Mardani Ali Sera Temani Keluarga 6 Korban FPI Serahkan Bukti ke Komnas HAM
Logo BeritaSatu

Mardani Ali Sera Temani Keluarga 6 Korban FPI Serahkan Bukti ke Komnas HAM

Senin, 21 Desember 2020 | 17:23 WIB
Oleh : Tim Beritasatu.com / CAH

Jakarta, Beritasatu.com - Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera menemani keluarga dan kuasa hukum 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) yang menjadi korban tewas akibat bentrokan dengan pihak Kepolisian di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek ke kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

"Yang jelas kedatangan saya hari ini adalah untuk mendampingi keluarga 6 laskar FPI dan kuasa hukumnya untuk menyerahkan bukti terkait insiden tersebut. Pada intinya saya mendukung Komnas HAM untuk menuntaskan penyelidikan dengan seksama dan penuh transparansi dan akuntabel,' ujar Mardani di Komnas HAM, Senin (21/12/2020).

Dalam kesempatan ini, Mardani juga mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga agar prinsip negara hukum tegak di Indonesia.

"Oleh sebab itu, mari kita bersama mengawal agar kasus penembakan ini bisa diungkap dengan adil dan transparan," tegas Mardani.

Lebih lanjut Azis Yanuar selaku kuasa hukum FPI, kedatangan keluarga korban tersebut memang untuk menyerahkan bukti yang dimiliki pihak keluarga.

"Jadi tadi saya bersama bang Sugito Atmo Prawiro serta Ketua Umum Persaudaraan Alumni 212, bang Slamet Maarif serta politisi Partai Keadilan Sejahtera Bang Mardani Ali Sera serta keluarga 6 orang laskar FPI untuk memberikan sejumlah bukti kepada Komnas HAM terkait peristiwa yang menyebabkan tewasnya enam laskar FPI. Yakni bukti dokumen yang terkait dengan penembakan 6 laskar, termasuk foto, dan beberapa kronologis yang terkait kejadian tersebut," ungkap Azis.

Ditambahkan Azis, selain menyerakan bukti dokumen yang terkait bentrok tersebut, pihak keluarga juga sekaligus memberikan keterangan tentang keseharian para korban laskar FPI tersebut.

"Keluarga juga memberikan keterangan terkait keseharian para korban. Selain itu, dari keterangan hari ini, kita juga menyampaikan bahwa mereka selama ini memang tak pernah memiliki senjata api dan menyampaikan bahwa mereka tidak melakukan penyerangan terlebih dahulu kepada aparat kepolisian. Dengan pemberian keterangan ini, kita harap Komnas HAM bisa mencari fakta yang sesungguhnya," lanjutnya.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Penembakan Laskar FPI, Polri Siap Lakukan Autopsi Ulang

Polri siap membantu apapun yang diperlukan Komnas HAM termasuk melakukan autopsi ulang

NASIONAL | 21 Desember 2020

PSBB di Banten Kembali Diperpanjang Hingga 18 Januari 2021

PSBB untuk seluruh daerah di wilayah Provinsi Banten kembali diperpanjang untuk keempat kalinya hingga 18 Januari 2021 mendatang.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Kemhub Terbitkan Juklak Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru

Anak-anak di bawah usia 12 tahun tidak diwajibkan untuk tes RT-PCR maupun rapid test antigen sebagai syarat perjalanan.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Esri Indonesia Umumkan 6 Kategori Pemenang GIS Award

GIS Award bertujuan mendorong inovasi dalam penelitian berbasiskan teknologi geospasial serta mempromosikan keunggulan pengajaran.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Gubernur Sumut: Jangan Terlalu Bernafsu Gelar KBM Tatap Muka

Edy Rahmayadi meminta seluruh kabupaten dan kota di Sumut mempertimbangkan ulang rencana melaksanakan belajar tatap muka.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Terima Uang dari Eks Menpora, Pengawal Tahanan KPK Dipecat

Seorang pengawal tahanan KPK dipecat setelah melanggar kode etik dengan menerima uang dari mantan Menpora Imam Nahrawi.

NASIONAL | 21 Desember 2020

KPU Sumut Siap Hadapi Gugatan Paslon Pilkada 2020

KPU Sumut telah menyiapkan tim hukum untuk menghadapi gugatan pasangan calon (Paslon) di Mahkamah Konstitusi (MK).

NASIONAL | 21 Desember 2020

Masyarakat Papua Butuh Pendekatan Kemanusiaan

Menurut Adriana, model penyelesaian Papua cenderung reaktif, bersifat top down dan sporadik.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Pemerintah Diminta Petakan Ormas Intoleran

Jika dibiarkan maka dikhawatirkan ormas intoleran tersebut dapat mengancam keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

NASIONAL | 21 Desember 2020

Aktivis Sambut Rencana Pembentukan Satgas Pelanggaran HAM Berat Kejagung

Satgas dibentuk guna melakukan mitigasi permasalahan, penyelesaian, penuntasan, dan rekomendasi penyelesaian perkara pelanggaran HAM Berat masa lalu.

NASIONAL | 21 Desember 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS