, Imam Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab, dijebloskan ke dalam sel tahanan Polda Metro Jaya, Minggu (13/12/2020) dini hari. Penyidik Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkannya sebagai tersangka terkait kasus tindak pidana penghasutan dan pelanggaran kekarantinaan kesehatan.

Perkara itu bermula dari kepulangan RS, setelah lama pergi ke Saudi Arabia, April 2017 silam. Melalui tayangan di YouTube, RS mengumumkan dirinya berencana balik ke Tanah Air, akhir Oktober 2020. Berdasarkan cacatan, ini bukan kali pertama Rizieq dikabarkan mau pulang. Pertama, RS diisukan akan pulang pada 12 Juni 2017, karena masa berlaku visanya telah habis.
Kabar kepulangan RS kembali beredar pada 15 Agustus 2017. Pengacaranya, Kapitra Ampera, ketika itu menuturkan, kepulangan RS berkaitan dengan Milad FPI 17 Agustus 2017.

Pada 2 Desember 2017, RS kembali dikabarkan pulang untuk mengikuti kegiatan aksi reuni 212, di Silang Monas, Gambir, Jakarta Pusat. Namun, lagi-lagi RS batal ke Tanah Air.

Sekitar dua bulan kemudian, 21 Februari 2018, beredar foto e-ticket atas nama Muhammad Rizieq Shihab. Dia disebut akan menumpang maskapai Saudi Arabian Airlines dari Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

RS kembali mengungkapkan keinginan pulang ke Indonesia pada akhir 2019 lalu untuk menghadiri Reuni 212, pada 2 Desember 2019. Namun, hingga acara itu berakhir RS tak kunjung pulang.

Tapi pada Selasa (10/11/2020), RS akhirnya pulang dengan misi melakukan revolusi akhlak. Pesawat Saudi Arabia Airlines dengan nomor penerbangan SV816 yang ditumpangi Rizieq dan keluarga mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, sekitar pukul 08.38 WIB.
Pemerintah melalui Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, ketika itu memang mempersilakan RS pulang karena hal itu merupakan haknya sebagai warga negara. Pemerintah tidak melarang, bahkan aparat diminta tidak berlebihan melakukan pengamanan.

RS menjadi "magnet" bagi simpatisan dan pendukungnya ketika pulang. Kerumunan massa tak terhindarkan di tengah pandemi Covid-19. Ribuan orang yang menjemputnya sempat melumpuhkan aktivitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan menimbulkan kemacetan sepanjang 7 kilometer di jalan tol. Sejumlah penerbangan pun terpaksa harus dijadwal ulang.
Dia juga disambut banyak orang hingga di kediamannya kawasan Petamburan, Jakarta Pusat. Ironisnya, sebagian besar tak mengindahkan aturan menjaga jarak bahkan ada yang tidak menggunakan masker. Padahal pandemi Covid-19 belum berakhir. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga masih menggelar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus mata rantai penyebaran virus mematikan itu.

Setelah kepulangannya, setiap kegiatan yang dilakukan RS terus dibanjiri simpatisan. Ribuan orang kembali berkumpul menghadiri acara Maulid Nabi di Majlis Taklim Al Afaf pimpinan Al Habib Ali bin Abdurrahman Assegaf di Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (13/11/2020) subuh. Jamaah berbondong-bondong hadir, termasuk Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan sejumlah tokoh agama. Pun pada saat Rizieq ke Megamendung, Bogor, Jawa Barat, siang harinya. Ribuan simpatisannya kembali berkerumun.
Sehari kemudian, Sabtu (14/11/2020), kerumunan terjadi lagi di kediaman RS di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Petinggi FPI itu menggelar kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan menikahkan putrinya Syarifah Najwa binti Muhammad Rizieq Syihab dengan Irfan Alaydrus.

Anies Diperiksa
Dua hari berselang, beredar surat undangan klarifikasi dengan nomor B/19925/XI/RES.1.24/2020/Ditreskrimum, yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk hadir ke Subdit I Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, sekitar pukul 10.00, Selasa (17/11/2020) besok. Surat klarifikasi itu, merujuk pada laporan informasi dengan nomor, LI/279/XI/2020/PMJ/Ditreskrimum, tertanggal 15 November 2020, perihal dugaan terjadinya peristiwa tindak pidana penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan, di Jalan Paksi III, Petamburan, Jakarta Pusat.

Anies memenuhi panggilan penyidik, dan menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 9 jam, sejak kedatangannya 09.40 WIB hingga kemudian meninggalkan Polda Metro Jaya, pukul 19.20 WIB. Ketika itu penyidik mengajukan 33 pertanyaan, dan Anies menyampaikan, menjawab semuanya sesuai dengan fakta.
Penyidik tak hanya meminta klarifikasi Anies. Setidaknya ada 18 orang yang dipanggil dalam proses klarifikasi, diantaranya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Erizon Safari, mantan Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara, Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin, Kabiro Hukum Pemprov DKI Jakarta Yayan Yuhana, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, Camat Tanah Abang Yassin Pasaribu, Lurah Petamburan Setiyanto, Ketua RW 04 Andi Hasim, Ketua RT 02 Jeki, Bhabinkamtibmas, Kepala KUA Tanah Abang, pihak keamanan Bandara Soekarno-Hatta, termasuk mengundang Haris Ubaidillah selaku ketua panitia, dan para panitia lainnya.

Di tengah proses penyelidikan kasus ini, Polri mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Berdasarkan TR ST3222/XI/KEP/2020 tanggal 16 November 2020. Nana digeser jadi korsahli kapolri, dan diganti Kapolda Jawa Timur Irjen M Fadil Imran. Sementara Rudy digeser ke widyaiswara Sespim Lemdiklat Polri. Posisi Kapolda Jawa Barat kemudian diisi Irjen Ahmad Dofiri.

Ketika menerima tongkat komando Metro 1, Fadil menyatakan, akan melakukan tindakan tegas kepada siapapun yang mengganggu keselamatan jiwa masyarakat terkait situasi pandemi Covid-19, di Ibu Kota Jakarta dan sekitarnya.
"Terkait dengan perkembangan situasi saat ini, perkembangan Covid 19, prinsip saya satu, salus populi suprema lex atau keselamatan masyarakat adalah hukum yang tertinggi. Yang kedua, Polri adalah pelindung dan pengayom masyarakat. Polri hadir untuk menyelamat jiwa masyarakat. Jadi siapapun yang akan mengganggu keselamatan jiwa masyarakat saya akan melakukan penindakan hukum yang tegas. Saya ulangi, siapapun yang akan mengganggu keselamatan jiwa masyarakat saya akan melakukan penegakan hukum yang tegas," ujar Fadil, Jumat (20/11/2020).

Dia pun mendukung langkah TNI mencopot spanduk atau baliho bergambar petinggi FPI Rizieq Syihab yang terpasang di sejumlah titik jalan, ketika itu. "Saya dukung langkah yang dilakukan oleh Pangdam Jaya. Karena pasti tujuannya baik untuk Republik ini, untuk negara ini," katanya.
Polda Metro Jaya, Kodam Jaya dan Pemprov DKI Jakarta, kemudian juga melaksanakan tracing, testing dan treatment merespons klaster baru penyebaran Covid-19, di wilayah Tebet dan Petamburan. Kementerian Kesehatan menyatakan, berdasarkan pemeriksaan PCR di Labkesda, pada Sabtu (21/11/2020), ada 50 orang terkonfirmasi positif di Tebet, 30 orang di Petamburan, diduga terkait kerumunan acara yang dihadiri dan digelar Rizieq.

Penyidikan
Seusai melakukan serangkaian penyelidikan, meminta keterangan klarifikasi, mengumpulkan bukti, penyidik Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya melakukan gelar perkara dan menaikan status kasus dugaan tindak pidana pelanggaran kekarantinaan kesehatan dari penyelidikan menjadi penyidikan.
"Pagi tadi memang dilakukan gelar perkara oleh tim penyidik. Dari hasil gelar perkara sudah dianggap cukup untuk dinaikkan ke tingkat penyidikan. Menurut penyidik ini sudah bisa naik ke tingkat penyidikan, berarti ditemukan adanya tindak pidana," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Yusri Yunus, Kamis (26/11/2020).

Langkah selanjutnya, penyidik melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk memanggil RS selaku penyelenggara hajatan akad nikah, di Petamburan. Berdasarkan surat panggilan nomor: S.Pgl/8767/XI/2020/Ditreskimum, Rizieq diminta datang ke Unit V Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 55, Jakarta Selatan, pada pukul 10.00 WIB, Selasa (1/12/2020) mendatang.

RS dipanggil guna didengar keterangannya sebagai saksi oleh penyidik, sehubungan dengan dugaan peristiwa tindak pidana di muka umum dengan lisan atau dengan tulisan menghasut supaya melakukan sesuatu perbuatan yang dapat dihukum, melawan pada kekuasaan umum dengan kekerasan atau supaya jangan mau menuruti peraturan undang-undang dan atau dengan tidak mematuhi penyelenggara kekarantinaan kesehatan dan menghalang-halangi penyelenggara kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan kedaruratan kesehatan masyarakat, dan dengan sengaja tidak menurut perintah atau tuntutan yang dilakukan menurut peraturan undang-undang oleh pegawai negeri.

Sebagaimana dimaksud Pasal 160 KUHP dan atau Pasal 93 Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP, yang terjadi pada hari Jumat dan Sabtu tanggal 13 dan 14 November 2020, di Jalan Tebet Utara 2B, Tebet, Jakarta Selatan dan Jalan KS Tubun, Petambur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dengan terlapor Moh Rizieq alias Habib Muhammad Rizieq Shihab dkk.

Namun, RS tidak memenuhi panggilan pertama dengan alasan sedang beristirahat dalam masa pemulihan karena baru keluar dari Rumah Sakit Ummi Bogor, Jawa Barat. Begitu juga menantunya Hanif Alatas. "Tim kuasa hukum Habib Rizieq Syihab hadir menyampaikan alasannya tidak dapat memenuhi panggilan untuk pemeriksaan dimaksud, dengan alasan sedang masih beristirahat terkait bahwa beliau pada Sabtu yang lalu baru saja keluar dari Rumah Sakit Ummi Bogor, setelah beristirahat di sana. Artinya masih masa pemulihan," ujar Sekretaris Bantuan Hukum DPP FPI Azis Yanuar, di Mapolda Metro Jaya, Selasa (1/12/2020).

Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kemudian melayangkan surat panggilan kedua terhadap Rizieq Syihab dan menantunya Hanif Alatas, untuk menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (7/12/2020). Tapi, keduanya kembali tidak memenuhi panggilan.
Pada hari yang sama, Kapolda Metro Irjen M Fadil Imran didampingi Jakarta-Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurrachman, menggelar jumpa pers, di Mapolda Metro Jaya. Tapi bukan soal perkara pelanggaran kekarantinaan kesehatan, melainkan terkait kasus dugaan 10 orang pengawal Rizieq Syihab melakukan penyerangan menggunakan senjata api dan senjata tajam terhadap anggota Polri yang sedang melakukan penyelidikan dan pembuntutan, di Kilometer 50 Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Enam orang tewas ditembak polisi, sementara empat lainnya melarikan diri.

Kasus ini kemudian menjadi polemik. Polri menyatakan, penyidik Polda Metro Jaya diserang menggunakan senjata api dan senjata tajam sehingga melalukan tindakan tegas dan terukur berupa tembakan balasan karena keselamatan jiwanya terancam. Di sisi lain FPI menilai peristiwa itu merupakan pembantaian yang menyebabkan enam syuhada meninggal dunia.

Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) kemudian turun tangan melakukan pemantauan. Sementara, penyelidikan dan penyidikan kasus selanjutnya ditarik Mabes Polri karena locus delictinya berada di daerah Karawang, wilayah hukum Polda Jawa Barat.
Setelah kasus penyerangan ditangani Mabes, Ditreskrimum Polda Metro Jaya fokus menyusun puzzle penyidikan kasus penghasutan dan pelanggaran kekarantinaan kesehatan perhelatan akad nikah, di Petamburan.

Penyidik terus "menggodok" perkara itu, dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti. Pada proses pemeriksaan, penyidik setidaknya telah memanggil 41 orang. Awalnya penyidik memanggil lima orang pada hari Senin (30/11/2020), kemudian lima orang hari Selasa (1/12/2020), delapan orang hari Rabu (2/12/2020), empat orang hari Kamis (3/12/2020), empat orang hari Jumat (4/12/2020), dan 15 orang hari Senin (7/12/2020) kemarin. Namun, sejumlah orang tidak menghadiri panggilan penyidik diantaranya Rizieq Syihab, menantunya bernama Hanif Alatas, termasuk pasangan pengantin Syarifah Najwa Shihab-Irfan Alaydrus, serta pihak panitia.

Sejurus kemudian, penyidik melaksanakan gelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya dalam kasus ini. Hasilnya, RS bersama lima orang lainnya Haris Ubaidillah, Ali bin Alwi Alatas, Maman Suryadi, Ahmad Sobri Lubis, dan Idrus ditetapkan sebagai tersangka. Penyidik juga mengirimkan surat permohonan pencegahan dan penangkalan (cekal) ke luar negeri kepada Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenkumham) terhadap para tersangka.

Seusai penetapan tersangka, Fadil pun menegaskan, penyidik akan melakukan penangkapan terhadap tersangka RS dan kawan-kawan. "Terhadap para tersangka Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan. Saya ulangi, terhadap para tersangka penyidik Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan," ujar Fadil, di Mapolda Metro Jaya, Kamis (10/12/2020).

Tidak Mundur
Fadil juga menuturkan, akan menindak tegas organisasi kemasyarakatan (ormas) yang melakukan tindak pidana, menempatkan diri di atas negara dan dapat merobek kebhinekaan. Tidak ada gigi mundur untuk melakukan penegakan hukum.
"Ada satu kelompok atau ormas yang menempatkan dirinya di atas negara, apalagi ormas tersebut melakukan tindak pidana. Apa tindak pidananya? Melakukan hate speech, melakukan penghasutan, menyemburkan ujaran kebencian, menebarkan berita bohong, itu berlangsung berulang-ulang dan bertahun-tahun. Di samping ini merupakan tindak pidana, ini juga dapat merusak rasa nyaman masyarakat, dapat merobek-robek kebinekaan kita, karena menggunakan identitas sosial apakah suku atau agama, enggak boleh. Negara ini dibangun dari kebhinekaan. Jadi saya harus melakukan penegakan hukum yang tegas terhadap model seperti ini. Enggak ada gigi mundur. Karena kalau mau Jakarta aman yang model begini harus kita selesaikan," katanya.

Di sela proses penangkapan, tim kuasa hukum RS justru menyambangi Polda Metro Jaya dan meminta surat pemanggilan kliennya sebagai tersangka.
"Ini kita akan ambil. Kan menangkap itu kan ada suratnya, kan ada panggilan surat untuk diperiksa tidak datang. Makanya kita ambil sekarang, kapan waktunya kita insya Allah akan penuhi," ujar Aziz Yanuar selaku pengacara keenam tersangka, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (11/12/2020).
Merespon kedatangan tim kuasa hukum, Yusri Yunus menegaskan, penyidik akan melakukan penangkapan terhadap tersangka RS dan lima tersangka lainnya. "Kemarin sudah dijelaskan, ini saya tegaskan lagi pemanggilan saksi pertama tidak datang, pemanggilan saksi kedua tidak datang. Kemarin sudah ditegaskan tidak ada lagi, Polda Metro Jaya dalam hal ini, akan melakukan penangkapan terhadap MRS. Sekali lagi saya ulangi Polda Metro Jaya akan melakukan penangkapan terhadap MRS," tegas Yusri.

Jumat malam, RS membuat pengumuman lewat video bakal mendatangi Polda Metro Jaya, sekitar pukul 10.00 WIB, pada Sabtu (12/12/2020). Seperti yang dikatakan, RS yang menumpang mobil Mitsubishi Pajero Sport B 1 FPI warna putih mendatangi Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, sekitar pukul 10.25 WIB, Sabtu pagi.
Kepada awak media, petinggi FPI itu mengaku tidak mempersiapkan diri dalam menjalani pemeriksaan. "Persiapan apa, enggak ada yang perlu dipersiapkan, ditanya kita jawab, selesaikan," katanya.

Dia juga menyampaikan, kondisinya sehat walafiat dan siap menjalani pemeriksaan. Selama ini, dirinya berada di Pesantren Agrokultural Markas Syariah DPP FPI, Bogor, Jawa Barat.
"Saya alhamdulillah selalu sehat walafiat. Saya selalu ada di Pesantren Argokultrual Markas Syariah, saya tidak pernah kemana-mana. Itu tempat tinggal saya. Sekali-sekali saya turun ke Petamburan, saya ke Sentul untuk menengok anak dan cucu. Saya pikir cukup, supaya proses pemeriksaan biar lebih cepat," ungkapnya.

Setelah menyampaikan keterangan, RS bersama tim kuasa hukumnya masuk ke dalam gedung. Polda Metro Jaya, kemudian mengecek kondisi kesehatan RS dengan melakukan tes rapid swab antigen dan tekanan darah sebelum melakukan pemeriksaan. Hasilnya, negatif atau non reaktif Covid-19.
Selanjutnya, penyidik menyerahkan surat penangkapan dan langsung memeriksa RS. Pemeriksaan berjalan panjang mulai pukul 11.30 dan baru selesai pukul 22.00 WIB, dijeda waktu makan dan shalat. Selama sekitar 11 jam itu, penyidik mengajukan 84 pertanyaan kepada yang bersangkutan.

Selesai diperiksa, RS keluar dengan menggunakan baju tahanan dengan tangan terikat tali tis. Penyidik menggunakan kewenangannya menahan RS selama 20 hari ke depan, di Ruang Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya. Alasan penyidik melakukan penahanan, didasari penilaian obyektik dan subyektif. Obyektif karena ancaman hukumannya di atas lima tahun. Sementara, subyektif agar tersangka tidak melarikan diri, kemudian tersangka tidak menghilangkan barang bukti, dan tidak mengulangi perbuatan. Termasuk, mempermudah proses penyidikan ke depan.

Ketika turun dari mobil tahanan dan dibawa masuk ke dalam Ruang Tahanan Narkoba Polda Metro Jaya, RS melontarkan kalimat perlawanan. "Allahu akbar. Perjuangan jalan terus. Setop diskriminasi hukum," ujar Rizieq sambil berjalan masuk ke dalam Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, Minggu (13/12/2020) dini hari.

Lalu bagaimana dengan lima tersangka lainnya? Mereka juga mengikuti jejak RS menyerahkan diri ke Polda Metro Jaya. Kendati demikian, setelah dilakukan pemeriksaan Haris Ubaidillah, Ali bin Alwi Alatas, Maman Suryadi, Ahmad Sobri Lubis, dan Idrus tidak ditahan.
Mereka tidak ditahan, karena hanya dikenakan Pasal 216 KUHP terkait tidak menuruti perintah petugas juncto Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan yang ancaman hukumannya di bawah 5 tahun penjara.

Pasal 216 ayat (1) KUHP menyebutkan, "Barangsiapa dengan sengaja tidak menuruti perintah atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh pejabat berdasarkan tugasnya, demikian pula yang diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barangsiapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara paling lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp 9.000.

Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 berbunyi, "Setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan Kekarantinaan Kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah)".

Sementara, RS ditahan karena penyidik menambahkan satu pasal yakni, Pasal 160 KUHP dengan ancaman hukumannya enam tahun penjara. Pasal 160 KUHP itu berbunyi, "Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang maupun perintah jabatan yang diberikan berdasar ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau denda maksimal Rp 4.500,-."

Berdasarkan Pasal 21 ayat 4 KUHAP penahanan dapat dilakukan terhadap tersangka dengan ancaman hukuman pidana penjara lima tahun atau lebih. Berikut bunyi Pasal 21 ayat 4 KUHAP: "Penahanan tersebut hanya dapat dikenakan terhadap tersangka atau terdakwa yang melakukan tindak pidana atau percobaan maupun pemberian bantuan dalam tindak pidana tersebut dalam hal: a.) Tindak pidana itu diancam dengan pidana penjara lima tahun atau lebih."

RS, melalui kuasa hukumnya kemudian mengajukan permohonan praperadilan atas statusnya sebagai tersangka dan penahanan terkait kasus dugaan penghasutan serta pelanggaran kekarantinaan kesehatan, ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Permohonan itu, teregistrasi dengan 150/Pid.Pra/2020/PN.Jkt.Sel.PN Jakarta Selatan, kemudian menetapkan sidang perdana praperadilan digelar mulai tanggal 4 Januari 2021 mendatang. Hakim tunggal yang akan memimpin sidang adalah Akhmad Sahyuti, sedangkan panitera pengganti bernama Agustinus Endri C.

Sambil menjalani proses hukum, RS kini meringkuk sendirian di balik terali besi Rutan Narkoba Polda Metro Jaya. Dia menempati sel yang pernah dihuninya pada Oktober 2008 silam. Ketika itu, dia divonis 1,5 tahun penjara terkait kerusuhan tanggal 1 Juni, di Monas. Rizieq juga meminta dikirimi makanan, karena enggan mengkonsumsi makanan yang diberikan pihak tahanan.
Penyidik sendiri saat ini tengah melakukan pemberkasan perkara para tersangka, sambil meminta keterangan saksi ahli dan menguatkan alat bukti.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Gaduh Perawatan Rizieq Syihab di Bogor

RS Ummi akui kurang koordinasi dan komunikasi dengan Satgas dan Pemkot Bogor.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Pelaku Usaha Optimistis Pendistribusian Vaksin Bakal Pulihkan Ekonomi

Pandemi Covid-19 berdampak tidak hanya bagi kesehatan, namun juga bagi ekonomi dan sosial. Sejumlah masyarakat menghadapi tantangan hidup dari kehilangan separuh penghasilan, kehilangan pekerjaan, sampai harus beralih profesi untuk bertahan

NASIONAL | 21 Desember 2020

IAII dan UBL Dorong Inovasi Artificial Intellagence Hadapi Society 5.0

Di era society 5.0 pemanfaatan teknologi AI sangat dibutuhkan sehingga sudah selayaknya para ahli informatika melakukan persiapan dengan pemanfaatan teknologi.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Gabungan 40 Organisasi Indonesia di Malaysia Tetapkan 9 Presidium

AOMI terdiri dari 40 organisasi masyarakat Indonesia di Malaysia

NASIONAL | 21 Desember 2020

KPU Tetapkan Mahyeldi-Audy Raih Suara Terbanyak di Pilgub Sumbar

Mahyeldi - Audy Joinaldy meraih suara terbanyak di Pilgub Sumbar 2020 dengan 726.853 suara atau 32,43 persen.

NASIONAL | 20 Desember 2020

P2G: Kaji Ulang Pembukaan Sekolah, Utamakan Keselamatan Siswa dan Guru

Rencana pembukaan sekolah pada Januari 2021 perlu dikaji ulang seiring kasus penularan Covid-19 yang masif.

NASIONAL | 20 Desember 2020

HMI Sumut Ungkap Kejanggalan Isu Plagiat Karya Ilmiah Rektor USU

Menurut Alwi, isu plagiarisme muncul dan menjadi pembahasan, merupakan bentuk ketidakdewasaan USU pada hasil pemilihan rektor.

NASIONAL | 20 Desember 2020

Banjir dan Tanah Longsor Terjang Kabupaten Anambas

Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diterjang banjir bandang dan tanah longsor akibat curah hujan yang tinggi, Minggu (20/12/2020).

NASIONAL | 20 Desember 2020

Gerakan Ekstraparlementer Dinilai Hanya Buang Energi

Menurut Lestari, para pemangku kepentingan termasuk masyarakat, telah bersepakat memilih sistem demokrasi untuk menyalurkan aspirasi dalam proses bernegara.

NASIONAL | 20 Desember 2020

GBI Kenisah Rayakan Hari Natal Secara Virtual

Gereja Bethel Indonesia (GBI) Kenisah merayakan hari Natal melalui YouTube dan Zoom, Minggu (20/12/2020).

NASIONAL | 20 Desember 2020


BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS